Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 107


__ADS_3

Hari-hari Zeje, di lewati nya dengan penuh drama kehamilan. Zeje selalu saja membuat suami nya susah, apa lagi mama mertua nya selalu saja memanjakan nya dan mendukung keinginan nya dalam hal yang masih wajar.


Siang ini Farel sedang berada di kantor.


Tok tok tok


Masuk" jawab Farel


"Bos, lima menit lagi kita ada miting" ujar Andri sang asisten yang selalu bisa di andal kan


"baik lah, ayo kita keruang rapat" jawab Farel lalu bangkit dari kursi kebesaran nya.


Saat sedang melakukan rapat, ponsel Farel bergetar, tapi sayang ponsel nya tertinggal di ruangan nya.


"mas Farel kemana sih, kenapa tidak diangkat coba?" kata Zeje mengumpat.


Zeje kembali menelpon nomor Farel, tapi tetap tidak diangkat. Sehingga Zeje menjadi kesal dan berencana mengusul suami nya ke kantor.


"kemana coba mas Farel, daru tadi di hubungi gak diangkat. Apa jangan jangan dia lagi sama wanita lain ya, apa dia sudah bosan dengan ku" gumam Zeje melihat tubuh nya dari atas sampai bawah.


"hah..ternyata tubuh ku semakin besar saja, apa mas Farel tidak suka melihat aku gemuk? Tapi ini terjadi kan karena aku mengandung anak nya. Tidak..ini tidak bisa di biarin, aku harus segera menyusul nya ke kantor" gumam Zeje bergegas mengganti pakaian nya.


"Zeje, kamu mau kemana sudah rapih gitu" tanya mama mertua nya saat dia keluar dari kamar.


"aku mau ke kantor ma, menemui mas Farel, dari tadi aku hubungi gak diangkat.


"tapi kamu diantar sopir ya" tawar mama mertua pada Zeje.


"ya ma, makasih ya"


"ya sayang, kamu hati hati ya"


"ya ma. Aku pergi dulu ya, bye..


Zeje pun masuk kedalam mobil nya dan duduk di kursi belakang. Tiga puluh menit dia sudah sampai di halaman kantor suami nya.


"permisi mbak, mau cari siapa ya? Cegat seorang resepsionis.


"saya mau bertemu dengan pak Farel" jawab Zeje dengan sopan.


"maaf mbak, apa sudah buat janji? Tanya resepsionis itu sambil memindai penampilan Zeje. "canti sih, pakaian nya juga terlihat mahal, tapi sayang masih muda sudah hamil, apa dia ini wanita simpanan si bos ya" batin resepsionis tersebut yang tidak mengenal siapa Zeje.

__ADS_1


"apa saya harus membuat janji dulu dengan suami saya? Kata Zeje menatap tajam wanita di depan nya itu.


Wanita itu nampak gelagapan, "maaf apa benar anda istri nya pak bos?


"apa perlu saya tunjukan buku nikah saya, agar kamu percaya?


"Buk Zeje!" kata salah satu karyawan yang mengenal Zeje.


"Nindy apa kamu tahu dimana suami saya?


"pak bos sedang berada diruang rapat buk"


"oh baik lah, oh ya, siapa dia?" tanya Zeje pada Nindy menunjuk resepsionis itu.


"dia resepsiinis buk baru bekerja tiga bulan" jawab Nindy, membuat wanita itu pucat.


"ma...maaf buk, sudah menyusah kan anda. Saya tidak tahu kalau anda istri nya pak bos" jawab wanita itu menunduk takut.


"baik lah, kali ini saya maaf kan, Nindy bawa saya keruang rapat" ujar Zeje melangkah pergi meninggal kan lobi.


Setelah sampai di depan pintu ruang rapat


"terima kasih ya Nin"


"ya Buk, saya permisi dulu" kata Nindy meninggalkan Zeje di depan pintu.


Zeje kembali menghubungi nomor suami nya, tapi tetap juga tidak di angkat. Dengan perasaan campur aduk, Zeje langsung saja membuka pintu ruangan tersebut dengan kasar.


Braakkk..


Farel yang sedang berbicara dengan seorang wanita nampak terkejut. Beruntung saat itu rapat sudah selesai. Hanya tinggal Farel dan salah seorang staf perempuan nya.


"sayang, kamu disini? Kenapa gak memberi tahu kalau mau datang?


Dengan wajah marah nya Zeje menatap staf Farel tersebut dan si wanita itu langsung keluar karena takut kena semprot istri bos nya.


"kenapa harus memberi tahu mu mas? Agar kau bisa berdua duaan dengan wanita lain ya? Jawab Zeje ketus.


"sayang, kenapa bicara begitu, dia itu hanya staf di kantor ini" jawab Farel yang sudah mencium aroma kecemburuan istri nya.


"ya lah, aku telpon saja dari tadi kamu gak angkat, ternyata lagi sibuk dengan wanita lain"

__ADS_1


"maaf sayang, ponsel nya mas tertinggal di ruangan mas" jawab Farel memeluk Zeje agar menjadi tenang.


"sekarang kita keruangan mas ya, kamu dan anak kita pasti capek kan? Kata Farel menggandeng tangan istri nya keluar dari ruang rapat.


Zeje hanya mengikut saja tapi wajah nya masih saja cemberut.


"sayang, jangan cemberut lagi ya nanti dede bayi nya juga cemberut didalam sini" ujar Farel mengelus perut buncit istri nya.


"kalau aku jadi jelek, apa mas gak mau lagi sama aku, apa mas akan ninggalin aku dan mencari wanita yang cantik di luaran sana? Kata Zeje dengan mata yang sudah berembun.


"mana munkin mas akan mencari wanita lain, kamu itu satu satu nya wanita yang mas cintai setelah mama. Walau pun kamu menjadi keriput mas akan tetap mencintai mu"


"tapi mas, sekarang saja aku sudah kelihatan jelek, mana tubuh aku sudah mulai gemuk, gak seperti dulu lagi"


"sayang, kamu itu terlihat semakin cantik dan **** dengan tubuh berisi seperti ini terlihat montok, mas suka" kata Farel mengedip kan mata nya.


"kamu ngatain aku gendut ya mas?


"bukan sayang, tapi kamu montok dan ****, mas semakin sayang sama kamu" kata Farel merangkul istri nya dari samping.


"beneran mas, kamu masih sayang dan cinta sama aku?


"ya benar dong sayang, kamu itu sebagian jiwa nya mas. Tapi ada apa kamu datang menui mas, kamu kangen ya? Goda Farel.


"aku pengen makan seeafood mas di restoran yang menyajikan seeafood yang segar tapi harus di tangkap dulu" ujar Zeje membayangkan memakan makanan laut yang segar itu.


"tapi sayang, mas gak tahu di mana restoran nya" jawab Farel bingung dengan keinginan istri nya.


"kita cari di aplikasi saja mas"


"baik lah, demi kamu dan calon anak kita biar gak ileran" jawab Farel kemudian mencari restoran yang di ingin kan istri nya.


"sayang dapat restoran nya, tapi sedikit jauh sayang bisa memakan waktu satu jam lebih" kata Farel yang masih melihat ponsel nya.


"ya gak apa mas, aku kepingin makan seeafood yang segar.


"baik lah, kita berangkat sekarang" kata Farel bangkit dari duduk nya dan menggandeng istri nya menuju parkiran.


Bersambung


Jangan lupa mampir dikarya aku yang baru judul nya "mertuaku seperti madu ku" tak kalah seru cerita mengandung emosi dan banyak bawang bombai nya.

__ADS_1


__ADS_2