
Pagi itu semua keluarga Wijaksana berkumpul di ruang makan. Farel memberitahu keluarga nya kalau dia sudah melamar Zeje. Dan Farel meminta kedua orang tuanya datang melamar Zeje secara kekeluargaan.
"Apa, kamu sudah melamar Zeje?
"Kok mama kaget gitu? Apa mama gak setuju ya? Tanya Farel..
"Bukan begitu, kok kamu gak kabari kita kalau kamu melamar Zeje kemarin malam, kan mama dan papa bisa ikut menyaksikan nya"
"Makanya mama dan papa tolong lamar kan Zeje secara langsung kepada keluarganya".
"Baik baik, mama dan papa akan melamar Zeje nanti malam, gimana pah?
"Ide yang bagus, seperti nya Farel sudah tidak sabar mau menikah" goda papa kepada Farel.
"Bearti sebentar lagi kita akan mengadakan pesta dong,,, asiikkk" kata Manda antusias mendengar kakak nya akan bertunangan.
"Kalau begitu kita segera siap-siap membeli kebutuhan buat lamaran nga dong, Rel, kamu kabari Zeje kalau kita mau kerumah nya nanti malam,dan dia gak usah kerja hari ini.
"Ya ma, nanti akan Farel kabari Zeje nya.
"Ya udah,yok lanjut makan nya, mama juga mau siap-siap pergi belanja.
"Kak, anterin Manda kesekolah ya"
"Kakak gak bisa, kamu diantar supir aja"
"Ah, kakak gak asik, Manda mau diantar kakak titik".
Farel mengerutkan dahi nya "tumben Manda minta di antar, pasti ada sesuatu yang penting nih batin Farel melihat kearah Manda".
Manda yang mengerti dengan tatapan kakak nya menganggukkan kepala nya dengan pelan. Melihat kode dari Manda, Farel langsung mengerti.
"Baik lah, hari ini kakak akan mengantar kamu, cepat selesaikan serapan mu" kata Farel lalu bangkit dari duduk nya dan berpamitan dengan orang tua nya.
Farel berdiri di depan rumah nya mengamati situasi jalan depan rumah nya.
Tiba-tiba Farel menangkap sosok seperti yang dia kenal sedang menyapu jalan. "sejak kapan ada tukang sapu di jalan? Pikir Farel. Tapi melihat postur tubuh nya seperti nya orang itu familiar, tapi siapa ya? Batin Farel.
Farel tidak bisa mengenali siapa yang menyapu jalan di depan rumah mereka. Karena pria itu memakai baju kebersihan, topi dan masker sehingga sulit mengenali nya.
__ADS_1
Farel menghampiri pos satpam untuk bertanya siapa laki-laki yang menyapu jalan itu.
"Permisi pak" kata Farel.
"Eh..mas Farel, ada apa ya? Kata Satpam.
"Bapak tahu siapa pria yang menyapu jalan di depan itu?
Satpam menoleh kearah pria di seberang jalan yang sedang menyapu.
"Saya tidak tahu mas, tapi sudah tiga hari ini dia menyapu di situ dan sesekali dia memperhatikan rumah ini mas".
"Apa ada cctv yang mengarah kejalan itu pak?
"ada mas, mari mas kalau mas mau lihat" satpam itu masuk kedalam pos bersama Farel.
Pak satpam membuka rekaman cctv tiga hari yang lalu dimana pria itu terlihat datang menaiki mobil hitam dan menyamar jadi tukang sapu. Rekaman cctv itu tidak begitu jelas karena terlalu jauh.
"Pak, apa selama ini ada yang menyapu jalan di komplek ini? Tanya Farel.
"Ada sih mas, tapi biasanya seorang wanita yang tidak terlalu tua, tapi setelah pria ini datang wanita itu tidak teelihat lagi.
"maksud mas Farel, pria itu suruhan seseorang gitu?
"Bisa jadi pak,seperti nya dia mengintai seseorang. Lihat saja dia selalu melihat kerumah kita. Tapu kalau dilihat dari postue tubuh nya seperti nya saya mengenalnya pak.
"Wah, ini bisa bahaya mas, jangan-jangan dia menyamar mau berbuat sesuatu yang bahaya pada keluarga mas Farel" kata pak satpam.
"Seperti nya begitu pak, karena hari ini Amanda minta diantar kesekolah munkin Amanda juga sudah menyadari nya.
"Mas Farel benar, lebih baik kita tanya non Amanda mas" kata satpam yang masih melihat rekaman cctv.
"Stop pak, coba zoom kan wajah pria itu" kata Farel.
"Baik mas"
"Stop pak, stop..kata Farel menatap layar tv di depan nya.
"Apa mas mengenalinya?
__ADS_1
"Seperti nya saya mengenalnya pak, tapi saya lupa siapa".
"coba mas ingati dulu siapa tahu teman atau rekan kerja nya mas".
Farel berfikir keras mengingat siapa orang yang ada di rekaman cctv itu. Setelah lima menit Farel baru ingat dengan pria itu.
"Ya, saya ingat, dia adalah Baskoro yang sudah menghianati saya sekarang dia lagi di ambang kebangkrutan, tapi ngapain dia ada disini" kata Farel.
"Bisa jadi dia mau balas dendam sama mas atau keluarga nya mas"
"Bapak benar, saya pergi dulu.
"Ya mas, hati-hati"
"Ya pak, terimakasih.
Farel pun masuk kedalam rumah dan memanggil Amanda
"Kak, ayo kita berangkat"
"Ya, ayo" . Mereka masuk kedalam mobil, sementara Baskoro yang melihat mereka berangkat bergegas masuk kedalam mobil nya.
"Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan? Tanya Farel.
"Ya kak, tentang tukang sapu di dseberang jalan itu.
"Kakak sudah tahu dan kakak sudah memeriksa cctv seperti nya dia sengaja menyamar menjadi petugas kebersihan.
"Apa kakak sudah mengenal siapa dia?
"Ya dia adalah klien kakak yang mencoba berkhianat dan memasukan mata-mata nya ke dalam kantor sebagai karyawan.
"Tapi kenapa dia menyamar,apa tujuan nya kak?
"Tujuan nya hanya satu yaitu balas dendam, kamu lihat Manda dia membuntuti kita di belakang. Kamu kencang kan sabuk pengaman mu kemunkinan dia akan menabrak kita.
"Ya kak, kakak hati-hati nyetir nya"kata Manda yang sudah khawatir.
Bersambung
__ADS_1