Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 89


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Farel dan Zeje . Semuanya sudah hadir di ruangan untuk melangsungkan ijab dan qabul. Pak penghulu juga sudah datangbbegitu juga para saksi. Farel terlihat gugup, dari tadi dia sudah berkeringat sehingga tangan nya juga basah.


"hei Farel, santai lah kenapa kau gugup? Ujar Kevin.


"aku takut salah mengucapkan ijab dan qabul nya" kata Farel dengan wajah yang tegang


"Santai saja kalau salah kan bisa di ulang, kemana wibawa mu sebagai CEO?


"hei apa kau sudah bosan jadi dosen? Bukan nya menenangkan sahabat malah meledek ku" ujar Farel dengan kesal.


"baik lah, tenang jangan marah nanti ketampan mu akan hilang, begini ikuti aku. Tarik nafas pelan pelan, tahan dan keluarkan dari mulut. Ulangi sampai beberapa kali" ujar Kevin.


Farel melakukan apa yang dibilang sahabatnya itu. Seketika suasana menjadi lebih aman.


Ijab qabul pun dimulai ayah Zeje menjabat tangan Farel.


Sedangkan Zeje berada dikamar bersama dua sahabat nya menunggu proses ijab qabul selesai.


"aku sangat gugup" gumam Zeje yang masih bisa didengar teman nya.


"santai aja Ze, tarik napas dan keluarkan. Ujar Sinta


"lebih gugup jika saat unboxing Ze" kata Rani dengan santai.


"maksud nya unboxing apa Ran?


"ya elah Ze masa itu aja lo gak paham. Itu lo belah duren " kata Rani menaik turun kan alis nya.


"jangan nakut nakuti gue dong Ran"


"itu sudah kewajiban seorang istri Ze, mau gak mau lo harus melakukan nya" kata Rani dengan senyuman jahilnya.


"itu pasti sangat sakit kan?


"mana gue tahu gue aja belum pernah melakukan nya, tapi kata orang orang sih gak sakit. Munkin sakit diawal saat selaput dara wanita robek tapi setelah itu akan nikmat" kata Rani membuat Zeje dan Sinta merasa aneh dengan Rani.


"kenapa kau sangat paham tentang hal yang beginian Ran, gue jadi curiga" ujar Sinta.


"ya elah Sin, apa kalian gak pernah baca internet tentang pasangan pasutri yang baru nikah?


"gak" jawab Zeje dan Sinta


"ya ampun ternyata aku punya teman yang sangat polos" ujar Rani menepuk jidatnya.


Sah sah sah


Suara kegembiraan terdengar dari aula acara, para undangan dan saksi mengatakan sah.


"alhamdulillah Ze, sekarang kau sudah menjadi nyonya muda Wijaksana" kata Sinta.


"aku tak menyangka akhirnya aku dan Farel bisa bersatu. Terima kasih selama ini kalian berdua selalu ada buat ku" ujar Zeje terharu.


"eiitt...jangan menangis nanti riasa mu luntur". Kata Rani.


"hehe...aku bahagia guys" ujar Zeje memeluk kedua sahabat nya.


"Kita juga bahagia, dan kita bukan sahabat saja tapi sahabat rasa saudara" ujar Sinta.

__ADS_1


Tik tok tok


"Nak, ayo kita keluar suami mu dan yang lain sudah tak sabar mau lihat manten wanita nya" ujar ibu Zeje.


"ya buk, kata Zeje bangkit dari duduk nya.


"Ze, selama ini kamu diurus sama ibu dan ayah, tapi mulai sekarang kamu harus bisa mengurus suami mu dan rumah mu. Ibu tak menyangka gadis kecil ibu sudah menikah dan sekarang sudah menjadi istri.


Ze, oerlakukan lah suami mu dengan baik, kalau ada masalah yang kecil segera diselesaikan dengan hati dan kepala yang dingin. Ibu bahagia melihat mu, kamu cantik sekali Ze. Ujar ibu Siti mengusao air mata nya.


"buk, Zeje akan tetap jadi gadis kecil ibu dan ayah. Terima kasih ya buk sudah menasehati aku. Aku bangga punya orang tua seperti kalian. Aku sayang ibu" kata Zeje memeluk ibu nya.


"Ayo kita keluar" kata Rani.


Mereka pun keluar dari kamar, perlahan mereka menuruni tangga. zeje di gandeng oleh ibu nya dan dibelakang nya kedua sahabat nya menjadi pengiring nya.


"wah..pengantin nya sangat cantik"


"Mereka pasangan yang serasi pengantin wanitanya cantik sedangkan pria nya tampan dan berkharisma. Begitu lah suara para tamu yang didengar Zeje memuji mereka.


"sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri menurut agama dan negara. Sekarang pasangkan cincin nya nak Farel" kata pak penghulu.


Farel mengambil cincin pernikahan nya dan memasangkan ke jari manis Zeje.


Zeje mencium telapak tangan suami nya sedangkan Farel mencium dahi istrinya dengan lembut.


"sudah, ciuman nya nanti saja dilanjut buat iri orang saja" kata Kevin membuat Farel dan Zeje tersipu malu.


