Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 87


__ADS_3

Malam pun tiba Kevin bersiap ingin menjemput Rani kerumah nya. Sebelum nya Rani ragu ingin pergi bersama Kevin. Dia takut membuat hati nya sendiri terluka.


Tin tin tin


Kevin pun keluar dari mobil nya menuju rumah Rani.


Tok tok tok


"Ya den, mau cari siapa ya" kata pembantu Rani yang membukakan pintu.


"maaf bik, apa Rani nya ada?


"oh non Rani ada, dia lagi dikamarnya sebentar ya bibi panggil dulu, silahkan masuk den".


"ya bik terima kasih" ucap Kevin mengikut langkah bibik dan duduk diruang tamu.


"hhmm..rumahnya besar juga ya tapi kok sepi ya kemana orang tuanya? Batin Kevin.


Tok tok tok


"non Rani" panggil bibik


"ya bik masuk saja" jawab Rani dari dalam kamarnya.


"Non, didepan ada cowok ganteng banget non lagi nyari non Rani.


"cowok ganteng?


"ya non, orang nya kayak orang korea non, tinggi, putih, cakep non.


"oh itu Kevin bik"


"Non Rani pacaran dengan orang bule itu?


"Gak bik, dia itu dosen aku dikampus, tolong bilang dengan dia tunggu sebentar, aku lagi bersiap bik.


"Baik non, bibik keluar dulu ya".


Bibik pun kembali menghampiri Kevin yang sedang menunggu.


"Maaf den, kata non Rani tunggu sebentar dia lagi bersiap.


"Ya bik" jawab Kevin tersenyum.


Sepuluh menit kemudian Rani keluar dari kamar nya dia menggunakan gaun bewarna peach, dengan rambut dejepit kebelakang sedikit membuat leher jenjang Rani terekspos dan make up yang tipis sehingga wajah natural nya terlihat cantik alami. Kevin yang melihat Rani datang terdiam karena terpesona dengan kecantikan natural Rani. Jantung Kevin berdetak lebih kencang dari biasanya.


"kenapa jantung ku berdebar debar" batin Kevin.


"Pak saya sudah siap" kata Rani memanggil Kevin yang melamun.


"cantik" gumam Kevin yang masih terdengar Rani.


"Bapak bilang apa? Tanya Rani berpura pura tidak dengar.


"Oh, tidak, kamu sudah siap?


"sudah tapi bapak yang kebanyaan melamun"

__ADS_1


"oh maaf, kamu terlihat sangat cantik malam ini" ujar Kevin membuat Rani seperti terbang melayang tapi Rani bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang bahagia.


"Terima kasih atas pujian nya" jawab Rani tanpa menoleh Kevin.


"wanita ini dipuji tapi wajahnya biasa saja" batin Kevin.


Mereka berdua pun meninggalkan kediaman Rani.


"bapak mau membawa saya kemana?


"kesuatu tempat nanti kamu juga tahu"


"kamu terlihat cantik, kenapa kamu tidak pernah berdandan kekampus? Tanya Kevin penasaran.


"saya memang tidak suka terlalu menor kalau kekampus. Ntar dikira mau lomba audisi. Tapi kalau bapak mau lihat saya dandan, akan saya coba.


"hahaa..kamu mau dandan buat saya?


"menyenangkan seseorang itu sangat bernilai harganya. Jawab Rani tanpa melihat lawan bicara nya.


"oh ya, apa kamu tinggal sendiri dirumah sebesar itu?


"saya tinggal dengan orang tua saya, saya anak tunggal.


"tapi kenapa saya lihat rumah kamu sepi?


"orang tua saya lagi diluar negeri mengurus kerjaan mereka.


"Apa kamu tidak merasa kesepian tinggal sendiri dirumah?


"sepertinya dia menyimpan kesedihan nya dengan senyuman, sungguh dia wanita yang kuat" batin Kevin.


Tidak ada lagi percakapan diantara sepasang manusia yang masih memendam rasa itu.


Sehingga mereka sampai ditempat yang dituju.


"ayo turun kita sudah sampai" kata Kevin yang turun dari mobil, dia mengitari mobil nya dan membukakan pintu mobil untuk Rani.


"Ayo turun" ajak Kevin.


