
Satu bulan sudah pernikahan Zeje dan Farel, sekarang Zeje sedang melaksanakan wisuda serjana nya.
"sayang cepat dong, yang lain sudah menunggu kita dibawah" kata Farel memanggil istri nya yang masih bersiap.
"ya mas, bentar lagi siap kok, Zeje segera mengambil tas tangan nya yang dibelikan suami nya beberapa hari yang lalu.
Saat ini Zeje menggunakan kebaya modern berwarna peach dan kain bercorak batik senada dengan baju Farel serta jilbab yang berwarna peach pula.
"ayo mas, kita turun" kata Zeje yang keluar dari ruang ganti.
Farel terpana melihat kecantikan istri nya itu, dia tidak menjawab ucapan Zeje.
"mas, ayo" kata Zeje lagi yang masih saja merapikan bajunya.
Tapi tidak ada jawaban dari suami nya sehingga Zeje melihat kearah suami nya yang masih bengong.
"mas, mas ayo kita berangkat" kata Zeje menepuk pelan bahu Farel.
"eh..iya sayang"
"kenapa bengong mas?
"mas melihat istri mas ini seperti bidadari cantik banget" kata Farel menggandeng tangan istri nya keluar kamar.
"ini nih yang ditunggu tunggu akhirnya keluar juga" kata Amanda memecah kesunyian mereka yang sedang menunggu.
"sayang kamu cantik banget mengenakan pakaian ini" kata ibu
"makasih ya buk, anak siapa dulu dong" kata Zeje tersenyum bahagia.
"ya anak ayah lah"
" kalau yang baik baik nya anak ayah, pas yang jelek nya nanti ayah bilang anak ibu" kata ibu Zeje sewot. Semua yang mendengar nya jadi tertawa.
"sudah ayo kita berangkat, tidak ada yang ketinggalan kan? Kata mama Sofi.
Mereka semua menggeleng
Mereka berangkat menggunakan tiga mobil, keluarga Zeje naik mobil yang di sopiri Randi, sedang kan Zeje bersama suaminya dan Amanda. Mama Sofi bersama pak Ardi juga nenek dan kakek Deso.
Setengah jam kemudian mereka sampaj di gedung kampus tempat mereka menyelenggarakan wisuda nya. Zeje bergambung bersama teman teman nya sedangkan yang lain menuju kursi tamu berbeda dengan Farel dan pak Ardi mereka menduduki kursi paling depan khusus untuk pemilik kampus dan donatur kampus.
Banyak para tamu undangan yang bertanya tanya kenapa keluarga Wijaksana menghadiri acara wisuda itu. Sebagian tamu juga sudah ada yang mengetahui nya. Acara wisuda hari ini berlangsung dengan hikmat dan lancar. Zeje banyak mendapat kan buket bunga dari teman teman nya yang belum wisuda, begitu juga dengan Sinta dan Rani.
Farel tidak mau ketinggalan ternyata Farel sudah menyiapkan bunga yang indah untuk istri nya itu.
"Zeje selamat ya kamu sudah lulus dengan nilai yang bagus, kakak bangga sama kamu, ini buat kamu" kata Randi memberikan sebuah buket bunga mawar merah kesukaan Zeje.
__ADS_1
"wah bunga nya bagus banget kak, terima kasih ya"
"ya, sama sama, kakak kesana dulu ya"
Zeje mengangguk, dia mengerti kalau kakak nya mau menemui Sinta.
"sayang" kata Farel yang berdiri dibelakang Zeje.
"ya mas, kata Zeje membalikan badan nya"
"ini buat kamu, selamat ya sayang kamu sudah menyelesaikan study mu. Mas bangga punya istri seperti mu" kata Farel lalu mencium kening istri nya dan memberikan sebuket bunga mawar dan bunga lili yang di rangkai berbentuk love.
"wahhh...ini bagus banget mas, makasih ya mas, tapi kenapa bunga nya bukan bunga asli mas" tanya Zeje bingung.
"mas sengaja membeli bunga ini sayang, kalau bunga asli bisa layu tapi bunga plastik ini tidak akan pernah layu. Seperti cinta mas untuk mu tidak akan pernah layu" kata Farel yang berhasil membuat Zeje klepek klepek.
Para orang tua mereka yang mendengar nya hanya bisa tersenyum bahagia melihat keharmonisan anak anak nya.
"gimana kalau kita makan makan direstoran untuk merayakan keberhasilan Zeje" kata mama Sofi dengan antusias.
"boleh juga tuh, ati kita berangkat sekarang" kata Farel menanggapi ucapan mama nya.
