
Pagi yang indah diawali dengan turun nya hujan membuat sepasang pengantin itu urung bangun dari tidurnya. Mereka masih asik dengan dekapan hangat dibawah selimut.
Farel sudah dari tadi bangun tapi dia enggan untuk bangkit. Farel terus saja memperhatikan wajah istri nya yang sedang tidur.
"terima kasih sayang sudah mau bertahan dan menunggu diri ku" ujar Farel yang terus mengusap wajah istrinya.
Zeje yang merasa wajahnya diusap membuka mata perlahan. Dia tersenyum melihat wajah suaminya.
"mas, kamu sudah bangun?
"sayang maaf ya membuat kamu terganggu.
"tidak mas, aku senang kok. Kenapa kamu gak bangun kan aku mas ini sudah jam berapa?
"sayang ini masih jam setengah tujuh pagi, mas gak tega membangunkan kamu.
"mas, kapan kita keluar dari hotel ini?
"nanti sore kita pulang sayang, kamu besok masuk kuliahkan?
"ya mas, aku hanya cuti tiga hari mas.
"sayang gimana kalau kita pindah kerumah kita sendiri?
"apa mas sudah ada rumah sendiri?
"mas masih memikirkan nya sayang, kalau kamu mau kita akan segera mencari rumah yang tidak jauh dari rumah mama.
"nanti saja mas kita pikirkan lagi" ujar Zeje, tangan nya terus saja melukis di dada bidang suaminya.
"sayang, kau sengaja ya menggoda mas?
"siapa yang menggoda mas? Tanya Zeje bingung.
"sayang tangan mu itu sudah membangunkan sesutu dibawah sana" kata Farel dengan suara berat.
__ADS_1
"membangunkan siapa mas, kata Zeje dengan polos nya.
Farel menarik tangan istrinya menuju sesutu yang sudah berdiri tegak dibawah selimut.
"ini sayang, kamu sudah membangunkan nya"
"tapi mas ak...
Zeje tidak dapat melanjutkan ucapan nya, bibirnya sudah dibungkan Farel dengan ciuman. Zeje sangat kaget tapi Zeje bisa mengimbangi permainan suaminya.
"sayang mas bolehkan melakukan nya?
"boleh mas, aku adalah milik mu sudah kewajiban ku melayani keinginan mu" kata Zeje dengan tersenyum manis.
"apa sudah tidak sakit lagi sayang?
"sudah berkurang sih mas, tapi pelan- pelan ya mas.
"ya sayang, mas akan melakukan nya dengan pelan.
Aagghhhh...
"terima kasih ya sayang, mas sangat mencintai mu" kata Farel yang ambruk kesamping istri nya.
"ya mas, aku juga sangat mencintai mu" jawab Zeje memeluk tubuh suami nya.
Akhirnya pagi itu pun terjadi penyatuan antara dua gen yang berbeda sehingga menghasilkan gen gen junior. Farel dan Zeje kembali tertidur setelah melakukan kegiatan panas mereka di pagi hari.
"sayang ayo bangun, kita serapan dulu" kata Farel membangunkan istri nya yang sedang tertidur pulas.
"mas, aku ngantuk banget, badan aku rasanya remuk semua"
"ya mas tahu tapi kamu harus serapan dulu, nanti baru lanjut tidurnya.
"hemm..emangnya ini sudah jam berapa mas?
__ADS_1
"ini sudah jam sepuluh sayang"jawab Farel yang meletak kan serapan nya di atas nakas.
"Apa, jam sepuluh mas? Kenapa mas gak bangunkan aku?
"mas juga baru bangun dan langsung memesan makanan yang disediakan hotel.
Zeje bangkit dari tidurnya dan langsung berlari ke kamar mandi dengan menggunakan selimut sebagai penutup tubuhnya.
"aish..perihnya" kata Zeje yang sudah duduk di atas closed.
Zeje segera membersihkan tubuh nya, dia tidak mau membuat suami nya menunggu lama.
Sedangkan Farel berencana membereskan rempat tidur.
"darah" gumam Farel tersenyum. "terima kasih sayang sudah menjaga nya untuk mas" gumam Farel penuh kebahagiaan.
Lima belas menit kemudian Zeje keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono.
"mas, kamu sedang apa? Tanya Zeje yang melihat suaminya bengong menatap ke arah jendela.
"sayang kamu sudah selesai mandi, kenapa lama sekali?
"gimana gak lama mas, kamu sudah membuat leher ku seperti di gigit drakula saja. Lihat ini terlalu banyak cap merah nya" kata Zeje menunjuk kan tanda merah itu kepada Farel.
Farel yang melihat itu pun tersenyum " sayang itu tanda kepemilikan"
"sudah seperti kenderaan saja pakai tanda kepemilikan.
"iya dong sayang kamu itu kenderaan mas menuju syurga" kata Farel lalu mengecup dahi istri nya.
"kita serapan dulu ya mas sudah lapar?
"ya mas, aku juga sudah lapar" kata Zeje yang sudah duduk di meja hidangan.
Bersambung
__ADS_1