
Waktu sudah menunjukan jam sepuluh pagi. Farel sudah bangun dari lima belas menit yang lalu tapi dia enggan beranjak dari tempat tidur. Farel masih setia menemani dan memperhatikan wajah cantik istrinya saat terlelap.
Zeje terusik dengan tingkah suami nya yang membelai belai pipinya.
Zeje membuka matanya "mas kamu sudah bangun, sejak kapan?
"sudah dari dua puluhvmenit yang lalu sayang" Farel menjawab dengan senyum yang menawan.
"kenapa tidak membangunkan aku mas?
"mas tidak tega membangunkan mu, kamu begitu nyenyak tidurnya.
"ya mas, aku begitu lelah"
"mas tahu makanya mas gak mau membangunkan kamu. Sayang hari ini kita dihotel saja dulu ya, mas belum sanggup untuk jalan jalan keluar" kata Farel dengan maksud terselubung.
"ya mas" Zeje menjawab tanpa rasa curiga.
"sayang, kamu mau kemana? Tanya Farel saat istrinya mau beranjak dari tempat tidur.
"aku mau kekamar mandi mas, mau pipis" jawab Zeje yang sudah tidak bisa menahan nya dan segera berlari kekamar mandi.
Kenapa dia ikutan bangun sih, munkin dia sudah rindu ingin memasuki sarangnya" batin Farel dengan tersenyum smirk.
Farel menoleh kearah kamar mandi saat Zeje keluar dari sana.
"sayang sini dong duduk dekat mas"
"aku mau mandi dulu mas" jawab Zeje mencari handuknya.
Farel tueun dari tempat tidur dan memeluk istrinya dari belakang "nanti saja mandinya, biar pun kamu belum mandi kamu tetap cantik sayang. Ujar Farel yang menciumi ceruk tengkuk istri nya itu.
"ihh...mas geli mas"
"bentar sayang mas lagi rindu sama kamu"
"mas, aku dari kemarin sama mas saja disini, kenapa bisa rindu? Kata Zeje dengan bingung.
Farel membalikan tubuh istrinya menghadap wajahnya. "sayang kamu sangat cantik, lihat bahkan kamu sangat menggoda mas"
"siapa yang meng.."ucapan Zeje berhenti karena mulutnya sudah dibungkam oleh suamunya dengan sebuah ciuman.
Zeje tidak bisa berkata apa pun, dia ikut menikmati ciuman itu. Sekarang dia mengerti apa yang di inginkan oleh suami nya. Ciuman yang lembut berubah menjadi panas, hawa didalam kamar mereka yang dingin kini membuat mereka kepanasan.
__ADS_1
Mereka berdua hanyut dalam dekapan yang erat. Farel begitu rakus ******* bibir merah istrinya itu. Zeje sangat pandai mengimbangi permainan suaminya. Farel sudah tidak sabar ingin bercocok tanam dipagi hari yang indah itu, dia menggendong istrinya dan membaringkan nya di tempat tidur dengan lembut. Farel mengungkung tubuh istrinya, dan kembali menciumi istrinya.
Sudah ah, gak kuat author untuk melanjutkan nya..
Selsesai memadu kasih dipagi hari, setengah jam kemudian mereka segera membersihkan diri nya.
Zeje masuk kedalam kamar mandi terlebih dahulu untuk mandi wajib, tapi apa lah daya punya suami yang gak ada capek nya.
"sayang tunggu" ujar Farel memasukan kepalanya saat Zeje akan menutup pintu kamar mandi.
"ada apa sih mas, awas nanti kepala nya terjepit" jawab Zeje sembari membuka pintu itu kembali.
Farel pun segera melangkah masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya.
"kita mandi bareng biar cepat selesainya" ujar Farel tersenyum menggoda istrinya.
"kalau gitu mas saja deh yang duluan, aku nanti saja setelah mas selesai" jawab Zeje dan mencoba membuka pintu kamar mandi.
