Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 53


__ADS_3

"Selamat siang pak Baskoro? Kata polisi.


Baskoro segera berbalik melihat ke belakang siapa yang datang.


"kenapa ada polisi disini? Gumam Baskoro kaget.


"Siang pak polisi, ini ada apa ya? Kata Baskoro pura-pura tidak tahu.


"Kami membawa surat perintah penangkapan anda atas dugaan pembunuhan berencana tuan Farel Wijaksana.


"Tapi pak polisi saya tidak pernah melakukan nya"


"Anda bisa jelaskan di kantor polisi nanti tuan Baskoro. Tolong ikut kami dan bekerjasama lah dengan polisi.


"oke..oke..saya akan ikut kalian, tapi beri saya waktu untuk memakai baju saya".


"Silahkan tuan, dan jangan pernah berfikir untuk melarikan diri karena rumah ini sudah di kepung polisi.


"Sial..bagaimana munkin polisi bisa menemukan diri ku dan dari mana mereka mengetahui aku yang sudah membunuh Farel, ini pasti ada yang tidak beres" gumam Baskoro cemas dan dia keluar dari kamar setelah memakai bajunya.


"Mari pak ikut dengan kami"


"Tapi pak polisi, saya harus menelpon pengecara saya dulu"


"Ya anda boleh melakukan nya saat di kantor polisi.


Polisi itu segera membawa Baskoro dengan tangan yang di borgol, para wartawan tidak melewatkan kesempatan emas itu sehingga berita penangkapan Baskoro menjadi topik terding di media masa. Wartawan mendapat informasi bahwa akan ada penangkapan seorang pengusaha mereka menerima pesan dari seseorang tak lain tak bukan dia lah sang asisten.


Para wartawan langsung mengambil foto Baskoro yang sedang di bawa polisi dengan tangan di borgol. Tak sampai disitu para wartawan juga mengikuti mobil polisi sampai ke kantor polisi. Para wartawan melakukan wawancara kepada kepala polisi tentang motif penangkapan Baskori. Mereka sangat terkejut mengetahui bahwa kecelakaan pewaris Wijaksana Group di lakukan oleh Baskoro.


Setelah serapan dan mengobrol dengan keluarga nya, Farel mengantar Zeje kembali pulang kerumah nya. Bertepatan hari itu hari libur jadi Zeje tidak masuk kuliah.


Tak berselang lama mereka sampai dirumah orang tua Zeje.


Farel ikut masuk kedalam dan disambut oleh keluarga Zeje.


"Pak Farel syukurlah anda selamat" kata Randi.


"Ini bukan di kantor jadi jangan panggil saya pak, lagian saya ini calon adik ipar mu". Kata Farel membuat Randi tersenyum senang karena Farel menganggap mereka keluarga nya.


"Nak Farel, kamu dan adik mu baik-baik saja kan? Tanya Ayah.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja".

__ADS_1


"Gimana cerita nya kalian bisa tidak berada dalam mobil itu? Tanya Randi


Farel kemudian menceritakan semua nya dari awal. Mulai dari mereka yang sudah di ikuti sampai mobil mereka masuk jurang.


"Ya Allah, jahat banget ya itu orang, syukur lah kalian tidak kenapa napa" kata ibu.


Tiba-tiba Ponsel Farel berdering ternyata yang menelpon itu adalah Andri yang mengabarkan kalau Baskoro sekarang sudah berada di kantor polisi.


"maaf semua nya saya harus kekantor polisi sekarang karena tersangka nya sudah tertangkap.


"Ya nak Farel, semoga urusan nya cepat selesai" kata ayah.


"semoga saja" jawab Farel.


"Rel, aku ikut ke kantor polisi" kata Randi.


"Oke ayo kita pergi, ini pertama kali aku satu mobil dengan kakak ipar jadi kesempatan ini jangan dilewatkan" ujar Farel tersenyum melihat Zeje.


Mereka berdua berangkat menaiki mobil Randi, setengah jam kemudian mereka sampai di kantor polisi.


"Rel, lihat di depan sana banyak wartawan" kata Randi.


"Ya, gimana cara nya kita bisa melewati mereka" tanya Farel.


Randi berfikir sejenak. "Aku ada ide kata Randi yang mengambil paper bag di kursi belakang. " ini kamu pakai topi ini masih baru belum ku pakai, dan ini kamu pakai masker" kata Randi memberikan kotak masker yang masih baru.