"Kenapa kita kesini ? Tanya Rani bingung. Karena tempat itu adalah sebuah restoran yang mewah dan mahal. Banyak sepasang kekasih yang mengabadikan cinta mereka direstoran itu. Bahkan ada juga yang melamar pacarnya ditempat itu.


Mereka berjalan berdua masuk kedalam restoran. Kevin memesan ruangan yang tidak terlalu tertutup sehingga mereka masih bisa melihat suasana du luar restoran.


Pelayan datang menghampiri mereka, Kevin dan Rani memesan makanan yang sama.


Rani memakan makanan penutul sepiring kecil puding mangga, Rani menikmati makanannya.


"puding nya enak" ujar Rani.


"Apa kau sangat menyukainya?


"Ya, ini adalah puding kesukaan ku tapi kok ini keras.." kata Rani mengeluarkan sesuatu yang keras dari mulutnya.


" cincin, ini punya siapa? Tanya Rani bingung.


Kevin mengambil cincin itu dari tangan Rani

__ADS_1


"Rani, aku tidak tahu bagaimana mengungkap kan perasaan ku pada mu. Selama kau pergi dan tidak masuk kekampus, aku merasa kehilangan diri mu. Maaf selama ini aku tidak pernah melihat keseriusan mu dalam mengejar aku, tapi aku menyadari bahwa aku sudah jatuh hati pada diri mu.


"Rani apa kau mau jadi pacar ku, ya untuk sementara..ujar Kevin


"pacar sementara..? Tanya Rani bingung dia mengerutkan dahinya.


"Ya untuk sementara jadi pacar aku, tapi kedepan nya mau kah kau menjadi istri ku? Ujar Kevin dengan menggenggam tangan Rani.


Rani tidak bisa berkata kata, dia sangat kaget dengan ungkapan perasaan Kevin terhadap nya. "Apa bapak lagi ngeprank saya?


"Hahaha...kenapa kau menganggap aku ngeprang, apa kau tidak percaya dengan kesungguhan hati ku?


"selama ini bapak cuek dengan saya dan tidak pernah menganggap saya, tapi kenapa tiba-tiba bapak mengungkapkan perasaan kepada saya.


"Aku juga tidak tahu, yang aku tahu setiap kali aku tidak melihat dirimu rasanya ada yang kurang, begitu juga setelah aku melihat mu jantung ku berdebar debar seakan akan aku tidak mau jauh dari mu. Bagai mana apa kau mau jadi pacar ku dan jadi calon istri ku?


"apa bapak serius?


"ya aku serius, dan jangan panggil aku bapak, ini bukan dikampus.


"hehe...maaf" Rani berfikir sejenak" baik lah aku terima tawaran dari bapak buat pacaran saja dulu" jawab Rani menatap Kevin.


Kevin sangat gembira mendengar jawaban Rani " sini jari mu biar aku pasangkan cincin nya"


Rani mengulurkan jari manisnya" cantik"


"Apa kamu suka?


"ya cincin nya cantik dan pas di jari ku, apa bapak yang sudah membuat cincin ini didalam puding itu?


"bukan tapi kokinya"


"ya sama saja atas perintah bapak"


"Jangan panggil aku bapak" kata Kevin


"ya jadi mau panggil apa lagi?


"panggil sayang, honey, mas atau yang lain nya" kata Kevin tersenyum.


"Gimana kalau panggil mas Kevin saja? Kata Rani malu malu.


"itu juga bagus dari pada dipanggil bapak.


Setelah acara makan selesai mereka melanjutkan jalan jalan disekitar kota malam itu. Rani mengajak Kevin pergi kepasar malam. Lelah dengan kegiatan malam itu Kevin mengajak Rani pulang karwna sudah larut malam.


"terima kasih ya mas sudah mengantar aku.


"terima kasih juga karena sudah menerima diriku dan maaf sudah membuat mu dulu bersedih".


Rani tersenyum menanggapinya " lupakan saja yang sudah berlalu, aku masuk dulu ya mas"


"ya, istirahat lah besok masih ada jadwal kuliah pagi.


"ya mas, bayy..." ujar Rani melambaikan tangan nya,dan Kevin pun pergi melajukan mobil nya membelah malam yang sunyi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2