Mereka pun berjalan menuju parkiran mobil mereka.
"eh..tante, Zeje tunggu kata Sinta yang datang bersama Randi.
"Sinta, mana orang tua mu, kenapa kamu sama Randi? Tanya mama Sofi.
"oh gitu, ya sudah ikut sama kami saja mau kan biar gak sedih terus" kata mama Sofi.
"emangnya tante dan yang lain mau kemana?
"kita mau makan kerestiran merayakan kelulusan Zeje dan juga kelulusan kamu, ayo ikut sama tante" ajak mama Sofi merangkul Sinta. Mama Sofi paham dengan perasaan Sinta yang selalu ditinggal kedua orang tua nya dengan alasan perjalanan bisnis.
Berbeda dengan Rani yang saat ini sedang bersama orang tua nya dan juga Kevin. Mereka sedang berbincang bincang sambil menikmati makan siang dirumah Rani. Orang tua Rani sudah mengetahui hubungan anak nya dengan dosen itu.
"maaf om tante, sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu" kata Kevin dengan gugup.
"katakan saja tudak usah takut" jawab papa Rani.
"begini om, sebenarnya saya ingin melamar Rani sebagai istri saya" ucap Kevin dengan berani menatap wajah kedua orang tua Rani.
Rani yang mendengarnya sangat terkejut juga bahagia. Selama ini kata kata itu lah yang ingin di dengarnya dari pujaan hatinya itu.
"apa kamu serius dengan anak saya?
"saya benaran serius om, ingin menikahi Rani.
__ADS_1
"tapi kenapa kamu tidak datang bersama irang tua mu?
"sebenarnya ada satu hal lagi yang akan saya jelaskan tentang orang tua saya dan diri saya. Saya ingin melakukan pernikahan ini tanpa ada nya kebohongan, munkin ini lah saat nya saya akan jujur" ujar Kevin dengan serius menatap orang tua Ranidan menatap diri nya.
"kata kan lah bila itu sesuatu yang penting"
"Sebenarnya saya adalah seorang pa..
Tin tin tin..
Suara klakson dan deruan mesin mobil mengusik percakapan mereka. Kevin tidak jadi melanjutkan ucapan nya.
"siapa yang datang ya pa? Sepertinya lebih dari satu mobil parkir didepan" kata mama Rani.
"ya ma, ayo kita lihat" kata papa Rani bangkit dari duduk nya disusul istrinya.
Mereka melihat begitu banyak orang yang berdiri diluar, kalau dilihat dari pakaian nya mereka adalah bodiguard.
Orang tua Rani bingung melihat banyak orang, kemudian sepasang suami istri keluar dari dalam mobil yang sangat mewah. Tamu yang tak di undang itu berjalan mendekat kearah mereka.
"maaf pak, buk, kami sudah mengganggu kalian" kata seorang pria paruh baya dan diangguki wanita disampingnya.
"maaf, kalian siapa ya, sebelum nya apa kita pernah kenal?
"kita belum pernah kenal tapi sepertinya sebentar lagi kita akan menjadi keluarga, apa kami boleh masuk"kata pria itu.
"silahkan, maaf saya lupa mempersilahkan kalian masuk.
Orang tua Rani membawa tamu itu masuk kedalam duduk bersama Kevin dan Rani yang sedang menunggu.
Kevin dan Rani menoleh kearah tamu itu.
"Mama, papa" kata Kevin kaget melihat orang tuanya berada didepan nya.
Mama Kevin langsung menghampiri anak nya itu.
"Dasar anak kurang ajar, kenapa kamu tidak bilang sama kami kalau kau sudah menemukan wanita yang cocok dengan mu. Apa kau sudah tidak menganggap kami sebagai orang tua mu hah" kata mama Kevin yang menjewer telinga Kevin.
"maaf ma, aku baru saja ingin mengatakan semuanya tapi keburu kalian datang, sakit ma, tolong lepaskan jeweran nya" kata Kevin meminta maaf.
"mas, apa mereka orang tua mu? Tanya Rani bingung.
"ya sayang mereka orang tua ku" jawab Kevin sambil mengusap telinganya yang merah. Kevin melihat kearah ayah nya
"selamat datang yang mulia raja" kata Kevin menunduk memberi hormat.
Mereka yang mendengar ucapan Kevin menjadi kaget, karena Kevin menyebut yang mulia raja.
__ADS_1
"mari kita duduk dulu" kata papa Rani memecah kecanggungan. "Kevin bisa kamu jelaskan ucapan mu itu" kata papa Rani.
Bersambung