
Rani" panggil Kevin saat Rani mau memasuki kamar nya setelah selesai acara resepsi pernikahan Zeje dan Farel.
"mas Kevin, ada apa?
"aku mau bicara sesutu dengan mu.
"Ya silahkan aku akan dengarkan" kata Rani cuek
"bisa kah kita bicara ditaman?
"baik lah, jawab Ranibsambil melangkah keluar.
"ada apa dengan mu, kenapa kau diam saja dari tadi? Tanya Kevin merasa tidak tenang.
"aku tidak apa-apa, apa yang ingin mas katakan? Cepat lah aku sudah lelah.
"Apa kau marah dengan ku?
"untuk apa aku marah dengan mu pak dosen, apa hak ku?
"jadi kenapa kau diam saja, katakan lah"
Rani diam menatap Kevin" apa yang harus aku katakan pada mu, apa kah aku punya hak untuk bicara?
"kenapa kau bicara seperti itu?
"sudah lah pak, status kita hanya pacaran itu pun hanya kita yang tahu, ya dan beberapa teman ku.
Kevin terdiam mendengar ucapan Rani, dia baru sadar tentang apa yang dia katakan saat ijab qabul nya Farel.
"Maaf, aku minta maaf telah menyinggung perasaan mu.
"kenapa bapak minta maaf, anda tidak salah. Apa yang bapak bilang itu benar.
"honey maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikan hubungan kita, aku hanya takut kau akan dalam masalah. Coba bayangkan bagai mana reaksi dosen dan anak kampus bila mengetahui kita ada hubungan spesial.
Rani terdiam mendengar penjelasan Kevin
"benar juga ya bagai mana reaksi teman teman aku pasti nanti aku akan di hujat" batin Rani.
"tapi kenapa bapak tidak mau mengenalkan aku dengan keluarga bapak, apa aku hanya dijadiin mainan?
"tidak bukan begitu, sebenarnya keluarga aku tinggal diluar negeri. Aku kesini karena tidak mau dijodohin dengan wanita yang tidak aku sukai. Ada saat nya kita akan pergi menemui keluarga ku, kamu yang sabar ya.
"tapi kenapa tadi bapak tidak mau mengakui aku sebagai pacar didepan tante Sofi?
__ADS_1
"tante Sofi mengenal keluarga ku, aku takut tante Sofi akan memberi tahu mereka karena ini belum saat nya. Kamu percaya kan dengan aku?
"oke, aku percaya dengan bapak.
"jangan panggil bapak dong honey"
"Ya ya, aku percaya dengan mas, udah ah aku mau masuk dulu seharian ini aku banyak berdiri membuat aku lelah.
"baik lah, ayo kita masuk" mereka pun masuk ke kamar hotel masing-masing.
"maafkan aku yang belum bisa jujur dengan mu" batin Kevin.
"Kenapa aku merasa kalau mas Kevin seperti menyembunyikan sesuatu, apa masalah nya sangat rumit ? Batin Rani.
Mereka masing-masing dengan pikiran nya.
"Honey masuk lah istirahat yang cukup, jangan pikirkan apa pun yang terjadi hari ini, suatu saat kamu juga akan tahu yang sebenarnya" kata Kevin saat tiba didepan pintu kamar Rani.
"ya,kuharap mas tidak berbohong dengan ku"
"Mas tidak pernah berbohong dengan mu, apa pun yang terjadi disuatu saat nanti mas akan tetap bersama mu. Sekarang masuk lah mas juga mau masuk kedalam kamar mas" kata Kevin sambil memberikan kecupan di dahi Rani.
Berbeda dikamar pengantin, mereka berdua sedang membuka kado dari teman terdekat.
"sayang coba buka kado ini" kata Farel memberikan bingkisan kecil kepada Zeje.
"itu dari Sinta, gak tau apa isinya.
"baik lah, biar aku buka" Zeje pun merobek bingkus kado tersebut dan membuka sebuah kotak
"ini apaan, kenapa seperti jaring laba-laba dan ini kenapa bentuknya aneh? Kata Zeje mengangkat gaun lingeri warna merah maron beserta segitiga nya.
