
Hari ini adalah hari dimana mereka semua akan kembali pulang. Kakek Deso dan istri nya juga ikut dengan Farel dan yang lain nya . Mereka pulang menggunakan pesawat pribadi keluarga Wijaksana sementara mobil mereka di bawa oleh supir yang ikut menjemput mereka kedesa.
"nak Farel apa aman naik pesawat? Tanya nenek Deso.
"Insyaallah aman nek, apa nenek takut?
"Ya, nenek sedikit takut. Seumur hidup nenek dan kakek tidak pernah naik pesawat.
Farel tersenyum menanggapi ucapan nenek. " tidak apa nek, mudah mudahan kita selamat sampai tujuan, ayo nek kita naik.
Nenek dan kakek Deso masuk kedalam pesawat pribadi tersebut. Farel dan Zeje duduk disatu kursi yang sama.
"Wah..pesawat nya bagus ya, kakek coba lihat dari sini dimana rumah kita? Kata nenek melihat pemandangan dari jendela setelah mereka berada di atas ketinggian.
"Ya, rumah kita dimana ya nek, kakek gak bisa melihat semua nya kecil".
Mereka semua tertawa mendengarkan obrolan kakek dan nenek. Tidak sampai satu jam mereka pun sampai dikediaman Wijaksana. Rani dan Seno kembali kerumah nya di jemput oleh sopir mereka masing-masing.
"Selamat datang kembali nak, mama senang kamu akhirnya kembali pulang" kata mama Sofi menyambut Farel dan memeluk anak nya itu.
"kakek, nenek selamat datang di rumah kami. Kami senang akhirnya kalian mau ikut pulang kesini" ujar papa Ardi.
"terima kasih karena kalian sudah mau menerima dan menganggap kami sebagai keluarga" ujar nenek.
"mari kita masuk, Zeje mama rindu sama kamu.
"Sama Manda mama gak rindu?
"sayang pasti lah mama rindu dengan kamu. Ayo semua nya masuk.
Mereka duduk di ruang tamu, mama sudah menyiapkan makanan beraneka macam. Saat mereka sedang mengobrol terdengar suara mobil yang datang.
"assalamu'alaimum..
"wa'alaikum salam, wah besan kalian sudah sampai" kata mama Sofi menyambut tamunya.
"ayo kita duduk dengan yang lain.
"ayah, ibu, kalian disini juga" kata Zeje yang menghampiri orang tuanya.
"Ze, kamu sehat kan?
__ADS_1
"Sehat buk, Zeje senang berada disana, desanya sejuk dan asri.
Ibu dan ayah melihat satu persatu yang ada diruangan itu.
"Farel, gimana kabar kamu nak? Ibu senang kamu selamat dari kecelakaan itu.
Farel bangkit dari duduknya dan menghampiri kedua calon mertua nya.
"Farel sehat buk, gimana kabar kalian? Farel senang bisa bertemu kembali dengan kalian. Beruntung kakek dan nenek yang menemukan Farel dan merawat Farel.
Ibu melihat kearah kakej Deso
"Terima kasih ya kek, nek, kalian sudah merawat Farel sampai sembuh.
"kami sudah menganggap Farel seperti cucu kami. Kami senang bisa bertemu dengan nya hidup kami kembali berwarna. Selama ini kami hanya tinggal berdua saja dirumah.
Waktu sudah menunjukkan sore hari, keluarga Zeje berpamitan ingin pulang. Kakek dan nenek sudah masuk kekamarnya ingin beristirahat.
**********
Pagi yang sejuk embun masih terlihat menetes. Zeje masih berada dibalik selimutnya, dia enggan bangkit dari tidurnya.
Tapi pagi itu dia juga harus kekampus menyelesaikan tugasnya.
"hah..segarnya" ujar Zeje setelah selesai mandi.
Zeje bersiap-siap dan segera keluar kamarnya.
"pagi semuanya" sapa Zeje.
"pagi nak, ayo kita serapan dulu"
"ya buk, Pasha kakak punya hadiah buat kamu, nih oleh oleh dari desa.
"makasih ya kakak ku yang manis" kata Pasha menggoda kakak nya.
"Buk, kak Randi mana? Tumben dia belum keluar kamar.
"kakak mu sudah pergi dari tadi katanya mau menjemput Sinta.
"oh, kata Zeje manggut manggut.
__ADS_1
Tin tin tin
"kak, sepertinya ada yang datang deh" kata Pasha.
"kamu lihat sana" kata Zeje yang masih mengunyah makanan nya.
Pasha pun bangkit melihat siapa yang datang sepagi ini.
"kak Farel" kata Pasha terkesiap tak menyangka Farel masih hidup.
"Hy Pasha apa kabar?
"baik kak, kakak apa kabar kemana saja kakak selama ini?
"Kakak berada didesa tempat Zeje kkn bersyukur kakak bisa bertemu dengan Zeje dan teman teman nya sehingga ingatan kakak kembali. Oh ya mana Zeje?
"kak Zeje lagi serapan, ayo kak masuk dulu"
"Pasha siapa yang datang" kata Zeje berjalan keluar
"mas Farel, kenapa ada disini?
"mas mau mengantar kamu kekampus. Sudah setahun mas melewatkan rutinitas ini.
"Pasha, kakak pergi dulu ya, bilang dengan ibu kakak pergi dengan mas Farel.
"baik kak, hati-hati dijalan ya"
Setengah jam kemudian mereka sampai dikampus. Zeje melihat mobil kakak nya juga baru sampai mengantar Sinta.
Zeje pamitan dengan Farel dan keluar mobil.
"wah..enak ya yang diantar sama pasangan nya, lah gue jangan kan diantar pasangan saja gak punya" kata Rani pura pura sedih.
"sabar, bentar lagi jodoh mu akan datang" ujar Sinta.
"Farel...
Farel melihat kearah seseorang.
"nah, apa kata gue jodoh mu sudah datang Ran, bisik Sinta membuat Rani memanyunkan bibir nya.
__ADS_1
Bersambung