
Rani meneguk minuman itu perlahan hingga menghabiskan tiga gelas minuman beralkohol itu sehingga Rani pun menjadi mabuk.
"ah, ternyata sudah tengah malam, munkin acara nya sudah selesai" ujar Rani bicara sendiri. Aku harus kembali kesana. Kata Rani bangkit dati duduk nya dan berjalan keluar dari dalam bar.
Kevin yang melihat Rani dari kejauhan segera bangkit.
"bukan nya itu Rani, teman nya Zeje. Kenapa dia ada disini, apa dia mabuk? Batin Kevin.
Kevin memghampiri Rani yang sudah mabuk berat, berjalan saja Rani sudah tidak sanggup.
Bruukk..
"Kalau jalan itu hati-hati" kata Kevin yang menangkap Rani yang hampir jatuh.
"Kamu, kamu seperti pak Kevin" kata Rani tanpa sadar.
"Siapa pak Kevin itu?
"Dia dosen aku dikampus, orang nya sangat dingin susah untuk didekati.
Huekk...hueekkk..
"Seperti nya aku mau muntah, ah kepala ku pusing" gerutu Rani.
"apa kau biasa minum bir?
"haha..aku hari ini lagi sedih, sahabat baik ku bentar lagi menikah tapi aku masih sendiri" kata Rani dengan sendu.
"Apa kamu tidak ada teman dekat cowok.
"Aku itu gak pernah pacaran, sekali suka sama cowok udah bikin sakit hati.
"Apa kamu menyukai dosen mu itu?
"Entah lah, setiap aku dekat dengan nya jantung ku berdegub kencang".
"Apa dosen mu itu tahu kau menyukai nya?
"sstt..jangan bilang-bilang ya nanti dosen dingin itu marah dengan aku" kata Rani.
"baik lah, aku akan tutup mulut"
Huekk huueekk..
Akhirnya Rani memuntahkan semua isi perut nya, tapi naas buat Kevin karena muntahan Rani mengenai baju nya.
Kevin membawa Rani masuk kedalam mobil nya. Kemudian Kevin membersihkan bajunya yang terkena muntahan Rani dengan air mineral. Lalu Kevin masuk kembali kedalam mobil nya dan menjalankan mobil nya.
"Ran, rumah kamu dimana biar saya antar?
Kevin menoleh kearah Rani, tapi yang diajak bicara sudah tertidur.
"yahh dia tidur lagi kemana aku harus membawa nya? Kevin berpikir sejenak sambil menyetir mobil, akhirnya Kevin memutuskan membawa Rani ke apartemennya. Sampai di apartemen Kevin menidurkan Rani di kamar tamu.
__ADS_1
"gadis ini menyusahkan banget sih, gimana cara aku mengganti baju nya, gak munkin kanaku yang ganti. Kemudian Kevin mendapat ide. Malam sudah semakin larut Rani sudah tertidur pulas begitu juga Kevin yang sudah berada di dalam kamar nya sendiri.
"Auh..kepala ku pusing" kata Rani saat dia bangun. " ternyata sudah pagi, tapi aku ada dimana seperti nya ini bukan kamar hotel. Rani melihat kekiri dan kekanan. Ini rumah siapa? Kenapa aku ada disini" batin Rani kebingungan. Rani menyingkap selimut nya dia berniat mau mandi
"aaakkkkkkk" jerit Rani saat melihat bajunya sudah diganti.
"Siapa yang sudah mengganti baju ku"
Cekleek..
"Ada apa kenapa kau menjerit pagi-pagi? Tanya Kevin masuk kekamar Rani.
"Pak Kevin kenapa anda ada disini?
"Ini rumah saya" kata Kevin datar.
"Kenapa saya bisa ada dirumah bapak?
"Kamu lupa apa yang sudah terjadi pada mu malam tadi?
"Saya tidak ingat pak, kepala saya sangat sakit"
"Apa kamu tidak ingat sedikit pun"
Rani nampak berpikir mengingat kejadian malam tadi. "Ya ampun aku sudah mabuk malam tadi dan muntah dibaju pak Kevin" batin Rani.
