
Malam pun berlalu berganti dengan pagi. Sudah tiga hari Farel berada diluar kota. Hari ini rencana nya Farel akan kembali kekota nya. Farel sudah bersiap untuk berangkat pulang.
Drreettt....ddreettt...
"Halo"
"Selamat siang pak Farel, kami dari kepolisian.
"Oh ya pak, ada yang bisa saya bantu?
"apa pak Farel bisa ke kantor polisi sekarang juga?
"Baik pak, saya akan segera kesana"
Farel langsung pergi menuju kantor polisi dengan mengendarai mobil hotel.
Ternyata banyak kasus pencucian uang yang sudah dilakukan tersangka tidak hanya pada perusahaan Farel saja tetapi sudah ada perusahaan yang menjadi korban keserakahan mereka. Dan salah satu dari tersangka adalah komplotan investasi bodong. Mendengar ucapan polisi, Farel sangat kaget dia tak menyangka jika karyawan nya adalah seorang penipu. Selesai dari kantor polisi Farel pergi menuju kantrr cabang untuk melihat keadaan kantor serta mengecek sistem keamanan kantor. Banyak data yang tidak sesuai dengan aplikasi kantor. Farel pun segera merombak susunan kepegawaian. Hari itu juga Farel menyortir dan tidak segan-segan Farel menurunkan jabatan karyawan nya yang dianggap tidak bagus kinerja nya. Tak terasa hari pun sudah malam, Farel baru sampai di kamar hotel nya.
"Ternyata sudah malam, lebih baik besok saja aku pulang" batin Farel.
Dia pun masuk kekamar mandi, selesai membersihkan tubuh nya Farel berdiri di balkon kamar nya dan menelpon seseorang.
"Halo sayang"
"Ya mas, kenapa gak ada ngabari aku seharian ini mas?
"Maaf ya, mas lagi sibuk dikantor ada sedikit perombakan karyawan kantor.
"Oh, jadi kapan mas akan pulang?
"Besok mas akan berangkat jam sebelas siang dan sore mas sudah sampai disana.
__ADS_1
Mas kangen banget sama kamu sayang".
"Aku juga kangen dengan mas.
"Tunggu mas pulang ya.
"Ya mas, aku akan selalu menunggu mas".
"Sudah dulu ya sayang mas mau istirahat dulu, kamu juga istirahat ya ini sudah malam.
Sambungan telepon mereka pun terputus. Farel masih berdiri di balkon kamar nya mencari udara segar. Dari kejauhan Farel melihat seorang sopir hotel yang memberi kan mobil kepada seseorang yang tidak dikenal Farel. Dan orang itu memberi sang sopir amplop yang entah apa isi nya. Farel tidak merasa curiga sedikit pun. Tanpa Farel sadari dia telah merekam orang yang berada dikejauhan itu melalui ponselnya. Dan Farel juga melihat mobil yang biasa dia pakai selama dihotel dibawa oleh pria yang memberikan amplop tadi.
Pagi itu cuaca sedikit mendung dan bergerimis, Farel duduk di balkon kamar hotel nya menikmati serapan nya yang sudah dipesan nya. Selesai serapan Farel bersiap-siap ingin berangkat kebendara. Farel segera meninggalkan hotel dia diantar oleh sopir hotel menuju bandara.
Dreeettt...dreeetttt...
"Halo ma" "Farel kamu dimana?
"oh, kamu hati-hati ya nak"
"Ya ma, mama sehat kan?
"ya mama sehat papa kamu juga sehat.
"Dudah dulu ya ma"
" ya Rel, kabari mama kalau sudah sampai bandara.
Tiba-tiba mobil yang dikendarai Farel tidak dapat terkendali kan
"Ada apa pak, kenapa mobil nya tidak bisa berhenti?
__ADS_1
"Rem mobil nya macet pak tidak berfungsi" jawab sang sopir.
"kurangi kecepatan nya pak nanti kita bisa nabrak" kata Farel mulai panik.
"Farel apa yang terjadi nak?
"Rem mobil nya blong ma"
Brraakkkk
Suara tabrakan yang keras terdengar ditelinga mama Sofi. Mobil yang di tumpangi Farel bertabrakan dengan truk. Tapi naas mobil Farel masuk kedalam jurang.
"halo Rel, halo..halo" kata mama.
"ada apa ma,kenapa teriak teriak di pinsel?
"Ini pa, seperti nya mobil yang ditumpangi Fsrel mengalami kecelakaan" kata mama panik.
"Mama tenang dulu coba jelaskan dengan papa".
"Tadi mama nelpon Farel ternyata dia sudah di perjalanan menuju bandara menaiki mobil yang disediakan hotel. Saat mama bicara tiba-tiba mama dengar suara Farel yang panik, terus mama tanya apa yang terjadi, Farel bilang rem mobilnya blong tidak berfungsi. Kemudian mama mendengar suara tabrakan yang cukuo keras pa" ujar mama Sofi menangis sejadi-jadi nya.
"Pa kita harus menyusul Farel kesana pa, mama takut Farel kenapa-napa".
"ya mama tenang dulu ya, kita akan berangkat sekarang juga. Mama siap siap sekarang papa akan menghubungi pilot yang bertugas menangani pesawat pribadi kita.
Sementara di tempat kecelakaan terjadi polisi sudah menangani nya, dan polisi juga sudah mengangkat mobil yang ditumpangi Farel dari jurang.
"hahaha...walau pun aku dalam penjara tapi aku masih bisa membalas mu Farel Wijaksana. Tidak sia-sia aku membayar orang untuk menghabisi diri mu.
Bersambung..
__ADS_1