
Pagi itu cuaca sangat mendung semua anggota keluarga Wijaksana sudah bangun, tetapi tidak ada yang keluar dari kamar nya. Hanya Zeje yang berada di dapur membuat serapan untuk semua orang. Setelah selesai menyajikan makanan di atas meja buk Sofi keluar dari kamar menuju dapur.
"Ze, ini semua kamu yang masak makanan nya?"
"Ya buk, maaf ya buk saya sudah masuk dapur ibu".
"Gak apa-apa, kamu bebas mau ngapain di rumah ini kan sebentar lagi kamu jadi mantu saya.
"terima kasih ya buk, sudah mau menerima saya jadi bagian anggota keluarga ini "
"Ya, tapi ada syarat nya"
"Syarat apa buk?
"Mulai sekarang kamu manggil saya dengan sebutan MAMA" ujar buk Sofi tersenyum.
"baik bu..em..maksud nya ma".
"Nah, gitu dong" kata buk Sofi memeluk Zeje". Sekarang kamu bangunkan calon suami kamu gih".
"Ya ma" jawab Zeje langsung menuju kamar Farel.
Tok
Tok
"Mas, ayo serapan dulu" kata Zeje memanggil Farel.
Pintu kamar Farel terbuka keluar lah dia dengan menggunakan pakaian santai rumahan.
"ada apa sayang?
"ayo serapan dulu mas"
"Ayo kata Farel menggandeng tangan Zeje turun dari tangga.
"Wah..pagi-pagi mata gue sudah seger lihat mereka yanh sedang bucin" kata Sinta menggoda Zeje.
"Mas lepasin tangan nya, malu dilihatin orang" kata Zeje menarik tangan nya dari genggaman Farel.
"Ayo kita makan, kata tuan Ardi.
"kak Farel gak ngantor hari ini? Tanya Sinta".
"Gak kakak mau dirumah saja dulu, kenapa? Tanya Farel pada Sinta.
"Ya gak apa-apa, cuma nanya doang.
"Alah..bilang saja kak Sinta mau kekantor nya kak Farel buat nemuin meneger pemasaran itu kan" kata Amanda membuat Sinta malu.
"Bukan nya meneger pemasaran itu yang di pindahin dari kantor cabang?tanyaTuan Ardi.
"Ya, pah, dia meneger baru" jawab Farel.
__ADS_1
"kenapa Sinta mau nemuin dia?
"Kak Sinta suka pah sama meneger baru itu" jawab Amanda.
"Dasar si Manda gak bisa jaga rahasia" batin Sinta menatap kesal Manda. Sementara yang di lihat cuek bebek.
Zeje hanya diam mendengar kan obrolan mereka, sesekali tersenyum melihat kekonyolan Manda.
"emang nya kamu kenal dengan lelaki itu Sin? Tanya buk Sofi.
"Emm..baru kenal sih tan" kata Sinta salah tingkah.
"Kamu ini gimana sih baru kenal sudah suka, gimana kalau dia suami orang? Kamu mau di bilang pelakor".
"ih..tante amit amit deh. Dia belum punya istri loh tante ku yang cantik".
"oh ya, tau dari mana kamu? Tanya buk Sofi.
"ya tau lah tan"
"aduk kak Sin, jujur aja napa?kata Manda.
"Jadi kamu juga sudah kenal dengan laki-laki itu Manda"
"ya ia lah mah meneger itu kan kakak nya kak Zeje". Kata Manda membuat semua mata menatap Zeje.
"Zeje melihat mereka" saya gak tahu ma soal itu" kata Zeje menghindar.
"Sayang kamu tadi manggil mama apa mas gak salah dengar?
"Bagus lah, mulai sekarang harus di biasain ya" kata Farel menatap Zeje.
Syukur mereka gak bahas soal aku lagi" gumam Sinta.
"Ze, benar meneger itu kakak kamu? Tanya Tuan Ardi"
"Ya pak, dia kakak aku nama nya Randi".
"Kok manggil bapak sih manggil papa dong " kata mama Sofi.
Zeje hanya menanggapi dengan senyuman. Ya Allah aku bersyukur banget bisa bertemu dan menjadi anggota keluarga Wijaksana" batin Zeje.
Selesai serapan mereka masing masing dengan aktivitas nya. Saat mereka berkumpul di ruang keluarga ponsel Farel berdering
Dreeetttt...dreett....
"Hallo bos" kata Andri
"Ya ada apa?
"Bos polisi sudah menemukan tempat persembunyian Baskoro"
"Bagus, terus pantau perkembangan nya kalau dia sudah tertangkap kabari saya"
__ADS_1
"baik bos" kata Andei dan menutup telepon nya.
"Ada berita apa Rel?
"Polisi sudah menemukan tempat persembunyian Baskoro pah.
"Bagus, papa ingin sekali menghajar wajah nya itu, kata papa dengan geram.
"papa tenang saja, nanti papa akan dapat bagian".
"Papa akan menunggu saat itu Rel".
* * * * * * * *
Sementara disebuah rumah yang jauh dari keramaian seorang pria sedang bersenang-senang dengan wanita bayaran nya. Cuaca yang dingin membuat pria tua itu semakin bersemangat memacu wanita yang berada bawah kungkungan nya.
"Ah...baby...kau sungguh nikmat"
"kau juga sungguh kuat sayang" kata wanita itu.
Mereka terus memacu dan merancau sampai akhir nya terdengar jeritan kenikmatan.
"Baby, mari kita minum dulu" kata Baskoro setelah puas menggarap ladang kenikmatan.
"Aku sangat senang karena musuh besar ku sudah tewas dan sekarang saat nya aku menikmati hasil kerja keras ku.
Tanpa di sadari Baskoro kalau rumah yang dia tempati nya sudah di kepung oleh polisi.
Tok
Tok
Tok
"baby, munkin itu makanan nya telah sampai. Pergi ambil dan bayar lah" kata Baskoro memberikan uang merah tiga lembar.
"baik sayang, kamu tunggu dulu disini" kata wanita itu berlalu pergi menuju pintu
Cekleek..
"Maaf pak cari siapa ya"
"Apakah benar ini rumah nya pak Baskoro kata polisi itu"
"Benar pak, ada keperluan apa ya?
"Apa pak Baskoro nya ada di dalam?
"Ada pak" kata wanita itu dengan panik.
"kalau begitu ijin kan kami masuk"
"silahkan pak, dia ada di dalam kamar" kata wanita itu menunjukan kamar Baskoro.
__ADS_1
"Baby, kenapa lama sekali siapa yang datang? Teriak Baskoro.
"Selamat siang pak Baskoro?