
Hari ini adalah hari keberangkatan keluarga besar Zeje menuju kampung halaman Kevin.
Mereka berangkat menaiki pesawat pribadi milik keluarga Wijaksana. Sementara Kevin dan Rani sudah berangkat terlebih dahulu beberapa hari yang lalu.
"nak, kamu baik-baik dirumah ya, Farel tolong jaga Zeje ya" kata ibu"
"ya buk, aku pasti menjaga istri ku"
"kalau ada apa-apa langsung hubungi kami ya" ujar ibu lagi.
"ya buk, ibu tenang saja aku pastu baik-baik saja kok" jawab Zeje.
"Farel, mama berangkat dulu ya kamu jaga ekstra istri mu, kalau terjadi sesuatu atau Zeje mau lahiran langsung hubungi kami"
"baik ma" jawab Farel.
Setelah berpamitan, mereka segera berangkat menuju bandara dimana pesawat pribadi mereka sudah disiap kan.
Zeje dan Farel tidak bisa ikut, karena ini bulan ini sudah memasuki jadwal melahirkan Zeje, hanya menunggu hari lahir saja. Zeje sangat sedih karena tidak bisa menyaksikan hari istimewa sahabat nya. Farel yang mengetahui kesedihan istri nya berusaha menghibur.
"sayang, kamu gak usah sedih ya, mas tahu kamu kepingin menyaksikan acara itu, tapi keadaan tidak memunkin kan kita untuk kesana" kata Farel.
"aku sedih gak bisa melihat istana mereka mas, aku sudah berencana jika aku kesana, aku akan berkeliling istana itu. Pasti istana mereka sangat besar" kata Zeje dengan berlinang air mata.
"nanti kita bisa kesana kok setelah kamu lahiran dan anak kita memunkin kan bisa di bawa jalan jauh" kata Farel.
"beneran mas, nanti setelah anak kita lahir, kita bisa mengunjungi mereka disana?
"ya sayang, mas janji. Nanti mas akan bawa kamu dan anak kita ke istana nya Raja Gabriel. Masa kita saja yang menyaksikan istana mereka, anak kita juga harus dong, biar ada momen yang di ingat saat anak kita besar nanti"
"ya, mas benar. Anak kita juga harus memiliki foto di istana tempat aunty nya tinggal"
"iya dong. Jadi kamu jangan sedih lagi ya. Nanti kita suruh mama vidioin saat acara nya berlangsung" kata Farel lalu memeluk istri nya.
"ya mas, aku gak akan sedih lagi. Nanti anak kita juga ikutan sedih" jawab Zeje menghapus air mata nya.
"sekarang gimana kalau kita jalan-jalan, belanja keperluan kamu dan bayi kita" ajak Farel menghibur istri nya itu.
"boleh mas, ayo kita berangkat sekarang" jawab Zeje lalu berjalan masuknke dalam kamar nya mengambil tas nya.
Farel yang melihat mood istri nya berubah-ubah hanya bisa menggelengkan kepala tersenyum.
Mereka pun berangkat menuju mal besar dikota itu.
Sedangkan di kediaman Raja Gabriel, yaitu orang tua Kevin, terlihat para pelayan sedang sibuk menyiap kan beberapa makanan untuk menyambut tamu istimewa yang akan datang.
"hubby, kenapa para pelayan terlihat sibuk? Tanya Rani yang berjalan di taman bersama Kevin.
__ADS_1
"mereka menyiapkan sambutan untuk tamu yang akan datang"
"emang siapa yang akan datang by?tanya Rani yang tidak mengetahui jika keluarga Wijaksana dan orang tua nya akan tiba hari itu juga.
"sayang, hari ini keluarga mu dan keluarga besar Wijaksana akan tiba hari ini" kata Kevin melihat istrinya.
"apa? Serius by mereka akan tiba? Tapi kok mama dan papa tidak mengabari ku? Zeje juga Sinta tidak memberi tahu ku jika mereka akan datang" ujar Rani bahagia.
"mereka ingin membuat kejutan sayang, dan seperti nya Zeje dan Farel tidak ikut"
"kenapa mereka tidak ikut by, Zeje sudah janji mau datang kesini"
"dia sedang menunggu kelahiran anak nya sayang, jadi dia tidak bisa datang kesini. Farel juga tidak mengijin kan istri nya untuk bepergian jauh.
