Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 106


__ADS_3

Empat bulan sudah berlalu, saat ini keluarga besar Wijaksana sedang mengadakan syukuran empat bulan kandungan Zeje. Semua keluarga sudah berkumpul. Tak lupa Zeje mengundang teman teman nya, begitu juga Farel mengundang teman kerja nya. Acara demi acara berlangsung dengan lancar.


"Ze, perut mu sudah kelihatan buncit ya" kata Rani mengelus perut Zeje.


"ya lah, kan di pompa mas Farel tuap malam maka nya buncit" kata Zeje ambigu.


"dasar loe Ze soplak, sejak kapan otak loe jadi omes" kata Rani


"sejak mengenal kalian lah, apa lagi loe Ran, yang otak nya selalu on kalau lihat cowok ganteng.


"ini mak mak satu ya gak bisa jaga rahasia. Dedek bayi jangan dengarin ucapan mak loe ya" kata Rani mengelus perut Zeje.


"Sin, kapan kalian fiting gaun pengantin? Tanya Zeje


"munkin lusa Ze, soal nya kakak loe lagi sibuk. Heran deh dengan laki loe, calon manten masih disuruh kerja lembur" kata Sinta sewot.


"eh..maimunah, laki gue itu kakak loe. Apa loe lupa?kata Zeje menoyor jidat Sinta.


"oh iya, gue lupa, hahahaha..." kata Sinta tertawa.


"calon putri kerajaan kapan nih naik pelaminan? Kata Zeje melihat Rani.


"tenang, nanti kalian juga dapat undangan nya"


Saat mereka sedang asik ngobrol, tiba tiba suasana diluar menjadi ricuh.


"Sin, kenapa diluar ribut banget, ada apa sih? Kata Zeje yang mendengar suara ribut di depan rumah.


"gue juga gak tahu Ze, kita lihat yuk"


"ya ayo kita keluar" jawab Zeje.


"hati hati Ze jalan nya" kata Rani dan Sinta. Mereka pun berjalan keluar menggandeng bumil tersebut.


Betapa kaget nya mereka saat banyak bodiguard yang berdiri diluar.


"Ze, itu kenapa banyak orang berdiri dengan seragam yang sama, seperti pengawal gitu? Kata Sinta bingung.


"gue juga gak tahu Sin" jawab Zeje.


"itu orang tua nya Kevin yang datang" ujar Rani, sintak membuat kedua teman nya melihat nya.

__ADS_1


"gak usah lihat gue gitu, kalian akan bertemu dengan seorang Raja, jaga sikap" kata Rani.


Orang tua Kevin pun keluar dari dalam mobil kemudian disusul oleh Kevin.


Farel dan orang tua nya menyambut tamu kehormatan mereka.


"selamat datang di kediaman kami" kata papa Ardi menyambut dan memberi salam pada orang tua Kevin.


"terima kasih Tuan Ardi sudah mengundang kami. Kami sangat tersanjung dengan undangan kalian.


"mari silah kan masuk, kamu telah membuatkan hidangan khusus untuk kalian"


"tak usah repot repot Tuan, oh ya mana pengantin baru nya" kata mama Kevin.


Zeje pun segera maju memberi salam pada orang tua Kevin.


"salam nyonya, salam Tuan" kata Zeje menangkup kan kedua tangan nya.


"tak usah formal begitu, santai saja. Saya lebih suka di anggap seperti keluarga dari pada seorang Ratu. Kalau gak salah kamu salah satu dari mahasiswa Kevin kan, teman nya mantu saya?


"ya tante, saya Zeje teman nya Rani"


"aamiin..kata Zeje tersenyum.


Mereka pun bercerita tentang perkenalan pertama keluarga kerajaan tersebut dengan keluarga Wijaksana.


"jadi papa dan om Gabriel adalah teman kuliah? Kata Zeje bingung.


"ya sayang, mereka dulu berteman selama dua tahun, tapi papa nya Kevin kembali kekerajaan untuk melanjut kan kekuasaan orang tua nya. Ujar sang Ratu.


"kenapa mas Farel gak pernag cerita? Tanya Zeje melihat suami nya.


"hehe..maaf sayang mas lupa untuk memberi tahu mu" jawab Farel menggaruk kepala nya.


"Farel dan Kevin juga teman kuliah waktu di Amerika, dari situ lah tante dan om mengenal suami kamu. Dan mengetahui kalau Farel anak nya Ardi teman kuliah papa Kevin dulu" ujar sang Ratu lagi.


"ternyata dunia ini sempit ya, sejauh apa pun kaki kita melangkah, sejauh apa pun negara yang kita datangi, pasti akan bertemu juga di lain tempat "kata Zeje.


"kamu benar. Oh ya tante hampir lupa, kami kesini juga membawa kabar bahagia" kata mama Kevin mengeluarjan beberapa undangan pernikahan.


"ini undangan pernikahan Rani dan Kevin, kalian datang ya semua nya. Kakek dan nenek juga datang ya, dan juga orang tua nya Zeje jangan lupa datang kepernikahan anak kami" kata mama Kevin dengan senyum khas nya.

__ADS_1


"sah Ran, loe diam diam tapi gercep juga ya, udah sebar undangan segala" kata Sinta melihat Rani yang malu malu.


"udah lah Ran, gak usah malau malu, biasa nya loe juga malu maluin" kata Zeje membuat semua yang mendengar tertawa.


"mas, lihat mereka meledek aku" kata Rani dengan manja mengadu pada Kevin yang duduk disebelah nya.


"iii...takut, ada pawang nya pak dosen" ledek Sinta.


"sudah la sayang, apa yang dikatakan teman mu kan benar.


"ihh..mas bukan nya membela aku malah ikut meledek" kata Rani cemberut.


"Sin, sepertinya tanggal pernikahan kalian cuma beda tiga hari" kata Zeje melihat undangan nya.


"oh ya, siapa yang mau nikah? Tanya mama Kevin.


"Saya tante, nanti datang ya tan, om, ke pernikahan saya dengan mas Randi kakak nya Zeje" kata Sinta malu malu.


"oh ya, wah, makin ramai dong keluarga Wijaksana ya. Nanti tante dan om usahain hadir di pernikahan kalian. Selamat ya sayang" kata mama Kevin merangkul Sinta.


"terima kasih ya tan".


"ya sama sama, kamu mau hadiah apa dati kita?


"emm...saya cuma minta di ijinin datang ke istana nya tante dan om, melihat keindahan istana kalian. Ujar Sinta membuat yang lain bengong.


"cuma itu, gak ada yang lain?


"itu saja tante, boleh kan?"


"boleh dong, kalian saya undang khusus untuk datang kepesta kerajaan menyambut mantu kami. Nanti kalian disana bebas berkeliling istana.


"terima kasih ya tante" kata Sinta terharu.


"terima kasih ya Aamora, Gabriel, kalian sudah mengijin kan kami hadir keistana kalian" kata papa Ardi.


"santai saja Ardi, seperti dengan orang lain saja, kita ini keluarga dan akan tetap menjadi keluarga. Ujar Raja Gabriel.


Hari itu adalah hari yang sangat membahagia kan buat Zeje dan keluarga nya begitu juga dengan teman teman nya. Semua keluarga yang hadir di acara syukuran kehamilan Zeje merasa tersanjung karena dapat undangan khusus dari seorang Raja dan Ratu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2