"Apa kamu sudah ingat sekarang? Tanya Kevin mendekap tangan nya didada.
"heheh...maaf pak atas kejadian malam tadi. Tapi kenapa bapak membawa saya kesini?
Ya ampun kenapa aku memalukan sekali, kenapa juga harus pak Kevin yang nolong aku" batin Rani.
"Mandi lah, segera turun dan serapan" kata Kevin
"Pak tunggu"
Kevin berbalik " ada apa lagi"
"emm..si..siapa yang sudah mengganti pakaian saya"
"Kamu pikir apa saya yang melakukan nya?
"Saya mana tau pak, disini hanya ada anda".
"Sudah lah, tidak terlalu penting juga" jawab Kevin keluar dari kamar Rani.
"Apa-apa itu, itu bukan jawaban. Dasar cowok dingin. Huh..aku tidak akan mengejar mu lagi mulai hari ini dan seterus nya" gerutu Rani. Rani bangkit menuju kamar mandi.
Kevin yang masih berdiri di balik pintu kamar Rani tersenyum kecil mendengar umpatan Rani.
"Gadis itu, sungguh aneh tapi imut" gumam Kevin lalu pergi menuju dapur.
Setengah jam kemudian Rani turun ke bawah menuju dapur dia masih menggunakan gaun yang dia pakai malam kemarin.
__ADS_1
"Pak terima kasih sudah menolong saya malam tadi, saya permisi dulu".
"apa kau tidak akan serapan bersama ku?
"tidak, terima kasih saya harus segera pulang orang tua saya pasti mencari saya.
"baik lah kalau itu mau mu silahkan"
Rani segera keluar dari apartemen Kevin, dia pulang menaiki taxi.
"gak ada guna nya gue terus berharap sama pak Kevin, lihat dia saja tidak menahan ku waktu pulang. Apa dia tidak punya perasaan terhadap ku. Atau aku tidak menarik dimata nya. Huh..menyebalkan dasar dosen killer" gerutu Rani.
Pagi itu Zeje berangkat ke kampus diantar adik nya Pasha. Sampai di parkiran Zeje bertemu dengan Sinta.
"Hy Sin, udah ada kabr dari Rani gak?
"Belum Ze, ponsel nya saja mati, gak tau kemana anak itu.
"Heran deh gak biasa nya Rani menghilang seperti ini, bahkan doa juga belum datang" ujar Zeje.
"ia ya apa terjadi sesuatu dengan nya" kata Sinta yang terus berjalan dengan Zeje menuju kelas mereka.
Di sepanjang lorong kelas, mereka mendengar bisik-bisik siswa mengenai pertunangan anak pemilik kampus. Tidak ada yang tahu siapa calon istri dari pewaris WJS Group itu.
"Ze, apa mereka tidak mengenali kamu saat pertunangan itu?
"kayak nya gak deh Sin, soal nya aku aja pangling melihat wajah ku.
"syukur deh kalau mereka tidak mengenali mu, jadi masih aman".
Sepulang dari kuliah Sinta dan Zeje pergi ke rumah Rani. Sebelum nya Rani sudah mengabari.
"Rani, kamu kemana aja semalaman gak ada kabar, kita khawatir tau" kata Sinta.
"Maaf guys tadi malam gue masuk kedalam bar yang ada dilantai atas hotel itu dan tanpa sadar gue meminum bir dan akhirnya gie mabuk.
"Apa? Kamu mabuk? Tapi gimana cara mya kamu pulang dalam keadaan mabuk? Ujar Zeje.
"malam itu gue ditolong sama pak Kevin.
"maksud kamu dosen dingin itu Ran?
"Ya Sin, dia membawa gue ke apartemennya. Saat gue terbangun gue sudah ada dalam kamar" kata Rani santai.
"apa kalian melakukan itu itu" kata Sinta menyatukan jari telunjuk nya.
"Sialan lu Sin, gue masih waras tau.
oh ya Ze, kapan pernilahan kalian dilaksanakan?
"Dua minggu lagi Ran, kalian harus datang ya.
pasti dong jawab Sinta dan Rani.
__ADS_1
bersambumg