Randi kembali melajukan mobil nya melewati para wartawan itu, beruntung mereka bisa lewat tampa hambatan.


Dengan langkah cepat mereka memasuki ruangan di mana Andri sudah menunggu bersama tersangka.


"Selamat siang pak polisi" kata Farel.


"Bos, kau sudah datang"


Baskoro lalu menoleh ke arah Farel yang masih memakai topi dan masker.


"Siang pak, anda siapa? Tanya polisi yang tidak mengenali Farel.


Farel kemudian membuka topi dan maskernya.


"Pak Farel, gimana keadaan anda? Kata polisi itu.


"Saya baik pak. Tuan Baskoro bagaimana keadaan anda sekarang? Tanya Farel tersenyum mengejek.

__ADS_1


Baskoro hanya diam menatap tajam Farel. Bagaimana dia bisa hidup kembali sedangkan mobil nya sudah jatuh kedalam jurang dan aku sendiri yang menabrak nya. Apa dia jadi hantu gumam Baskoro bergidik ngeri. Tapi tidak munkin kaki nya saja menginjak tanah kata hati Baskoro yang melihat ke bawah.


"Apa anda sedang berfikir bagaimana saya bisa hidup? Tanya Farel.


"Bagaimana anda bisa tahu? Tanya Baskoro.


"Hahaha...kau sungguh naif Baskoro. Tidak semudah itu untuk melenyapkan keturunan Wijaksana" kata Farel tertawa menatap wajah Baskoro dengan tajam membuat orang berada disana menatap nya ngeri.


"Si bos ngeri juga kalau tertawa" batin Andri.


" Apa calon adik ipar ku semengerikan ini? Batin Randi menatap wajah Farel. " kalau dia lagi bucin manis nya seperti hello kitty tapi kalau dia lagi marah rasanya seperti hulk yang sedang mengamuk mengerikan sekali.


"Apa maksud mu tuan Farel, siapa yang kau tuduh membunuh diri mu? Tanya Baskoro dengan wajah yang sudah takut.


"Hahaha...kau tidak usah berpura-pura pak tua. Aku sudah melihat semuanya.


"Apa maksud mu aku tidak mengerti?


"Mengaku saja pak tua maka hukuman mu akan ringan.


"Apa yang harus ku akui, aku tidak melakukan apa pun. Pak polisi kalian akan menerima akibat nya karena sudah memperlakukan aku sepertu ini" kata Baskoro dengan marah.


Tiba tiba datang seorang laki-laki paruh baya ternya dia adalah pengacara Baskoro.


"Selamat siang tuan, selamat siang pak polisi".


"Kenapa kalian menangkap klien saya sementara klien saya tidak bersalah.


"Ya benar, saya tidak bersalah dan saya tidak tahu apa pun" kata Baskoro dengan mimik wajah yang sudah berubah tidak setakut tadi.


"Apakah anda yakin kalau klien anda tidak bersalah? Tanya polisi itu.


"Saya sangat yakin dengan klien saya.


Kemudian polisi memutar sebuah vidio di laptop dan menunjukan nya kepada pengacara Baskoro. Pengacara dan Baskoro yang melihat rekaman vidio itu sungguh terkejut.


"Bagaiman munkin, siapa yang sudah merekam vidio itu? Apa jangan-jangan Farel sudah menipuku, sebenarnya dia tidak berada di dalam mobil itu. Sialan kau Farel kau sudah menjebak ku" batin Baskoro marah terlihat dari wajah nya yang sudah merah menahan marah.


Bagai mana pak Baskoro apakah anda bisa menjelaskan vidio itu? Tanya polisi?


"Itu bukan saya pak, itu pasti editan mereka kata Baskoro menunjuk Farel. Mereka ingin menjatuhkan nama baik saya.


Pengacara Baskoro tidak bisa berbicara karena dilihat dari segi mana pun vidio itu asli dan bukan editan.

__ADS_1


Baik lah Tuan Baskoro kalau anda tidak mau mengaku tidak apa. Anda tunggu saja bukti selanjut nya tentang kejahatan anda" kata Farel. " pak polisi kami undur diri dulu semua nya saya serahkan dengan pengacara saya".


bersambung..


__ADS_2