
Setelah sampai di rumah mereka masuk kedalam kamar dan membersihkan tubuh mereka. Saat makan malam buk Surti memanggil mereka untuk segera keluar karena makan malam sudah disediakan.
"Sin, besok kita mulai dari mana ya,gue bingung" ujar Zeje
"gimana setelah dari kantor kepala desa kita pergi menuju perkebunan yang ada didesa ini"
"boleh juga setelah itu kita keklinik membantu warga yang sedang berobat baru kita ke tempat anak-anak itu untuk mengajari mereka belajar" ujar Zeje.
"ya, aku setuju dengan yayang Zeje"
"yayang yayang kepala lu peyang" kata Rani.
"kok neng Rani yang sewot, cemburu ya"
"cemburu sama lo,ih ogah gue"
"kalian udah siap kan makan nya, kita duduk kedepan yuk lihat keadan desa malam hari" kata Sinta.
"ternyata keadaan desa dan kota sama saja ya kalau sudah malam hari sama-sama sunyi" kata Zeje menatap rembulan yang bersinar. Kira-kira kita harus cari Farel kemana ya?
"kita coba saja nanti tanya pada warga disini mana tahu mereka ada yang menemukan Farel dan tinggal bersama nya"kata Seno.
"kali ini gue setuju dengan ucapan lo Sen"
"ya harus setuju dong Sin, gue kan emang pintar Seno gitu loh..
"Kita masuk yuk, dingin banget lama lama disini" kata Sinta bangkit dari duduk nya.
Keesokan paginya mereka berempat pergi kerumah pak Rt. Setelah bertemu dengan pak Rt setempat mereka pergi menuju kantor kepala desa dengan menaiki mobil. Setengah jam mereka berada dikantor tersebut setelah urusan mereka selesai, mereka pamitan ingin mengunjungi perkebunan yang ada didesa itu sebagai bahan materi mereka dikampus.
"wah..perkebunan nya sejuk ya, kalau begini suasana nya gue mah betah lama-lama disini" ujar Rani menghirup udara segar di perkebunan itu.
"ya, beda banget dikota banyak polusi nya" ujar Zeje sambil merentangkan tangan menghirup udara segar.
Mereka menemui pengelola kebun untuk meminta ijin melakukan kkn di perkebunan itu. Setelah mendapat ijin mereka pun berkeliling di perkebunan mempelajari tanaman-tanaman yang menghasilkan teh tersebut.
Matahari sudah tinggi diatas kepala, mereka bergegas meninggalkan perkebunan teh tersebut.
"kita cari makan dulu yuk gue lapar" ujar Zeje pada teman-teman nya.
"ya gue juga, yuk cari warteg didekat sini" kata Rani.
Mereka kemudian masuk kedalam mobil dan pergi mencari warteg terdekat.
"Sen, seperti nya didepan itu warung deh, kita mampir disana saja ya, gue sudah lapar".
"oke neng Rani yang cantik"
Saat menuju warung tersebut Zeje melihat sekilas bayangan Farel yang berdiri disebuah rumah.
"stop Sen, stop" teriak Zeje.
"ada apa Ze? Kata Seno merem mendadak mobil.
__ADS_1
Zeje tidak menghiraukan ucapan Seno. Dia turun dari mobil melihat kekiri dan kekanan mencari sesuatu.
"lo lihat apa Ze? Tanya Sinta yang juga ikutan turun.
"gue tadi seperti melihat mas Farel berdiri dirumah itu. Kata Zeje menunjuk sebuah rumah.
"bukan nya itu rumah kakek deso yang menyapa kita kemarin ya" kata Sinta melihat kearah rumah kakek deso.
"munkin lu salah lihat kali Ze"
"gak Sin, tadi gue lihat mas Farel masuk kerumah itu gak munkin gue salah lihat. Gue hafal betul bentuk tubuh mas Farel.
"Ze, kita gak bisa sembarangan masuk rumah orang kan kita ini bukan warga desa ini, gini saja nanti kita cari tahu dulu tentang kakek deso. Gue juga berharap bisa menemukan Farel. Gue kasihan sama tante Sofi yang merindukan anaknya. Gue juga kasihan dengan lu kerna kejadian ini pernikahan kalian harus tertunda. Lebih baik kita makan siang dulu, nanti kita pikirkan bersama-sama untuk mencari Farel" ujar Sinta memberi pengertian kepada Zeje.
Zeje mengangguk menanggapi ucapan Sinta, mereka berdua pun masuk kedalam mobil.
