Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 113


__ADS_3

Semua anggota keluarga yang menginap dihotel sudah pulang kerumah masing-masing pagi itu. BegiTTSu juga sepasang pengantin bari rersebut yang menyusul pulang kerumah orang tua Randi. Kebetulan siang itu Zeje dan suami nya berada dirumah orang tua Zeje.


"Asaalamu'alaikum buk"


"Wa'alaikum salam" jawab mereka dari dalam.


"loh, kenapa kalian ikut pulang, bukan nya kalian akan menginap selama tiga hari dihotel? Tanya ibu bingung"


"kita rencana nya mau pindah kerumah orang tua Sinta buk" jawab Randi.


"oh..gitu. kalian istirahat saja dulu, ibu mau masak untuk makan siang kita"


"ya buk, jawab mereka. Lalu Sinta pun menuju kamar Randi untuk menyimpan koper mereka. Sedang kan Randi duduk bersama adik nya di ruang tamu.


"Ze, ayah mana? Tanya Randi"


"ayah lagi di kamar kak, sedang kan Pasha tadi dijemput teman nya"


Farel yang memperhatikan pun tak tahan untuk bertanya.


"kalian kenapa ikut pulang, apa kalian sudah unboxing?


Zeje yang mendengar ucapan suami nya memukul paha Farel


"mas, kenapa nanya begitu, itu privasi mereka"


"heran saja sayang, masa pengantin baru mau tinggal dirumah orang tua, apa gak takut terganggu?"


"huuhh..unboxing nya gagal" jawab Randi menyandarkan kepala nya di sofa.


"gagal, kenapa bisa? Apa istri mu takut melihat tongkat bisbol mu? Kata Farel"


"bukan takut, tapi dia sedang datang bulan"


"haha...kasihan ya pengantin baru yang gagal di malam pertama nya"

__ADS_1


"mas, gak boleh gitu, apa kamu mau malam ini tidur diluar?"


"gak sayang, mas mana bisa tidur tanpa kamu, maaf ya"


"sial bener nasib gue, sudah diujung tanduk eh..malah palang merah" gumam Randi.


"sabar kak, itu hanya seminggu, nanti setelah itu bisa di cicil kan" kata Zeje tersenyum menggoda kakak nya.


"kamu benar Ze, nanti kakak akan balas dendam"


"bagus itu biar cepat nyusul kita yang bentar lagi punya baby" kata Farel.


"nah,setelah Sinta selesai datang bulan nya, maka dia akan memasuki masa subur nya setelah tiga hari selesai. Maka di situ bagus buat unboxing biar cepat jadi" ujar Zeje.


"Ran, kalian benae akan tinggal dirumah orang tua Sinta?


"iya Rel, itu permintaan orang tua nya Sinta. Lagian kata mereka rumah itu juga sudah atas nama Sinta karena dia anak tunggal. Dan mereka juga akan menetap di luar negeri.


"oh, bagus lah setidak nya rumah itu tidak dibiar kan kosong. Memang selama ini mereka membangun usaha nya di singapur, maka nya mereka sering meninggalkan Sinta sendirian, sekarang gue yakin loe bisa menjaga dan membahagiakan Sinta.


Tanpa terasa waktu sudah memasuki sore hari, setelah makan siang bersama, Zeje dan Farel pun pamitan kepada orang tua nya.


"buk, kita pulang dulu ya, nanti kita kesini lagi kalau ada waktu"


"ya Ze, kalau kamu rindu biar ibu dan ayah yang datang kesana. Kamu lagi hamil gak baik terlalu banyak gerak apa lagi bepergian jauh".


"makasih ya buk, aku sayang ibu"


"ya ibu juga sayang kamu, sudah sana suami kamu sudah nunggu"


"ya buk, assalamu'alaikum" pamit Zeje


"wa'alaikum salam, nak Farel hati-hati ya nyetir nya"


"ya buk, kita pergi dulu ya" Farel pun melajukan mobil nya meninggal kan rumah mertua nya itu.

__ADS_1


Sepeninggal Zeje dan Farel, Sinta dan Randi duduk di ruang keluarga bersama ibu dan ayah. Mereka ingin menyampai kan maksud mereka.


"buk, ayah, sebenar nya ada yang mau kami bicara kan" kata Randi.


"apa ada masalah? Tanya ayah"


"begini ya, munkin besok atau lusa kami akan pindah kerumah orang tua nya Sinta"


"kenapa harus mendadak seperti itu? Tanya ayah"


"tiga hari lagi orang tua Sinta akan kembali ke singapur, jadi kami yang akan menempati rumah mereka. Karena rumah itu sudah diserah kan kepada Sinta"


"ayah tidak keberatan kalian mau tinggal di mana pun. Kalian sudah berkeluarga dan bisa menentukan pilihan hidup kalian. Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung keinginan anak-anak kami selagi itu masih dijalan yang benar. Ayah juga tahu, kalau orang tua Sinta akan menetap di singapur karena mereka sudah terlebih dahulu bicara pada ayah dan ibu"


"terima kasih yah, buk, kami akan selalu mengunjungi kalian saat kami senggang".


"Randi, ayah hanya berpesan, tolong jaga Sinta, jangan pernah kau sakiti dia apa lagi sampai memukul nya. Kalau ada masalah segera selesai kan dengan kepala dingin bukan dengan kekerasan. Ayah sudah menganggap Sinta seperti anak sendiri. Jika kau memperlakukan istri mu dengan baik, maka adik mu Zeje akan mendapat perlakuan yang baik dari suami nya, itu sudah hukum alam"


"Ayah, ibu, terima kasih ya sudah menyanyangi aku seperti anak sendiri. Rasanya aku kembali mendapat kan kasih sayang orang tua, selama ini orang tua kandung ku sangat sibuk dengan urusan mereka. Dari kecil sampai sekarang aku tidak pernah merasakan bagai mana diperhatikan orang tua. Tapi setelah masuk kedalam keluarga ini, aku merasa mendapat keluarga baru yang sangat peduli pada ku"


"honey, kenapa kamu menangis? Kata Randi menarik istri nya kedalam pelukan nya"


"aku bukan menangis, tapi aku merasa bahagia bisa menjadi salah satu keluarga ini"


"Sinta, kamu sudah kami anggap sebagai anak kami seperti Zeje, kamu tidak perlu sungkan jika membutuh kan sesuatu ataubmau curhat dengan ibu, ibu siap mendengarkan keluh kesah mu" kata ibu.


"terima kasih ya buk "


"ya, Randi bawa istri mu istirahat munkin dia lelah"


"baik buk, ayo honey"


Sinta hanya mengangguk dan bangkit menuju kamar mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2