Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 62


__ADS_3

Berbeda dengan Sinta yang saat ini sedang memperjuangkan cinta nya mendapatkan hati nya Randi.


Didalam kamar nya Sinta lagi berkirim pesan dengan Randi, Sinta berusaha mengajak Randi nonton.


πŸ‘©"Selamat malam mas Randi, lagi apa?


Satu menit, lima menit, sepuluh menit Randi tak kunjung membalas pesan dari Sinta.


"kenapa dia belum juga membalas pesan ku, apa dia sibuk?


Ting..sebuah pesan masuk setelah lebih dari lima belas menit.


πŸ‘¨"Maaf baru dibaca pesan nya, tadi lagi ada kerjaan kantor yang harus diselesaikan" jawab Randi.


πŸ‘©Sinta tersenyum mendapat balasan dari Randi "gak apa mas, maaf ya mengganggu".


πŸ‘¨ " gak kok, memang ada apa?


πŸ‘© " mas ada waktu gak, aku mau ngajak mas nonton kalau mas senggang.


πŸ‘¨ "maaf ya Sin kalau sekarang aku gak bisa munkin lain waktu saja ya, kamu gak marah kan?


πŸ‘© "oh ya udah gak apa mas, aku gak marah kok.


Sinta kembali menunggu pesan dari Randi tapi tidak ada lagi balasan nya.


Munkin mas Randi lagi sibuk bisa jadi kerjaan kantor nya lagi banyak. Gagal deh gue nonton, batin Sinta.


"Tumben amat Sinta ngajak gue nonton, sial kerjaan gue saat ini lagi numpuk. Semua ini harus kelar sebelum hari pertunangan Zeje agar gue bisa bantu-bantu"batin Randi.


Malam pun berganti dengan pagi. Zeje bersiap-siap mau berangkat ke kampus. Hari ini Zeje pergi sendiri mengendarai motor nya. Ditengah perjalanan menuju kampus Zeje melihat keramaian.


"Ada apa disana ramai sekali, apa yang sudah terjadi? Pak pak, ada apa disana itu" kata Zeje menanya seseorang yang sedang lewat.


"Oh itu neng ada korban tabrak lari.


"Siapa yang ditabrak pak?


"seperti nya wanita sebaya neng yang lagi hamil muda"


"Apa sudah ditolong pak atau di panggil ambulance gitu?


"Sudah neng, tadi ada warga yang sudah nelpon ambulance, permisi ya neng, saya harus kerja dulu.


"oh ya pak silah kan"jawab Zeje yang juga pergi melihat kejadian itu.

__ADS_1


"permisi..permisi...kata Zeje melewati kerumunan warga. Zeje terkejut begitu melihat siapa korban tabrak lari itu.


"Siska, kata Zeje mebutup mulutnya. Zeje langsung menghampiri Siska.


"Siska kamu harus bertahan kamu harus kuat" kata Zeje memangku kepala Siska.


"Ze..ze..aku sudah tidak kuat lagi perutku sangat sakit" kata Siska terbata.


"Siska, bertahan lah sebentar lagi ambulanc akan datang.


"Zeje perut ku sakit sekali aku takut terjadu sesuatu dengan anak ku.


"Kamu yang kuat ya, serah kan semua nya sama Allah, itu ambulance sudah datang. Aku akan susul kamu di belakang pakai motor"


"Siska hanya bisa mengangguk kan kepala nya.


Siska dibawa kerumah sakit terdekat naik mobil ambulance sedangkan Zeje mengikuti mobil itu dari belakang. Sampai di rumah sakit Siska langsung di bawa ke UGD untuk penanganan nya.


"Maaf mbak, anda tidak boleh masuk" kata perawat.


"Tapi suster saya ini teman nya"


"lebih baik anda tunggu saja di luar dan tolong hubungi keluarga korban.


Siapa yang harus aku hubungi sementara nomor mama Siska saja aku gak tahu" batin Zeje yang sedang berfikir.


Tuuut....tuuut....tuuut....


"Kenapa gak diangkat sih? Gerutu Zeje. Berkali -kali Zeje menghubungi Farel tapi tidak diangkat.


Sedangkan Farel saat ini sedang melakukan pertemuan dengan dewan direksi. Farel mematikan nada dering ponsel nya.


"Farel kemana sih, dari tadi di telpon tapi gak diangkat, Zeje berfikir siapa lagi yang harus di hubungi nya. Akhirnya Zeje menghubungi Andri.


Dreettt....dreeettt...


Sampai ke dua kali baru Andri mengangkat telpon nya.


"Non Zeje" gumam Andri.


" hallo non, ada apa?


"Begini pak Andri saat ini saya lagi dirumah sakit ini sangat darurat, ponsel mas Farel gak bisa dihubungi.


"Apa dirumah sakit, baik saya akan memberitahu bos.

__ADS_1


"Tapi pak And...


Zeje tidak sempat melanjutkan ucapan nya, telpon nya sudah di putus Andri.


Andri berlari menuju ruang pertemuan, nafas Andri sudah tidak beraturan dia takut terlambat memberi informasi kepada bos nya.


Braakkk...


Semua mata tertuju kepada pintu yang di buka paksa.


"Pak Andri, ucap para petinggi perusahaan. Mereka tidak ada yang berani marah pada Andri, karena Andri adalah orang nomor dua di WJS Group.


"Andri kenapa kau mendobrak pintu nya apa kau tidak lihat kamu sedang miting" tanya Farel menatap tajam Andri.


"Maaf bos ini darurat" jawab Andri yang berjalan mendekati Farel dan membisik kan sesuatu.


"Apa? Jawab Farel terkejut, dia langsung melihat ponsel nya dan pergi keluar meninggalkan para petinggi perusahaan.


Para petinggi perusahaan itu heran apa yang sudah terjadi sehingga Farel meninggalkan pertemuan pagi ini. Farel mencoba kembali menelpon Zeje perasaan nya sudah tidak karuan.


"Halo sayang,kamu dimana?


"aku lagi dirumah sakit mas.


"Oke, kamu tunggu disana, mas akan segera sampai.


Farel langsung menutup telpon nya tanpa mendengarkan penjelas Zeje. Stengah jam Farel sampai dirumah sakit.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan tidak ada yang luka?


"mas tenang dulu, yang luka itu bukan aku tapi Siska".


"Siska?


"Ya mas Siska mengalami kecelakaan tabrak lari dan saat ini dia sedang di tangani dokter.


"tapi kenapa kamu tidak menghubungi keluarga nya?


"Karena aku tidak tahu mas, maka nya aku telpon mas supaya mas yang memberi tahu keluarga nya.


"ah sayang kau sudah membuat mas cemas dan bergegas menemui mu sehingga mas meninggalkan pertemuan.


"Salah mas sendiri, main matiin telpon nya, aku aja belum selesai bicara sudah dinputus.


"Baik lah, mas akan telpon mama nya Siska dulu".

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2