
Farel dan istri nya berangkat menuju sebuah gedung yang disana banyak dari kalangan orang kaya, petinggi dan konglomerat yang hadir. Mereka telah sampai di tempat tujuan dan Farel memarkirkan mobil nya di tempat parkir yang sudah disedia kan. Farel keluar dari dalam mobil nya dan berjalan mengelilingi mobil untuk membuka kan pintu yang disebelah Zeje.
"ayo sayang kita sudah sampai" kata Farel mengulurkan tangan nya dan di sambut Zeje.
"ini tempat apa mas? Tanya Zeje penasaran.
"nanti kamu juga akan tahu, kamu harus tetap disamping mas ya, jika mau ketoilet bilang sama mas. Karena disini tempat berkumpul nya para pesaing bisnis" kata Farel mewanti-wanti keadaan istri nya.
"baik mas, aku bisa kok jaga diri"
"mas tahu kamu jago karate tapi dalam keadaan hamil mas gak yakin kamu bisa melumpuhkan orang"
"ya deh, aku akan disamping mas terus"
"gitu dong jadi istri yang baik"
Farel terus menggandeng tangan istri nya masuk kedalam gedung. Semua mata yang ada disana memandang kearah mereka. Tak lupa para paparaze mengabadi kan foto mereka berdua.
"selamat datang pak Farel, mari silah kan duduk. Disana tempat anda sudah disedia kan" kata salah seorangvyang mengadakan acara pelelangan tersebut.
"terima kasih pak, saya kesana dulu menyapa yang lain" kata Farel
"silah kan pak"
Farel dan Zeje menuju meja yamg sudah disedia kan. Banyak kolega dan pesaing bisnis yang mengenal Farel lalu menyapa mereka. Sementara Zeje masih berdiri disamping suami nya itu dan melihat lihat setiap sudut ruangan. Dan mata nya tertuju pada sebuah pamplet.
"oo..jadi ini acara pelelangan besar-besaran, kayak nya seru juga melihat nya. Kira-kira apa ya yang dilelang. Apa kah gaun , perhiasan, atau barang antik. Jadi gak sabar melihat nya" batin Zeje.
"sayang, ayo duduk nanti kaki kamu bisa pegal lama-lama berdiri" kata Farel membuyar kan lamunan Zeje.
"ya mas, kata Zeje lalu duduk saat Farel sudah menarik kursi untuk Zeje.
"mas, kira-kira di acara ini apa yang akan di lelang ya mas"
"mas juga gak tahu sayang, tapi yamg mas dengar, ada sebuah kalung bertahta kan berlian yang sangat langka, dan itu kalung berasal dari kalifornia" kata Farel memberi tahu istri nya.
"wah mas, itu pasti sangat mahal harga nya. Pasti banyak yang mengincar kalung berlian itu"
"ya seperti nya begitu sayang"
__ADS_1
Acara pun dimulai, dari mulai gaun yang indah sampai barang antik di lelang. Zeje yang mengikuti acara tersebut sangat antusias melihat nya.
"mas, gaun nya cantik ya" kata Zeje
"kamu suka sayang, kalau kamu mau mas akan ambil untuk mu"
"gak mas, sepertinya gaun itu tidak muat di badan aku"
"tapi bisa dipakai setelah kamu lahiran sayang"
"ya sih mas, tapi tetap saja gak muat mas. Gak usah deh mas, lagian aku gak suka makek baju kayak gitu sangat terbuka"
"benar juga kata kamu sayang, nanti yang ada kamu jadi dilihati pria di luaran sana, mas gak terima lah" kata Farel yang mulai keluar sifat posesif nya.
Zeje kembali memperhatikan pembawa acara. Saat ini adalah pelelangan yang terakhir, pembawa acara mengeluarkan sebuak kalung berlian yang sangat indah dan berkilau. Zeje yang melihat nya menjadi terpukau dengan keindahan nya. Pembawa acara langsung membuka harga. Banyak yang menawar kalung tersebut dengan harga yang tinggi. Saat tidak ada lagi yang bisa menawar kan harga tinggi, pembawa acara kembali berkata
"oke, siapa lagi yang sanggup menawar harga nya, kalau tidak ada akan saya ketuk palu untuk bapak nomor tujuh" kata pembawa acara.
