
"Selamat pagi semuanya kata Kevin yang masuk kekelas Zeje cs.
"Selamat pagi pak" jawab mahasiswa
"baik lah kita langsung saja ke materi, saya akan jelas kan"
Saat Kevin menjelaskan materi, Rani tidak bisa konsentrasi. Zeje dan Sinta memperhatikan Rani, sesekali melirik ke dosen mereka yang juga curi-curi pandang kepada Rani.
"Ze,lihat pak Kevin sesekali curi pandang dengan Rani" bisik Sinta
"Ya gue juga dari tadi memperhatikan mereka".
"baik lah penjelasan materi selesai, sekarang kerjakan soal ini" kata Kevin memberikan lembar soal kepada siswa nya.
Satu jam lebih sudah berlalu bel tanda pelajaran pun telah berbunyi.
"kumpulkan sekarang juga, Maharani tolong antar keruangan saya tugas teman-teman mu" kata Kevin berlalu pergi.
"Baik pak".
"Sial..kenapa gue yang disuruh sih. Gue kan takut di apa apain nanti diruangan nya"
"Gak usah pura-pura deh Ran, lo suka kan bisa dekat terus sama dosen ganteng itu"ujar Sinta.
"Ya sih, kalian temani gue ya"
"Ya, ayo cepat nanti kita gak dapat tempat lagi dikantin"ujar Zeje.
Mereka bertiga menuju ruangan Kevin, saat sudah sampai di depan pintu Rani ragu untuk masuk.
"sudah cepatan ketuk pintu nya"
"ya kalian tunggu gue disini" kata Rani mengetuk pintu.
"permisi pak, ini tugas nya"
"letak kan dimeja"
"Baik pak" jawab Rani lalu meletak kan lembar kertas itu dimeja.
"saya permisi dulu pak"
"ya terima kasih"
"cepat banget lo keluar" kata Zeje.
"udah gak usah dibahas, yuk kekantin" jawab Rani.
Sedangkan di gedung perkantoran yang menjulang tinggi itu, Farel kedatangan seorang tamu.
"Tante ada keperluan apa sehingga tante datang kesini? Tanya Farel.
"Begini Farel, tante bingung harus memulai nya dari mana.
__ADS_1
"katakan saja tante"
"Ini soal Siska, dia sangat mencintai mu Rel, dan tante juga sudah tahu kalau kau akan bertunangan dengan orang lain. Tante hanya ingin kau menemui Siska dan mengatakan kalau kau akan tetap menjadi teman nya.
"Tapi itu tidak munkin tan, aku tak ingin membuat Siska berharap lebih.
"Farel tante mohon tolong lah temui Siska nanti malam untuk terakhir kalinya. Tante takut Siska akan mencoba bunuh diri kalau dia tidak bertemu dengan mu.
"Apa, bunuh diri?
"Ya, kemarin Siska mengamuk dia melempar barang-barang dikamar nya. Dia ingin bertemu dengan mu. Kalau dia tidak bisa bertemu dengan mu dia akan bunuh diri.
"baik lah tan, aku akan menemui nya sepulang dari kantor.
"terima kasih nak Farel, nanti tante kirim alamat nya. Tante permisi dulu.
"Ya tan, hati-hati dijalan.
Farel berfikir apa lagi rencana Siska kali ini sehingga orang tua Siska yang harus memohon pada nya. Andri masuk keruangan Farel.
"Bos ini berkas yang harus anda kerjakan"
"Andri, menurut lo apa aku harus menemui Siska?
"Maksud anda bos?
"Tadi mama Siska datang menemui aku dan memohon agar aku menemui Siska malam ini di restoran xx.
"Temui aja bos untuk terakhir kali nya.
"Kita tidak akan tahu kalau kau tidak menemui nya.
"aku akan menemui nya malam ini, tapi kau harus ikut dengan ku, pantau saja dari jauh. Aku akan menyelesaikan masalah ini, aku tidak mau Zeje cemas memikirkan hubungan kami.
"bagus, kau tenang saja bos aku akan ikut dengan mu aku sudah memikirkan apa yang harus aku lakukan, aku akan membawa mobil sendiri" ujar Andri.
