
Saat ini mereka berada dirumah sakit untuk memeriksakan kandungan Zeje.
Zeje ditemani oleh suami nya dan mama mertua nya.
"ibu Zeje" panggil suster
"saya sus" jawab Zeje
"ayo buk, sekarang giliran anda"
Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan poli kandungan. Dokter Rima pun melakukan pemeriksaan. Zeje berbaring di tempat tidur dan dengan segera suster mengoleskan jel ke perut Zeje.
Dokter Rima segera melakukan USG, Farel dan mama nya sangat antusia memperhatikan layar komputer.
"janin nya sudah berusia sekitar dua minggu ya buk" kata dokter Rima.
"mana dok, kok saya tidak bisa melihat nya" ujar Fsrel yang masih menatap layar komputer.
"janin nya masih berbentuk gumpalan sebesar biji kacang pak" jawab dokter Rima.
"lihat ini pak, buk, titik hitam ditengah ini, ini adalah janin nya, yang masih berbentuk gumpalan daging. Dia akan terlihat saat kandungan nya berusia empat bulan" ujar dokter Rima kembali.
"lama banget dok, untuk melihat nya jadi bayi" ujar Farel dengan bodoh nya.
Plak..
"mama, sakit ma, kenapa menimpuk ku" kata Fsrel mengusap lengan nya. Dokter yang melihat nya hanya tersenyum.
"kamu pikir janin itu begitu jadi langsung besar, semuanya punya proses Rel, masa seorang CEO gak paham yang kayak gini" ujar mama memutar bola mata nya jengah.
"ya elah ma, Farel mana tahu yang kayak gini, maka nya aku tanya"jawab Farel membela diri.
"nanti bulan depan datang lagi kesini ya buk Zeje, saya akan buatkan resep dan vitamin nya. Sejauh ini kandungan nya sehat, hanya saja calon ibu harus banyak istirahat karena di trisemester pertama kandungan sangat rentan. Usahakan banyak makan buah dan sayur ya buat calon ibu.
"ya dok, terima kasih ya" jawab Zeje.
Selesai melakukan pemeriksaan, mereka segera pamitan dengan dokter kandungan itu. Dan Farel segera pergi menebus obat ke apotik yang sudah diresep kan dokter.
Mereka pun kembali pulang kerumah, didalam sudah menunggu Sinta, Rani, dan Amanda.
"Assalamu'alaikum" kata mereka
"wa'alaikum salam" jawab orangbyang didalam rumah.
"kak, gimana hasil nya? Benaran kan calon ponakan aku ada disini" kata Amanda mengelus perut Zeje.
Mendapat perlakuan dan penyambutan yang baik, Zeje merasa bahagia.
"ya, calon ponakan kalian sebentar lagi akan hadir" jawab Farel
"benaran kak?tanya Manda melihat Zeje
"ya" jawab Zeje menganggukan kepala nya.
__ADS_1
Rani dan Sinta segera mendekati Zeje.
"gue gak salah dengar kan, gue akan memiliki ponakan? Kata Sinta
"ya Sin, sebentar lagi kalian akan di panggil aunty" kata Zeje.
"gue udah gak sabar, mau melihat dedek bayi nya, dia sehat kan Ze?
"alhamdulillah Ran, semua nya sehat.
" kalau gitu gue akan menunggu saat nya tiba untuk membeli perlengkapan bayi" ujar Rani.
"sayang, kamu harus banyak istirahat ya, ingat kata dokter. Mas buat kan dulu susu untuk kamu"
"ya mas, aku masih mau disini cerita sama mereka"
"ya, kalau capek istirahat ya sayang" kata Farel mengelus kepala Zeje.
Farel pun berlalu meninggalkan tiga sekawan itu, dia membuat kan susu untuk istri nya.
"Ran, loe hutang penjelasan sama kita" kata Zeje melihat Rani.
"ya Ran, sekarang loe jelasin sama kita" ujar Sinta menimpali.
"santai aja napa! Gini gini, gue juga gak tahu kalau Kevin seorang pangeran. Rani pun menceritakan yang sebenarnya.
"jadi Ran, loe mau tinggal di istana itu?
