Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 115


__ADS_3

Siang itu Zeje sedikit uring uringan di kamar karena tidak di ijin kan suami nya keluar rumah.


"mas, masa aku mau keluar duduk didepan gak boleh" kata Zeje


"gak boleh sayang, nanti kalau kamu jatuh kesandung gimana. Apa kamu gak sayang sama anak kita"


"tapi mas, aku bosan di kamar terus"


"kamu boleh keluar dari kamar tapi hanya batas ruang kelaurga dan dapur. Tapi ingat kamu gak boleh melakukan aktifitas apa pun itu"


"mas, kamu itu sudah meintimidasi aku, apa-apa gak dibolehin"


"sayang ini demi kesehatan kamu dan anak kita. Terserah apa kata mu, mau dibilang intimidasi, deskriminasi kriminalisasi, terserah. Yang pasti mas tidak ijin kan kamu keluar dari dalam rumah.


"mas, aku bosan"


"sudah dulu ya sayang, mas mau rapat sebentar lagi" kata Farel memutus sambungan telepon nya.


"dasar, emang dia pikir enak didalam kamar saja apa. Dia gak tahu rasa nya gimana bosan nya terkurung di kamar" gerutu Zeje.


Zeje bosan berbaring terus di kasur nya yang empuk itu. Dia keluar menuju balkon kamar nya melihat keadaan sekitar sambil berselancar di media sosial. Zeje mendengar suara mobil yang datang tapi dia tidak tahu siapa pemilik nya. Karena penasaran dia segera keluar dari dalam kamar dan pergi menuju ruang tamu.


"selamat siang tante Sofi" kata Delia yang datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan.


"siang, kamu Delia kan teman kuliah nya Farel dulu" kata mama Sofi.


"ya tante, syukur lah tante masih ingat dengan ku"


"ya tante sedikit mengingat wajah mu, silah kan duduk"


"terima kasih tante, oh ya apa kabar tante, apa masih rajin kebutik?


"tante sehat, ya tante masih sering kebutik. Tapi setelah menantu tante melahir kan maka butik akan tante serah kan dengan menantu tante"


"oh ya, tante masih sama seperti dulu masih percaya dengan orang lain"


"dia bukan orang lain, Zeje itu sudah tante anggap seperti anak sendiri. Dia wanita yang baik dan jujur juga sopan"


"seperti nya tante beruntung banget ya mendapat menantu seperti itu"


"ta tante sangat beruntung"


"andai saja aku bisa menjadi menantu tante, munkin aku juga akan menjadi wanita yang sangat beruntung" kata Delia tersenyum penuh arti.


"itu nama nya gak jodoh, lagian Farel juga tidak menyukai mu kan, Farel hanya menganggap kamu itu sebagai teman nya gak lebih"


Zeje yang berdiri di ujung anak tangga tersenyum senang mendengar ucapan mertuanya itu.


"itu lah yang aku sesal kan tante, kenapa Farel tidak melirik ku, jelas-jelas aku wanita yang berpendidikan dan juga berkelas" kata Delia menyombongkan diri nya.


"Farel tidak memandang seseorang dari segi materi atau pun kecantikan. Banyak wanita diluar sana yang suka dengan anak tante, tapi mereka hanya bisa mengandal kan tubuh nya. Munkin itu salah satu penilaian Farel mencari pendamping hidup nya"

__ADS_1


Delia yang mendengar ucapan mertua Zeje itu merasa tersindir, tapi dia bisa menguasai diri nya untuk tidak emosi.


"mama, sepertinya mama kedatangan tamu" kata Zeje menghampiri mertuanya itu.


"sayang, sini kenal kan ini Delia"


"hai, kuta bertemu lagi" ujar Zeje melambaikan tangan nya.


"kalian sudah saling kenal, dimana?"


"kita bertemu kemarin ma, di restoran saat makan siang" jawab Zeje.


Mertua nya Zeje itu langsung teringat saat Zeje dan Farel pulang makan siang kemarin.


#Flasback


"Zeje kamu kenapa, wajah nya kok ditekuk gitu" kata mama menyapa menantu nya itu saat akan masuk kedalam kamar.


"lagi kesel ma, sama teman nya mas Farel yang kecentilan" jawab Zeje.


