
Tiga bulan sudah berlalu, pernikahan Farel dan Zeje begitu bahagia. Mereka menghabiskan hari-hari nya dengan saling menjaga komunikasi saat mereka berjauhan.
Pagi ini Zeje diantar suami nya ke kampus seperti biasa.
"wah..ternyata loe simpanan orang kaya ya, pria kaya mana yang loe jadi kan mangsa? Kata Mira wanita yang selalu iri dengan Zeje.
Zeje terus saja melangkah menuju kelasnya.
"hei..loe tuli ya gue lagi ngomong"kata Mira yang sudah mulai kesal.
"loe mgomong sama gue? Kata Zeje acuh.
"heh..loe dasar cewek murahan berhenti loe" kata Mira menarik tangan Zeje.
"gue gak ada urusan dengan loe, jadi gue harap loe menjauh dari gue. Apa loe bilang tadi? cewek murahan? Gue atau loe yang murahan yang jalan dengan om om di mall" ujar Zeje ditelinga Mira membuat wajah Mira merah menahan marah.
"loe.."tunjuk Mira kewajah Zeje.
"apa, benar kan yang gue bilang"
"loe tunggu saja apa yang akan gue lakukan" kata Mira berlalu pergi meninggalkan Zeje.
Zeje hanya bisa geleng geleng kepala, dia sudah tidak tahan lagi untuk berdiam diri. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat dan merekam kejadian itu.
"dasar wanita aneh" gumam Zeje dan masuk kedalam kelas.
"hay guys" sapa Zeje pada sahabat nya.
"hy Ze tumben loe telat" kata Rani.
"ya tadi gue kesiangan bangun nya" jawab Zeje jujur.
"kesiangan karena ngeronda tadi malam ya Ze" kata Rani tanpa filter.
"huss..mulut tuh kondisikan" kata Zeje menatap tajam Rani.
"haha...wajah loe merah Ze seperti kepiting rebus, berapa ronde tadi malam?
"sepuluh" jawab Zeje asal.
"apa? Uuppss...kata Rani menutup mulutnya.
"udah ah gak usah dibahas, gue lagi kesal tau"
"kesal kenapa Ze, bukan nya udah dapat suplemen? Kata Sinta.
"gue tadi dicegat sama tuh nenek lampir" kata Zeje dengan wajah kesal.
"maksud loe si Mira"
__ADS_1
"Ya Ran, masa dia bilang gue cewek murahan jalan dengan pria hidung belang, aneh kan, bukan nya dia yang jalan sama beberapa om om di mall" benar gak?
"benar Ze, bukan nya dia yang kemarin itu kita lihat jalan dengan beberapa om om. Wah..ini fitnah nama nya" Kata Sinta.
"Ze, loe harus hati-hati dengan tuh nek lampir sepertinya dia tidak akan biar kan loe begitu saja pasti dia akan membalas loe" ujar Rani.
"Ya Ze yang dibilang Rani itu benar".
"ya ,gue rasa juga seperti itu karena tadi dia juga sempat bilang dia akan membalas gue.
"sepertinya dia berani saat loe lagi sendiri Ze, jadi kita akan usahain buat jaga loe sebisa kita" kata Sinta.
"terima kasih ya guys..
"ya, ngomong ngomong udah ada tanda tanda Zeje junior gak? Kata Sinta.
"belum, doain saja supaya disegerakan" jawab Zeje.
Sedang kan di kantor nya Farel sedang sibuk mengerjakan berkas yang sudah menumpuk diatas meja kerjanya.
"hah..kenapa perasaan ku gak enak ya" batin Farel.
Tok tok tok
Masuk" jawab Farel saat pintu ruangan nya di ketuk oleh seseorang.
"Bos kenapa loe terlihat bingung" kata Andri
"maaf bos gue punya informasi penting"
"kata kan awas saja kalau informasi sampah gue potong gaji loe bulan ini"
"yang ini sangat penting bos"
"apa informasinya?
Andri segera memberikan ponsel nya kepada Farel dan menunjuk kan sebuah vidio.
"siapa wanita ****** ini? Beraninnya dia menyentuh istri ku" kata Farel dengan murkanya.
"dia salah satu mahasiswi di sana bos, dia terkenal sebagai primadona dikampus.
"cantik saja gak cukup kalau akhlak nya minus" ujar Farel.
"tapi bos banyak pria dikampus yang mengejarnya" kata Andri tanpa dosa.
"syukurlah, setidak nya para pria itu tidak melihat istri ku dengan begitu aku tidak perlu khawatir"
"tapi bos banyak juga pria yang melirik nyonya muda bos" jawab Andri keceplosan.
__ADS_1
"apa loe bilang? Kata Farel dengan menatap tajam Andri.
"tidak bos, maaf maaf bos" jawab Andri.
Sementara di kantin kampus sedang terjadi keributan yang sudah dibuat Mira.
"perhatian semuanya" kata Mira mengalihkan perhatian mahasiswa yang sedang makan dikantin. Kebetulan hari itu kantin sangat ramai temasuk Zeje , Rani, Sinta dan juga Seno berada disana.
"mau apa lagi dia, gue pumya firasat buruk nih"ujar Rani.
"biarin saja kita lihat saja apa yang dia lakukan" jawab Zeje.
Braakk...
Meja Zeje dan teman teman nya di gebrak Mira.
"mau apa lagi loe? Kata Rani yang sudah emosi.
"gue gaj punya urusan dengan lie tapi gue berurusan sama dia" kata Mira menunjuk Zeje.
"Zeje teman kami, jadi kalau loe mengganggu dia kami juga akan turun tangan.
"mau apa lagi loe, gue rasa gue gak pernah berurusan dengan loe.
"wah...ternyata loe sudah pintar bicara ya.
"perhatian semuanya, lihat wanita ini dia adalah wanita simpanan pria kaya dia simpanan om om. Lihat saja sekarang dia sudah bisa menggunakan barang barang brended dan mewah" kata Mira mempermalukan Zeje.
"heh, jaga ya ucapan loe, itu semua tidak benar" kata Zeje yang bangkit dari duduk nya di ikuti teman teman nya.
"hei mak lampir, bukan nya loe ya yang jadi simpanan om om? Kata Sinta yang menahan emosinya.
Semua yang ada dikantin berbisik bisik siapa yang benar dan siapa yang salah.
"gak nyangka ya dilihat dari luar dia polos tapi ternyata dia liar juga" kata merwka yang menyaksikan keributan itu mengkritik Zeje.
"ya pantesan saja dia bisa beli barang barang mewah.
"benar, kemarin gue lihat dia juga di antar dan dijemput seseorang pakai mobil mewah.
Begitulah pemikiran orang orang yang tidak tahu.
"kalian lihat sendirikan kalau dia ini wanita murahan, pura pura polos tapi ternyata dia pemain juga"kata Mira dengan bangganya.
"orang baik itu tidak perlu mengakui dirinya baik dan orang jahat itu juga tidak mau mengakui dirinya jahat. Terserah orang mau menilai gue bagai mana" kata Zeje dengan santai tapi sebenarnya dia sudah mulai emosi dan muak melihat kelakuan Mira.
"seperti sekarang ini, walau pun gue tahu kelakuan loe diluaran sana tapi gue tidak pernah mau mengumbar nya didepan orang banyak kalau sebenarnya loe sendiri lah yang sudah menjadi simpanan pria hidung belang" bisik Zeje ditelinga Mira membuat Mira naik darah.
"loe..byuurr..."
__ADS_1
Bersambung