"nak Kevin, kalau kamu ada calon segera lamar biar gak iri lihat Farel" kata mama Sofi membuat yang lain tertawa.


"dia sudah punya calon ma, bentar lagi mama juga tahu" kata Farel, membuat Kevin mendelikkan matanya.


"tante, ucapan Farel jangan didengar kan, dia banyakan ngomong". Mendengar ucapan Kevin membuat Rani terdiam.


Kenapa mas Kevin tidak mau mengatakan kalau aku pacar nya, apa dia malu punya pacar seperti diri ku" batin Rani.


Sinta yang ada disamping Rani menoleh dan melihat Rani yang sudah meneteskan air mata tanpa ada yang menyadari.


"Sabar, lo gak usah ambil hati omongan nya Kevin, munkin dia belum berani berterus terang tentang hubungan kalia" ujar Sinta memeluk teman nya itu.


"Ya Sin" jawab Rani mengusap air mata nya.


Farel yang melihat Rani sedih segera memberi kode kepada Kevin, tapi sayang nya Kevin tidak mengerti.


Acara ijab qabul sudah selesai sekarang mereka mengadakan sesi foto keluarga dan sahabat mereka.


Rani dan Sinta tidak mau ketinggalan bahkan foto mereka yang lebih banyak dengan berbagai gaya.


"sayang kamu sangat cantik, mas hampir saja tidak mengenali mu" ujar Farel menatap Zeje dengan kagum.


"Mas juga tampan, bahkan aku mendengar tamu wanita memuji diri mu".


"benarkah? Apa yang dikata kan mereka? Goda Farel membuat Zeje manyun


"Sayang, kenapa bibir nya di gituin, mau mas cium?


"iih..mas, kamu senang ya di puji oleh wanita wanita itu?

__ADS_1


"mas lebih senang jika isti mas ini yang memuji.


"selamat ya atas pernikahan kalian" kata seseorang yang menghampiri mereka dipelaminan".


"Rayen, terima kasih ya sudah datang kepernikahan kami" kata Zeje dengan tulus.


"terima kasih bro sudah menyempan kan diri untuk datang"


"Ya, bagai mana pun sibuk nya diri ku tapi kalau buat teman aku selalu ada. Semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang pertama dan terakhir semoga kalian selalu bahagia" ujar Rayen dengan tulus.


"ini aku ada hadiah buat kalian" kata Rayen mengulurkan sebuah amplop


"terima kasih, tapi ini isinya apa? Tanya Zeje


"buka saja kuharap kalian menyukai nya"


Zeje membuka amploo putih itu "tiket bulan madu ke eropa? Kata Zeje terkejut begitu juga Farel.


"ya, kata Rayen tersenyum. " aku gak tahu mau beri hadiah apa, tapi aku tahu kalian belum merencanakan akan bulan madu kemana kan? Tebak Rayen.


"tebakan mu benar sekali, karena acara ini mendadak jadi kami belum tahu mau kemana berbulan madu. Terima kasih ya hadiah nya" ujar Farel menjabat tangan Rayen.


"ya sama-sama, aku kesana dulu ya mau makan gratis, jarang-jarang dapat makanan enak dari CEO" kata Rayen berlalu pergi meninggalkan kedua mempelai itu.


"Selamat ya bos, aku tidak tahu mau memberi hadiah apa, semuanya sudah bos miliki" kata Andri yang datang memberi selamat kepada bos nya.


"ya, kau tidak perlu membawa hadiah, cukup gantikan aku selama aku pergi berbulan madu itu sudah ku anggap hadiah dari mu.


"bos mau bulan madu kemana, biar aku urus?


"tidak perlu karena kami sudah punya tiket nya" ujar Farel menunjukkan tiket yang dia dapat.


Randi yang berada di belakang Andri pun kaget mendengar nya


"kalian dapat hadiah tiket bulan madu dari siapa? Tanya Randi ingin tahu.


"kita diberi sama Rayen kak" jawab Zeje.


"wah, sibos tidak perlu mengeluarkan uang untuk beli tiket lagi" kata Andri.


"kalian mau bulan madu kemana?


"Eropa" jawab Zeje dan Farel bersamaa.


"Apa? Eropa? Kaget Andri dan Randi.


"ya, kenapa kalian kaget gitu, kalian gak suka kita ke Eropa?


"bukan begitu bos, tapi siapa yang akan menghendel kerjaan bos? Kata Andri dengan wajah yang dibuat lesu.


"Kalian berdua yang akan menghendel perusahaan selama saya dan Zeje pergi.


"ya mau bagai mana lagi, demi adik ku, aku akan menjaga perusahaan" jawab Randi.


"Terima kasih kakak ipar, nantu aku akan beri bonus buat mu"


Resepsi hari itu pun berjalan dengan lancar, banyak undangan yang hadir baik dari kerabat mau pun kolega bisnis Farel dan sahabat nya.

__ADS_1


bersambung


Jangan lupa mampir dikarya aku yang lain ya "mertuaku seperti maduku"


__ADS_2