"kalau untuk menetap seperti nya gue gak bisa, Kevin juga tidak mau tinggal di istana nya. Tapi kalau untuk sementara gue mau agar gue bisa mengenal anggota keluarganya" ujar Rani di angguku teman nya.
"ya Ran, secara loe kan wanita bar bar" timpal Zeje tertawa melihat Rani yang cemberut.
"kalian kejam banget sih, masa teman sendiri di katain bar bar" ujar Rani cemberut.
"ciee...calon putri kerajaan cemberut tuh, ampun tuan putri" kata Sinta tertawa.
"sayang, ayo diminum susu nya dan makan buah nya ya" kata Farel yang datang membawa segelas susu dan sepiring buah buahan yang sudah di potong.
"ya mas, makasih ya"
"untuk kita kom gak dibuatin" kata Sinta.
"emang kamu hamil maka nya mau minum susu hamil? Tanya Farel
"ih..amit amit, gue gak mau lah" jawab Sinta.
Setelah Farel pergi ke ruang kerja nya, Zeje dan teman teman nya pindah ke gazebo taman belakang. Mereka menghabiskan waktu sampai Zeje tertidur di gazebo.
Sinta tak tega melihat nya, sehingga dia menghubungi Farel untuk mengangkat Zeje kedalam kamar.
Malam pun tiba, Zeje sudah bangun sore itu. Dia segera menghubungi orang tua nya untuk memberi kabar bahagia itu.
[ halo buk ]
__ADS_1
[ ya Ze, kamu sehat kan? ]
[ ya buk, aku ada kabar gembira buat kalian ]
[ oh ya, kabar apa Ze ]
[sebentar lagi ibu akan menjadi nenek ]
[alhamdulillah, benar Ze kamu hamil]
[ ya buk, siang tadi kami baru periksa ]
[ cucu ibu sehat kan ]
[ alhamdulillah semua nya sehat buk, oh ya buk ayah di mana? ]
[ ayah kamu ada di mesjid, lagi ada ceramah ustad ]
[ oh, ibu dan ayah sehat kan?]
[ kami semua sehat, kamu jaga kandungan mu baik baik ya Ze, jangan kerja berat berat, harus banyak istirahat ]
[ ya buk, sudah dulu ya buk, aku mau makan dulu, assalamu'alaikum buk ]
[ya, wa'alaikum salam] jawab ibu, dan telepon nya pun terputus.
Zeje sangat bahagia karena di perlakukan suami nya dengan sangat perhatian. Farel sangat memanjakan istri nya saat hamil semua keinginan ngidam nya di penuhi.
"mas, aku pengen makan rujak yang ada di dekat taman itu mas" kata Zeje saat sedang bersantai menonton televisi bersama mertua dan adik ipar nya.
"sayang, ini sudah malam loh, mana ada tukang rujak jualan malam malam gini"
"ada mas, biasa nya tukang rujak itu tutup jam sepuluh malam mas"
"nanti aja ya sayang, ini sudah malam, nanti kamu sakit perut.
"mas, ini keinginan dedek bayi nya loh mas, kamu mau anak kamu ileran kalo lahir?
"gak mau lah sayang, masa ayah nya ganteng gini anak nya ileran"
"ya sudah, kamu beli gih sana" kata Zeje manyun.
"tapi sayang...
"sudah lah Rel, kamu turuti saja kemauan Zeje. Apa susah nya sih? Kata papa yang mendengar permintaan Zeje.
"Ya Rel, mama saja dulu ngidam waktu hamil kamu, papa kamu tuh mama suruh cari pokok mangga tengah malam.
"ya, papa masih ingat, waktu itu yang punya rumah punya anjing peliharaan, sampe papa dikejar anjing nya" kata papa tersenyum mengingat momen tersebut.
"tuh dengar mas, papa saja rela manjat pokok mangga demi kamu biar gak ileran, masa kamu gak mau nuruti bayi kamu mas"
"iya iya, mas akan beli kan, kamu tunggu ya jangan tidur dulu" kata Farel yang menyambar kunci mobil nya.
__ADS_1
Bersambung