" kalian kenapa keluar apa kalian melihat sesuatu yang mirip dengan Farel? Tanya Rani pada Sinta dan Zeje.
Rani memutar duduk nya menghadap teman wanita nya itu. Zeje dan Sinta saling pandang, bagaimana Rani bisa tahu pikir Zeje.
"Sepertinya gue tadi juga melihat hal yang sama, tapi gue kurang yakin kalau itu Farel karena melihat postur tubuh nya pria itu lebih kurus dari Farel.
"Gue yakin itu mas Farel, bisa saja dia kurus dari biasanya karena akibat kecelakaan itu munkin dia lagi sakit" ujar Zeje.
"Kalau betul itu pria yang kalian cari kenapa dia tidak pulang dan menghubungi kalian? Kata Seno.
Sinta, Zeje, dan Rani yerdiam memikirkan ucapan Seno.
"betul juga yang dibilang Seno, kenapa Farel tidak menghubungi kita ya" kata Rani.
"maksud lo dia hilang ingatan? Kata Seno
Sinta mengangguk pelan lalu melihat kearah Zeje. Zeje menelan salivanya dengan susah.
"Ya munkin Farel hilang ingatan sehingga dia tidak menghubungi kita. Atau bisa jadi ponsel nya rusak atau hilang saat kecelakaan. Kata Sinta meneruskan ucapan nya.
Tak terasa mereka pun sampai di tempat warung makan. Saat memesan makanan mereka memberanikan diru bertanya pada pemilik warung.
"maaf pak saya mau tanya" kata Sinta.
"ya neng, mau nanya apa?
"bapak kenal dengan kakek deso?
"kenal neng dia warga desa ini, dia juga lahir didesa ini, emangnya ada apa ya neng?
"apa kakek deso punya anak atau cucu laki-laki pak?
"setahu saya kakek deso dulu punya anak perempuan tapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
"kalau cucu laki-laki ada gak pak? Kata Sinta.
"setahu bapak sih gak ada neng, emang nya kenapa ya neng?
__ADS_1
"gak ada apa-apa sih pak, cuma saya tadi melihat sekilas dirumah nya ada laki-laki yang seumuran dengan saya mirip banget dengan orang yang saya kenal.
"oh itu..kata kakek deso sih itu cucu nya dari kota tinggal dengan nya tapi pria itu sedang sakit.
"sudah berapa lama pak cucunya tinggal didesa ini?
"kalau setahunan lebih ada sih neng"
Sinta dan Zeje saling melempar pandang.
"Makasih ya pak sudah mau menjawab keraguan kami.
"ya neng, kalau boleh tahu kalian ini dari mana ya?
"kita dari kota pak sedang melakukan kkn didesa ini. Kita tinggal dirumah singgah pak.
"oh jadi kalian toh orang nya yang sedang dibicarakan warga disini.
"maksud bapak apa kita melakukan kesalahan? Tanya Seno.
"bukan, kata warga sini lebih tepat nya yang muda-muda, mereka bilang ada gadis-gadis dan pria datang dari kota cakep dan cantik. Setelah saya lihat sendiri omongan mereka emang benar. Kata bapak pemilik warung itu dengan tersenyum.
"Ah..bapak bisa saja, warga desa ini baik-baik ramah lagi" ujar Rani.
"Mari silahkan dimakan, kalau butuh sesuatu panggil saya saja"
"Ya pak, makasih ya pak.
Selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan nya menuju klinik. Sesampai nya du klinik banyak warga desa yang datang ingin berobat. Mereka langsung turun tangan membantu dokter yang kewalahan menerima banyak pasien.
"Terima kasih ya kalian sudah mau membantu saya disini.
"Ya dok, kita senang bisa membantu warga disini.
"apa kalian sudah jadi melihat perkebunan teh itu?
"sudah dok, oh ya dok kita mau tanya sesuatu" kata Sinta.
"mau tanya soal apa?
"Apa disini ada seorang pria dari kota yang datang berobat keklinik ini?
"Tidak ada, semua yang datang kesini warga dari desa ini. Emang ada apa?
"oh gak, kita cuma nanya saja" kata Sinta tersenyum kikuk.
"dok, kita pamit dulu ya, sepertinya tidak ada lagi warga yang datang berobat" ujar Zeje.
"ya dok, kita mau menemui anak-anak didesa ini yang belajar di dekat sawah itu.
"Oh ya silahkan, sekali lagi terima kasih ya.
Mereka pun meninggalkan klinik dokter Rian, dan melanjutkan agenda mereka yaitu mengajari anak-anak belajar didesa itu.
__ADS_1
bersambung..