
Desas desus tentang Zeje yang sudah menikah dengan Farel tersebar luas diseluruh kampus. Ada yang berbahagia ada juga yang mencibir Zeje. Tapi Zeje tidak mau menggapi nya. Sebelum pulang Farel meminta izin kepada dosen Zeje untuk liburan bulan madu. Mereka mendapat izin selama satu minggu karena Zeje harus menyelesaikan sidang meja hijau nya tiga pekan lagi.
"sayamg, besok kita berangkat, sekarang kita belanja keperluan yang kita butuhkan untuk disana
"ya mas, aku juga kepikiran seperti itu.
"gimana kalau sekarang saja kita belanja nya sambil makan siang" ajak Farel menggandeng tangan istrinya menuju mobil.
"baik mas, tapi gimana pekerjaan mas dikantor.
"sekretaris mas sudah menghandel nya".
Mereka pun menuju mal untuk berbelanja, hampir tiga jam mereka di mal tak terasa perutnya pun sidah keroncongan.
Krriiuukk...
"sayang kamu lapar? Tanya Farel mendengar suara aneh dari perut istrinya.
"ya mas, hehehe..
"kita makan dulu yuk"
"kita makan disana saja mas"tunjuk Zeje kesebuah restoran yang asa di mal tersebut.
Hari sudah sore merwka pun kembali ke kediaman Wijaksana.
Mereka disambut hangat oleh mama Sofi juga kakek dan nenek Denso.
"kalian dari mana? Kata mama melihat mereka pulang berdua membawa belanjaan.
"kita habis belanja ma membeli keperluan untuk pergi besok" jawab Farel.
"oh..kok gak ngajak mama sih, tau gitu mama kan bisa nyusul sama nenek.
__ADS_1
"mama sudah tua gak baik lama lama di mal" jawab Farel menggoda mama nya.
"kamu ngatain mama tua ya, mama masih bisa buat kan adik untuk kamu kalau kamu tahu" kata mama dengan wajah kesal.
"mama mau punya anak lagi, kalau gitu kita ikut Farel dan Zeje bulan madu biar mereka dapat adik ma" kata papa yang tiba tiba timbul entah dari mana.
"papa, aku gak mau punya adik lagi, apa kata orang kalau aku punya adik bayi" kata Farel dengan kesal melihat kelakuan papa nya yang tak mau kalah.
"kalau kamu gak mau punya adik bayi, kamu haeus memberi kami seorang cucu" jawab papa.
"ya Rel, semoga dengan kembalinya kalian dari bulan madu, kami mendapatkan kabar bahagia, tapi kalian gak usah khawatir, kalau pun belum berhasil bisa dicoba lagi" ujar nenek membuat wajah Zeje jadi malu.
"ya nek,doa kan saja semoga rumah kita ini segera terdengar suara tangisan dan tawa seorang bayi.
"itu sudah pasti, nenek dan kakek akan selalu mendoa kan kalian. Kalian istirahat saja dulu istri kamu pasti lelah.
"ya nek, kami kekamar dulu ya semuanya.
"makasih ya sayang tau saja mama mau ngemil.
"tau dong, itu kan kebiasaan mama dari dulu tapi jangan banyak banyak makan yang manis ma"
"ya sayang, kalian istirahat saja dulu"
"ya ma,kita keatas dulu ya"
****
Pagi itu Zeje dan Farel sudah siap dengan koper mereka didepan pintu.
"ma, pa kami berangkat dulu ya" kata Zeje dan Farel menghampiri orang tuanya.
"ya sayang, kalian hati-hati disana ya, Farel kamu harus menjaga mantu mama selama disana, awas saja kalau Zeje kenapa napa" kata mama mengancam anak nya itu.
__ADS_1
"ya ma, gak munkin juga kan Farel terlantarkan istri Farel sendiri.
"mana tahu mata kamu kelilipan lihat bule disana seperti papa kamu dulu sampe sampe mama ditinggal dan papa kamu menggandeng bule itu" kata mama yang masih ingat kisah nya dulu waktu bulan madu.
"mama, itu cuma salah paham, papa kira itu tangan mama gak tau nya bule yang hanya menggunakakn bra dan celana pendek" jawab papa membela diri.
Mereka yang mendengar nya pun jadi tertawa.
"kakek, nenek, doa kan kami selamat sampai tujuan ya" kata Farel mencium punggung tangan wanita dan pria yang sudah sepuh itu.
"ya nak, kami akan doa kan, segera lah beri kami kabar kalau sudah sampai" kawab kakek Deso.
"ya kek, kami berangkat dulu ya"
Mereka masuk mobil dan pergi menuju bandara, kali ini mereka menggunakan pesawat komersial kelas satu.
Tak terasa mereka sudah sampai dikota paris italia kota yang banyak digemari kalangan muda dan tua. Mereka sudah memesan hotel yang memiliki pemandangan yang indah.
Farel langsung merebahkan tubuh nya diatas tempat tidur yang empuk. Karena merasa lelah dan mengantuk Farel langsung memejamkan matanya. Sedangkan Zeje masih menikmati pemandangan yang indah dari kamar hotel mereka.
"Mas, pemandangan nya sangat indah lihat deh mas" kata Zeje yang masih menatap kearah luar jendela.
"mas...mas Farel kamu dimana" kata Zeje melihat kebelakang nya. Ya ampun mas, kamu sudah tudur dari tadi aku bicara sendiri dong" kata Zeje menggelengkan kepala nya. Bukan nya marah malah Zeje tersenyum melihat suaminya yang tidur teelentang itu.
" kamu kelihatan lelah sekali mas" kata Zeje sambil membuka sepatu suaminya.
Selesai membenarkan tidur suaminya Zeje masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya setelah itu menyusul suaminya kealam mimpi.
Waktu sudah menunjukan jam sepuluh pagi. Farel sudah bangun dari lima belas menit yang lalu tapi dia enggan beranjak dari tempat tidur. Farel masih setia menemani dan memperhatikan wajah cantik istrinya saat terlelap.
Bersambung
Jangan lupa mampir dikarya aku yang baru "mertuku seperti maduku" terima kasih sudah memberi saya dukungan.
__ADS_1