"sayang masa kamu tega ninggalin mas sendiri dikamar mandi"
"biasa nya juga mandi sendiri kan mas" kata Zeje dengan jengah.
"ini beda sayang, ini bukan dikamar pribadi kita" kata Farel dan melangkah maju kearah istrinya.
"mas mau ngapain, kata nya mau mandi kan?
Ah sualan, kenapa aku jadi tergoda, rasanya aku ingin menolak tapi hatibku berkata lain" batin Zeje dalam hati nya.
Farel langsung menyerang istri nya tanpa perlawanan Zeje pun pasrah dengan tingkah laku suaminya. Sehingga pertempuran yang kedua dipagi hari pun terjadi.
"sayang kamu kenapa jalan nya seperti itu? Tanya Farel tanpa merasa bersalah.
"kamu nanya, kamu bertanya tanya mas? Ujar Zeje dengan malas.
"sayang, kamu baik baik saja kan?
"aku begini jalan nya karena kamu mas, yang tidak ada puas nya" jawab Zeje memalingkan wajahnya.
"maaf sayang, mas sudah membuat mu kesakitan, sini mas lihat biar mas obati.
Farel mendudukkan istrinya ditepi ranjang dan membuka paha istrinya.
"sayang, itu nya merah dan sedikit bengkak.
__ADS_1
"pantesan saja sangat sakit dan perih seperti ada yang mengganjel.
"bentar ya sayang mas ambil handuk dan air hangat dulu biar mas olesi obat. Farel pun masuk kedalam kamar mandi mengambil air hangat dan handuk kecil.
"sini sayang coba buka lagi paha nya" Farel melap **** * nya Zeje dengan air hangat dan setelah itu mengolesi salap.
"auww..perih mas"
"ya maaf ya, mas salah sudah membuat mu seperti ini" kata Farel dengan wajah yang merasa bersalah.
"tidak apa mas, itu sudah kewajiban aku untuk melayani kamu, selagi aku mampu dan bisa, jadi kamu tidak usah merasa bersalah.
"terima kasih ya sayang, ini sudah siap. Kamu duduk saja disini ya, mas mau pesan makanan dulu.
Siang itu mereka hanya duduk di dalam kamar, sesekali Zeje dan Farel duduk berdua di balkon kamar nya menikmati pemandangan negara yang sangat romantis itu. Mereka berencana akan keluar saat malam hari dan sekaligus makan malam diluar.
"sayang sudah tidak sakitkan?
"tidak mas, emang kenapa?
"kamu siap siap ya bentar lagi kita pergi jalan jalan, kata orang sih kalau malam hari itu suasana nya lebih indah.
"iya mas, bentar ya aku siap siap dulu" kata Zeje pergi keruang ganti mencari gaun yang bagus untuk dipakai nya malam itu.
"tiga menir kmudian mereka sudah berada diluar hotel menunggu mobil jemputan. Tak berselang lama mobil yang mereka sewa pun datang.
"ayo masuk sayang" ujar Farel membuka kan pintu mobil.
Zeje hanya tersenyum menanggapi suaminya.
Mereka pergi kesebuah tempat yang sangat indah dan romantis. Disana lah mereka makan malam dan melihat keindahan kota tersebut. Alunan musik mengiringi mereka saat makan dan letusan kembang api menambah indah suasana malam itu. Langit yang cerah seakan mendukung kegiatan mereka ditambah percikan kembang api yang menari diatas langit kota paris.
"mas, ini sungguh indah"
"apa kamu menyukainya sayang?
"ya mas, aku sangat bahagia bisa melihat ini semua, terima kasih ya mas"
"ya sayang, apa pun akan mas lakukan agar kamu bisa bahagia" ucap Farel mencium punggung tangan istri nya itu.
"mas, aku sangat mencintai mu, ku harap kebahagian ini akan selalu bersama kita"
"amin. Mas juga sangat mencintai mu sayang, ayo kita lanjut makan nya".
__ADS_1
"Farel..kata seseorang yang datang
Bersambung