"oh gitu ya, kasihan Zeje"
"ya gitu lah sayang, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk hadir kan jika keadaan nta tidak mengijin kan"
"ya by, kamu benar"
Lelah berjalan ditaman, akhirnya Rani memutus kan masuk kedalam kamar nya.
Karena semua kebutuhan istana sudah ada yang mengatur.
Malam itu, keluarga dari Indonesia telah tiba di kerajaan Raja Gabriel. Mereka disambut dengan keramah tamahan Raja dan Ratu. Setelah saling menyapa, mereka di tuntun menuju kamar mereka masing-masing. Setelah lima belas menit beristirahat, mereka di panggil keruang makan kerajaan. Disini lah mereka berkumpul di meja makan dengan berbagai macam hidangan.
Selesai makan malam mereka berbincang-bincang saling bertukar kabar dan sekaligus membahas acara resepsi pernikahan Rani dan Kevin.
*****
"sayang, ayo kita serapan dulu" kata Farel.
"iya mas, bentar" jawab Zeje bangkit dari tidur nya.
"sayang, kamu kenapa?
"gak tahu mas, perut aku terasa mules, tapi gak terlalu sakit banget"
"apa kamu akan lahiran sayang? Tanya Farel khawatir".
"gak lah mas, kata dokter kan hpl nya empat hari lagi"
"tapi bisa saja kan jadwal baby nya ingin keluar di percepat"
"kamu ada-ada saja mas, ayo kita makan dulu baby nya sudah lapar"
"ya, ayo sayang. Oh ya, ini kan hari resepsi Rani dan Kevin, nanti kita vidio call sama mama ya"
__ADS_1
"ya mas, aku sudah gak sabar ingin melihat Rani menggunakan gaun kerajaan, pasti dia sangat cantik seperti puteri di film-film itu"
"tapi kamu lebih cantik seperti bidadari syurga" kata Farel mengecup dahi istri nya.
"gombal" kata Zeje lalu duduk dikursi dan menyantap nasi goreng yang sudah disediakan.
Tiga hari sudah berlalu, hari ini acara resepsi pernikahan Rani dan Kevin, juga penobatan Rani menjadi puteri kerajaan.
Dreett...dreettt..
"halo ma" jawab Farel. Ternyata mama nya yang sedang menelpon.
"halo Rel, mana Zeje acara nya akan dimulai nih" kata mama dari seberang sana
"Bentar ma, aku panggil dulu dia lagi dikamar"
"apa Zeje baik-baik saja?
"ya ma, hanya saja sejak pagi kata nya perut nya sesekali mules gitu dan mules nya juga tiba-tiba hilang"
"munkin kontraksi mau lahiran Rel, kamu sudah siapin keperluan yang akan dibawa kerumah sakit?"
"sudah ma, kita tinggal berangkat saja jika istri ku mau lahiran ma"
"bagus lah, mudah-mudahan Zeje masih bisa menyaksi kan acara ini baru dia lahiran"
"ya ma, dari tadi dia sudah nunggu mama" kata Farel kemudian masuk kedalam kamar.
"sayang, mama nelpon nih"
"mana mas, sini aku mau lihat" kata Zeje antusias.
"halo ma"
"halo sayang, kamu baik-baik saja kan"
"iya ma, mama cantik sekali"
"ya sayang, perias nya sudah profesional, oh ya bentar lagi acara nya dimulai, kamu cadi posisi yang nyamab ya biar gak capek"
"ya ma" jawab Zeje.
Kemudian Farel menyuruh mama nya melakukan vidio call melalui laptop agar layar nya lebar dan Zeje bisa melihat dengan jelas.
Acara pun dimulai, Zeje yang menyaksikan sangat antusias melihat nya. Banyak tamu umdangan yang hadir. Saat kedua mempelai memasuki ruangan, air mata Zeje menetes, dia sangat terharu melihat kebahagiaan sahabat nya itu. Apa lagi Rani memakai balutan gaun ala puteri kerajaan. Rani sangat cantik dan anggun, semua mata yang memandang menjadi terpaku melihat kecantikan Rani.
Zeje tidak melewat kan sedikiy pun acara tersebut, Farel yang melihat istri nya hanya tersenyum saja. Farel pun membawa kan makan siang untuk istrinya kedalam kamar. Saat di penghujung acara tiba-tiba perut Zeje memulas dengan sangat kencang.
__ADS_1
Bersambung