
Acara pernikahan Rani dan Kevin berlangsung sangat meriah. Sampai menjelang malam juga banyak tamu undangan yang hadir. Rani sudah merasa sangat lelah. Sedang kan Zeje dan keluarganya sudah pulang sejak sore hari karena Zeje juga sudah merasa capek.
Jam enam sore sepasang pengantin itu masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
"mas aku sangat lelah, kaki ku terasa pegal. Terlalu banyak tamu yang hadir" keluh Rani yang sedang bersandar di sofa.
"mas juga merasa capek, sayang, kamu mandi dulu biar terasa segar " ujar Kevin.
Rani pun bangkit dan segera membuka gaun pengantin nya, tapi dia tidak bisa karena kancingnya ada dibelakang.
Rani merasa kesulitan membuka kancing bajunya, Kevin yang melihat nya langsung membantu istri nya itu membuka kancing gaun pengantin nya.
"mas" kata Rani merasa kaget karena tangan suami nya menyentuh pundak nya yang mulus.
"biar mas bantu sayang, ini tidak akan bisa kamu buka sendiri.
"makasih ya mas" kata Rani yang merasa jantung nya berdebar sangat kencang.
"ya, santai aja sayang. Mas tidak akan memakan mu saat ini, karwna masih ada waktu nanti malam" kata Kevin tepat di telinga Rani, membuat wajah nya merona.
"mas, emang nya kamu gak capek? Tanya Rani menghilangkan kegugupan nya.
"saat ini mas sangat lelah, tapi jika acara nya sudah selesai maka mas akan sangat bersemangat" kata Kevin yang masih membuka satu persatu kancing baju Rani.
"kenapa begitu mas?
"karena saat itu juga mas akan memakan mu" kata Kevin sambil mengecup belakang istri nya. "sayang sudah selesai" ujar Kevin kembali.
"makasih mas" kata Rani dan langsung berjalan ke kamar mandi dengan wajah yang sudah memerah.
Rani merasa gugup saat dia sudah di dalam kamar mandi. Rani bercermin didepan kaca
"kenapa wajah ku memerah seperti ini, aku sungguh malu. Bagai mana ini jika mas Kevin masih di dalam kamar, rasa nya aku tidak sanggup untuk keluar" kata Rani memegang dada nya yang berdebar.
__ADS_1
Rani pun segera mandi, membersihkan tubuh nya sehingga dia merasa lebih segar kembali. Selesai mandi, Rani segera keluar dari dalam kamar mandi dengan perlahan. Dia lupa membawa baju ganti nya. Rani keluar secara perlahan dan sangat pelan agar Kevin tidak melihat nya. Rani berjalan menuju ruang ganti dimana pakaian nya di simpan.
"Sayang, kenapa jalan nya mengendap endap seperti itu? Kata Kevin tiba tiba membuka mata nya.
"mas, kamu tidak tidur? Kata Rani berhenti berjalan dan menoleh kearah suami nya"
"mas menunggu kamu selesai mandi" kata Kevin melihat istri nya membuat jantung nya berdegub kencang, karena Rani menggunakan handuk di atas paha, sehingga tubuh nya yang putih mulus terekspos.
"oh, aku ganti baju dulu ya mas, kamu mandi sana gih. Aku sudah siap kan air hangat nya" kata Rani gugup dan berlalu dari hadapan suami nya.
"Kamu sungguh menggoda iman sayang, tunggu mas selesai mandi, nanti kamu akan mas makan" kata Kevin dan berlalu masuk kamar mandi.
Kenapa mas Kevin bicara seperti itu, apa yang salah dari ku ya? Ah.. Sudah lah, masa bodoh" gumam Rani.
Rani pun mencari koper nya yang sudah dia letak kan di dalam kamar ganti. "Kemana baju tidur ku, kenapa satu pun tidak ada" kata Rani membongkar isi koper nya.
"ini apaan, kenapa model nya seperti ini, wah..ini pasti kerjaan Sinta, kan dia yang aku suruh menyimpan koper aku. Kenapa isi koper aku lingeri semua.." gumam Rani menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Mau tidak mau, Rani pun menggunakan lingeri hitam pekat.
Ceklek...Kevin keluar dari kamar mandi.
Sejenak Kevin berhenti dan melihat istri nya yang sedang tidur lebih tepatnya berpura-pura tidur. Kevin pun masuk kedalam kamar ganti dan memakai pakaian nya. Setelah selesai, Kevin keluar dari dalam dan naik ke tempat tidur.
"sayang kamu sudah tidur? Kata Kevin memeluk Rani dari belakang".
"hhmmmm" hanya itu yang dijawab Rani"
"sayang kenapa pakai selimut seperti itu, apa kamu kedinginan? Kata Kevin lagi merasa heran melihat tingkah istri nya"
"ya mas, aku kedinginan" jawab Rani masih memejam kan mata nya.
"gimana gak kedinginan sayang, rambut kamu saja masih basah, sini mas keringkan" kata Kevin dan menarik selimut Rani.
__ADS_1
"gak usah mas, jangan tarik selimutnya" jawab Rani dengan spontan dan duduk menutup tubuh nya.
"kenapa sayang?" kata Kevin heran.
"kenapa kamu takut mas tarik selimut nya?"
"i..itu...anu mas" jawab Rani gugup.
"kenapa, coba katakan sama mas?
Rani berfikir sejenak, dia merasa malu untuk memberi tahu suami nya. Saat Rani melamun dengan gerakan cepat Kevin menarik selimut Rani sehingga pemandangan indah mendarat di mata Kevin. Rani yang belum siap terpaksa harus kehilangan selimut nya.
"sayang...kamu sungguh cantik menggunakan lingeri itu. Dari mana kamu mendapat kan nya? Tanya Kevin dengan senyum menggoda"
"aku juga gak tahu mas, koper aku isi nya lingeri semua. Pada hal aku sudah menyimpan baju tidur aku di dalam koper "jawab Rani malu.
"mas suka kamu memakai baju itu" kata Kevin mendekati istri nya.
"tapi mas, gimana aku mau keluar dari kamar ini, satu pun baju aku gak ada didalam koper"
"kamu gak usah pikir kan, sekarang pikir kan bagai mana kita menghabis kan malam yang indah ini berduaan saja didalam kamar" kata Kevin langsung menyambar bibir mungil Rani.
Rani yang belum siap mendapat kan serangan dadakan hanya bisa menerima serangan suami nya.
"sayang, bernafas. Nanti kamu bisa mati kalau kehabisan nafas" kata Kevin setelah melepaskan tautan bibir mereka.
"mas, kamu kenapa tiba tiba main nyosor saja, aku kan belum siap" kata Rani menunduk kan wajah nya.
"mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan serangan dadakan yang mas berikan"
Kevin pun kembali menyatukan bibir nya dengan bibir istri nya. Ciuman itu sungguh di nikmati mereka. Rani pun membalas ciuman suaminya. Tangan Kevin sudah menjalari kemana mana sehingga suara nyanyian indah keluar dari mulut Rani. Tak tahu siapa yang memulai sehingga mereka sudah sampai di syurga dunia.
Bersambung.
__ADS_1
maaf ya guys, gak bisa up tiap hari, karena author lagi hamidun. Jadi kebanyakan tidur sebab kelapa eh maksud nya kepala author selalu pusingππ