"sayang itu lingeri, kamu pasti sangat mempesona jika memakai itu.
"tapi mas, aku bisa masuk angin jika memakai jaring laba-laba itu"
"kamu tidak akan masuk angin karena ada mas yang akan menghangatkan kamu.
"aneh-aneh saja baju zaman sekarang, mas aku mandi dulu ya" kata Zeje bangkit dari duduk nya.
"ya, sayang jangan lupa pakai baju itu ya"
Zeje hanya memanyunkan bibirnya, tanda protes. Sepuluh menit kemudian Zeje sudah selesai dengan kegiatan nya dikamar mandi.
"baju apa ini, kenapa transparan sekali seperti tidak memakai baju" gumam Zeje menatap tubuh nya dicermin yang dibaluti lingeri pemberian Sinta.
__ADS_1
"bagai mana aku bisa keluar kalau seperti ini. Rasanya aku seperti wanita penggoda saja. Tapi...mas Farel kan suami ku, aku akan berpahala jika membuat dia senang" batin Zeje.
Zeje masih berputar putar didepan cermin menatap pantulan dirinya.
"seksi juga, baik lah demi menyenangkan hati suami, aku akan pakai baju inu keluar.
Cekleek..
Pintu kamar mandi terbuka, Farel segera menoleh kearah suara. Farel terdiam ditempat menatap keindahan tubuh istri nya yang dibaluti lingeri itu. Kedua gundukan melon Zeje terpampang jelas dimata Farel. Serta segitiga yang tipis membuat area goa dan rawa terlihat, sangat cocok dengan tubuh Zeje yang putih dan mulus.
"mas, kenapa kamu terdiam?
"ah tidak sayang, mas hanya terpesona dengan kecantikan kamu.
"apa gaun ini cocok aku pakai, rasanya sama saja seperti tidak pakai baju.
"kamu cocok memakai nya sayang, mas ingin kamu setiap malam memakai baju seperti ini.
"tapi mas, aku tidak punya baju seperti ini dirumah.
"nanti akan mas belikan yang banyak dengan model dan warna yang kamu suka.
"terserah mas aja deh" kata Zeje dan naik keatas tempat tidur ingin tidur.
"sayang kamu mau ngapain? Tanya Farel seperti orang bodoh.
"mau tidur lah mas, ini sudah larut malam.
Farel segera naik ketempat tidur dan mendekati istrinya.
"sayang ini adalah malam pengantin kita, maka kita habis kan malam ini dengan kebahagian. Apa kamu tidak merindukan mas selama setahun ini?
"Aku sangat merindukan mu mas, bahkan aku berfikir kapan aku bisa tidur disamping kamu dengan memeluk tubuh kamu.
"sini peluk mas" kata Farel menarik tangan istrinya dengan lembut.
Entah siapa yang memulai duluan, kedua bibir mereka sudah bertaut, mereka menikmati pagutan bibir itu dengan lembut. Semakin lama semakin nikmat membuat keduanya semakin terbakar gairah ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman panas. Farel sudah tidak menyadari jika tangan nya sudah mergerilya di balik kedua gundukan melon istrinya. Zeje sangat menikmati sentuhan lembut suami nya. Pasangan pengantin baru itu sudah tidak menyadari kapan pakaian mereka terlepas sehingga keduanya kini menjadi polos.
Tangan Farel menjelajahi tubuh istrinya sehingga dia sampai pada goa yang tertutup rawa. Farel meraba goa tersebut membuat des***n yang indah keluar dari mulut Zeje. Semakin lama permainan mereka semakin panas sehingga terjadilah penyatuan diantara mereka, membuat author tak sanggup untuk mengintip nya.
Hah...bayangin sendiri aja lah ya"
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komentar dan vote. Dan mampir dikarya autor yang baru "Mertuaku Seperti Maduku"
__ADS_1
Terimakasih sudah mau mampir.