Dengan gerakan cepat Farel bangkit dan menyebut kan nominal angka penawaran nya. Semua mata memandang ke arah nya begitu juga dengan Zeje.
"baik, apa ada lagi yang berani menawar di atas harga bapak nomor sepuluh"
Semua yang hadir disana tidak ada yang berani menaik kan harga lagi.
Semua bertepuk tangan, dan Farel menggandeng tangan istri nya menuju panggung. Sesampai nya di atas panggung, seorang wanita cantik menyerah kan kotak perhiasan tersebut kepada Farel. Dan Farel mengambil nya lalu memasangkan nya di leher istri nya.
"mas, ini beneran untuk aku? Tanya Zeje tak percaya"
"ya sayang, kamu sunggub cantik memakai kalung itu"
"terima kasih mas, kamu sangat baik"
"untuk istri mas yang tercinta semua akan mas lakukan, gimana kamu suka kan?"
"tentu mas, aku suka, maksih ya mas" kata Zeje memeluk suami nya.
Semua yang hadir bertepuk tangan melihat kemesraan mereka malam ini. Tak bisa di pungkiri mereka akan menjadi tranding topik esok pagi nya di media sosial dan berita koran.
Selesai acara benyak yang mengucapkan selamat kepada mereka. Setelah itu Farel membawa istri nya kesebuah restoran untuk mengisi perut mereka. Karena saat di tempat pelelangan tersebut, mereka tidak sempat menikmati makanan nya.
__ADS_1
Selesai makan mereka pun pulang kerumah telah larut malam. Para penghuni rumah sudah pada tidur. Zeje masuk kedalam kamar mandi dan mengganti pakaian nya dengan baju tidur, begitu juga Farel yang sudah membersih kan diri nya.
"mas aku gak nyangka bisa memiliki kalung ini, rasa nya seperti mimpi"
"kamu simpan yang baik kalung itu, karena kita tidak tahu sifat seseorang banyak yang mengincar kalumg itu.
"ya mas, apa mas ada saran dimana aku harus menyimpan nya?
"ada, sini ikut mas" kata Farel lalu menuju kamar mandi.
"kok ke kamar mandi mas? Tanya Zeje heran"
Farel mengetok sebuah cermin yang lengket di dinding kamar mandi. Lalu cermin itu bergeser beserta tembok yang di belakang cermin.
Zeje yang melihat nya merasa sangat takjub dengan ruangan yang bergerak itu.
"sayang, ayo masuk" ajak Farel
Mereka kemudian masuk kesebuah ruangan yang dimana terdapat beberapa barang berharga milik keluarga Farel. Dan betapa kaget nya Zeje saat melihat semua perhiasan nya yang jarang dipakai nya juga berada disana.
"mas, tempat ini kapan kamu siap kan, dan kenapa aku tidak tahu?
"sebenar nya tempat ini sudah lama mas sediakan untuk menyimpan berkas yang penting, hanya mas dan kamu yang tahu ruangan ini. Jadi setiap barang berharga kamu simpan di ruangan ini"
"baik mas, aku mengerti" jawab Zeje.
Tapi mata Zeje tiba-tiba tertuju pada sebuah lukisan.
Zeje memperhatikan lukisan itu dengan seksama "kenapa lukisan ini mirip dengan wajah ku"batin Zeje.
Farel yang melihat istri nya memperhatikan lukisan tersebut, langsung menghampiri Zeje dan tersenyum.
"sayang apa kamu mengenal lukisan itu?"
"ini seperti wajah ku mas" jawab Zeje masih melihat lukisan itu.
"itu memang wajah mu sayang, mas sendiri yang melukis nya saat pertama kali kamu datang ke rumah ini" jawab Farel tersenyum.
Bersambung
__ADS_1
Kami segenap keluarga besar SIAHAAN dan MARGOLANG mengucapkan minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin.🙏🙏
Eid mubarok 1444 H.