" Ya, sekarang selesaikan pekerjaan agar kita tidak terlambat menemui nya.
"Baik bos, aku permisi dulu"
Sedangkan Siska tersenyum setelah mendapat kabar dari mama nya bahwa Farel bersedia menemui nya.
"aku akan melancarkan aksi ku, dengan begitu Farel bisa menjadi milik ku" batin Siska tersenyum senang.
Malam yang sudah di tentukan pun tiba. Farel datang sendiri tepat waktu. Sedangkan Andri sudah berada di restoran itu setengah jam yang lalu sebelum Siska sampai ke restoran.
"Selamat malam Siska, maaf sudah menunggu lama"
"Farel akhirnya kau datang juga, tidak masalah aku juga baru sampai.
Sedangkan Andri duduk di sudut restoran tepat dibelakang Siska.
Tak berapa lama minuman yang dioedan Siska pun datang.
__ADS_1
"Silah kan tuan, nona" kata pelayan itu berlalu pergi.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Farel.
"minuman itu sudah aman, Siska mencoba menjebak mu dengan memasukkan obat perangsang dengan dosis tinggi. Jadi aku sudah menukarnya dengan minuman Siska.
"Ayo Rel, diminum. Aku sengaja memesan nya agar tidak terlalu lama menunggu" ujar Siska dengan senyuman manis yang dibuat-buat.
"Oh ya, terima kasih, maaf tadi ada pesan dari mama.
"Oh tidak apa-apa".
"Sebenar nya ada apa sehingga kau ingin bertemu dengan ku" kata Farel langsung je pokoknya.
"Aku sebenarnya ingin mengatakan isi hati ku, aku sangat mencintai mu Rel".
"Maaf Siska aku tidak dapat membalas perasaan mu itu, aku sudah memiliki kekasih.
"Tapi Rel, setidak nya lihat lah aku, aku sangat cantik, seksi, berpendidikan, apa yang kurang dari diri ku.
"Tidak ada yang kurang hanya saja hati tidak bisa dipaksakan" ujar Farel lalu meneguk habis minuman nya. Dia sudah tidak sabar ingin mengakhiri permainan Siska.
Farel mulai gelisah, dia mengendurkan dasi nya dan membuka kancing kemeja atas nya.
"Kenapa badan ku panas ya, kepala ku sangat pusing" kata Farel".
"ada apa dengan mu Rel" kata Siska berjalan mendekat.
"Aku tidak tahu tiba-tiba kepala ku pusing".
Bagus seperti nya obat yang ku masukkan sudah beraksi" kata Siska lalu dia meminum kembali jus nya.
"Apa kau baik-baik saja".
"Seperti nya tidak, aku sangat pusing"
"Gimana kalau aku antar kamu pulang"
"Baik lah, kita naik mobil ku saja"
"Baik lah, berikan kunci mobil mu biar aku yang nyetir.
Farel kemudian memberikan kunci mobil nya pada Siska. Farel di bopong Siska masuk kedalam mobil. Ditengah perjalanan, Siska membelokan mobil Farel ke sebuah hotel yang sudah dipesan nya.
"Akhirnya aku akan memiliki mu sayang" kata Siska memegang pipi Farel".
"Sialan, ternyata ini rencana mu, kau akan lihat siapa yang masuk kedalam perangkap tikus mu itu, dasar wanita murahan" batin Farel berpura-pura pusing.
Siska membaringkan Farel diatas tempat tidur. Dia membuka jas dan sepatu Farel.
"Ah,kenapa kepala ku tiba-tiba pusing sekali dan badan ku sangat panas. Siska sudah tidak dapat menahan gejolak yang ada di tubuh nya, dia langsung menerkam Farel seperti singa yang kelaparan. Dengan cepat Farel menghindari Siska.
Semakin lama Siska semakin kepanasan dia sudah tidak sadar bahwa dia sudah tidak memakai baju nya hanya menyisakan dalaman saja. Saat itu lah Farel mulai melancarkan aksinya. Farel mematikan lampu kamar dan hanya memakai lampu tidur yang remang-remang sehingga wajah mereka tidak jelas terlihat.
__ADS_1
bersambung