"kenapa bisa?" tanya mama bingung.


"dia itu seperti nya suka deh dengan mas Farel, merusak makan siang kita saja" kata Zeje langsung berjalan menuju kamar nya.


"Farel kenapa istri mu terlihat kesal" tanya mama saat melihat Farel yang melenggang masuk.


"dia lagi kesal ma, sama teman kuliah aku dulu yang pernah menolong aku waktu tertabrak dulu" jawab Farel kemudian berlalu meninggalkan mama nya.


Flasback selesai.


"oh, jadi kalian sudah bertemu kemarin"


"ya tante, bahkan menantu tante sempat muntah dibaju aku" adu Delia. Rasain kamu lihat saja oasti kamu akan dimarahin sama mertua mu, batin Delia".


"oh ya, maaf ya Delia munkin Zeje tidak sengaja. Itu munkin bawaan kandungan nya yang tiba-tiba kadang mual" jawab mertua Zeje dengan lembut.


"ha, ya tante aku maklum kok" kata Delia dengan cengo"


"Loe pikir mertua gue akan marah gitu sama gue, kita lihat saja sampai mana permainan loe" batin Zeje.


"oh ya tan, Farel kemana kok gak kelihatan" kata Delia.


"oh..Farel lagi dikantor" jawab mertua Zeje itu.


"aku pengen ketemu sama dia tan, apa boleh. Sudah lama kami tidak berbincang-bincang"


"kalau itu kamu tanya sama orang nya saja, tante aja jarang bicara sama dia walau pun serumah"


"kenapa bisa begitu tan, apa ada yang memonopoli nya sehingga tante jarang bicara pada nya"


"bukan, hanya saja dia pulang malam saat tante sudah istirahat".

__ADS_1


"kasihan ya tante, tinggal serumah tapi jarang bicara sama anak sendiri, malah lebih banyak waktu sama istri nya"


"tante sih gak masalah kalau dia menghabis kan waktu buat istri nya, karena istri nya juga sedang hamil butuh perhatian, dari pada memperhatikan orang lain lebih baik kan istri sendiri diperhatikan"


Mendengar jawaban mertuanya itu Zeje tersenyum senang, sedang kan Delia terdiam dan raut wajah nya sedikit berubah.


"Terima kasih ya ma, mama memang mertua yang baik dan pengertian" ucap Zeje memeluk mertua nya itu dari samping.


Sedang kan Delia yang melihat nya sangat tidak suka.


"non Zeje, ini ada paket" kata bibik yang datang dari depan.


"paket dari siapa bik, perasaan aku gak ada mesan sesuatu" jawab Zeje.


"disini tertulis dari yang mencintai mu, gitu non" jawab bibik.


"sini bik biar aku buka saja"


"ini non" kata bibkk menyerah kan kotak bingkisan itu.


Zeje langsung membuka nya dan dia sangat kaget juga tersenyum. Ternyata paket itu titipan dari suami nya.


"wah, gaun nya sangat indah. Emang Farel sangat pandai memanja kan istri nya" kata mama mertua Zeje.


"ya ma, tapi gaun ini buat apa ya?


"coba lihat munkin ada sesuatu gitu yang dikirim kan Farel" kata mama.


"gak ada ma" jawab Zeje


Ting....sebuah pesan masuk keponsel Zeje.


"( sayang nanti jam 7 malam mas jemput ya, pakai gaun yang mas kirim kan dan dandan yang cantik. Mas akan membawa mu ke suatu tempat )"


Zeje tersenyum membaca pesan itu dan dia langsung membalas nya


"(ya mas, makasih ya gaun nya sangat cantik aku suka )"


Dan tidak ada lagi balasan dari Farel.


"apa kata suami mu Ze" tanya mama penasaran.


"mas Farel mau ngajak aku dinner ma nanti malam"


"pasti di suatu tempat yang romantis"


"ya ma kata nya juga begitu" jawab zeje tersenyum.


Delia yang melihat gaun indah milik Zeje merasa iri. Karena selama ini dia sangat mengingin kan gaun rancangan desainer terkenal itu tapi sangat sulit di dapat kan. Akhir nya Delia memutus kan keluar dari rumah itu dengan perasaan yang kesal.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2