
Siang itu Farel lagi bersama istri nya direstoran jepang. Mereka makan siang sekalian menunggu klien nya datang.
"mas, apa aku pergi saja ya"
"kenapa sayang?
"aku gak enak mas ikut kamu ketemu klien.
"tidak apa sayang, kamy disini saja temani mas ya"
"beneran mas gak akan terganggu"
"tidak lah, sudah kamu santai saja.
Mereka pun selesai makan siangnya.
"permisi pak Farel maaf membuat anda menunggu.
"tidak masalah pak, mari silahkan duduk.
"terima kasih pak Farel. Jawab klien nya itu.
"oh ya pak Farel kenalkan ini anak putri saya maaf sudah membawanya kemari, saya tadi dari bendara menjemputnya.
"oh tidak apa apa pak silahkan duduk, santai saja" kata Farel tanpa menoleh ke wanita itu. Zeje yang duduk disamping Farel diam saja memperhatikan.
"kita mulai saja ya karena saya ada kerjaan lagi dikantor"
"silahkan pak Farel"
Farel menjelaskan isi proposal kerjasama nya yang mana kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan yang sama.
"bagai mana pak, apa anda setuju dengan persyaratan yang saya buat? Ujar Farel.
"saya sangat setuju pak Farel, saya senang bisa bekerja sama dengan anda.
"baik lah pak, saya akan menyiapkan kontrak nya dan anda bisa menanda tangani nya nanti.
"baik pak Farel"
"maaf pak Farel kalau boleh tahu apakah wanita cantik dusebelah anda itu adik anda? Tanya wanita itu.
"oh, saya lupa mengenalkan nya, kenalkan ini istri saya" kata Farel membuat wanita itu tersenyum terpaksa.
Zeje menjabat tangan wanita itu" saya Zeje senang bertemu dengan anda. Kata Zeje tersenyum tulus.
Wanita itu membalas jabatan tangan Zeje" senang juga bisa kenal dengan anda"
"selamat ya pak pak buk,m atas pernikahan kaluan semoga kedepan nya selalu bahagia " ujar klien nya.
"terima kasih pak atas doa nya. Kalau begitu kami pergi dulu nanti asisten saya akan mengabari anda masalah kontrak nya.
"baik pak Farel terima kasih atas waktunya.
"ayo sayang" kata Farel menggandeng tangan istrinya.
"sial, aku kira dia masih lajang ternyata sudah beristri"batin wanita itu.
Farel dan Zeje kembali kemobil
"Bos apa kita langsung kekantor?
"antarkan kami kemall, aku ingin memanjakan istri ku dulu.
__ADS_1
"baik bos" jawab Andri.
"mas ngapain kita ke mall?
"belanja lah sayang masa kita berenang.
"ih mas gak lucu tau" kata Zeje memukul pelan lengan suami nya.
"sayang nanti kamu bisa beli apa pun yang kamu mau".
"nanti uang mas akan habis kalau aku beli semuanya"
"sayang uang mas gak akan habis kalau pun kamu beli sama mall nya.
"sombong...." kata Zeje mendelikan matanya.
"bukan sombong hanya memberi tahu saja".
"sama saja mas nama nya itu pamer.
"Ya deh terserah kamu mau bilang apa asalkan istri mas ini senang.
Mereka pun tiba di parkiran mall
"bos kita sudah sampai"
"terima kasih kalau kamu mau ikut ayo aku yang traktir. Terserah kamu may beli apa" kata Farel mengajak Andri.
"beneran bos yang traktir aku mau beli apa saja.
"ya, ayo cepat parkir mobil nya.
"baik bos" kata Andri dengan semangat. Kapan lagi bisa dapat traktiran dari bos, ini adalah sesuatu yang langka. Biasanya bos akan memberi uang tapi kali ini aku akan beli barang yang aku inginkan" batin Andri.
"ayo kita cari baju untuk mu" kata Farele mengajak istrinya ketoko pakaian wanita. Ditoko itu perlengkapan wanita tersedia.
"sayang kamu pilih baju yang kamu suka"
"baik lah mas" kata Zeje terpaksa. Karena selama ini Zeje bukan tipe wanita yang suka berbelanja. Zeje mencoba pakaian satu persatu. Setelah memilih beberapa stel baju dan gaun kini Zeje membeli beberapa tas dan sepatu. Sekarang Zeje dan Farel berada di bagian pakaian dalam wanita, Farel sengaja membawa istri nya kesana karena dia ingin memilih beberapa lingeri buat istrinya.
"sayang coba lihat ini cantik kan cocok buat kamu" kata Farel mengangkat lingeri dan menunjukan nya ke Zeje.
"Mas, malu ah kamu lihat pelayan toko itu tersenyum melihat kita"ujar Zeje menutup wajah nya.
"kenapa malu kita kan suami istri. Sayang kamu mau yang mana dan warna apa?
"terserah, mas saja yang pilih.
"baik lah kamu pasti suka pilihan mas"
Sementara Zeje duduk menunggu suaminya memilih lingeri untuk istrinya.
"sayang ayo kita kekasir"
"mas sudah selesai memilih nya?
"sudah, apa ada lavi yang mau kamu beli?
"tidak mas, ini saja sudah banyak. Rasanya aku seperti mau buka toko saja" kata Zeje.
"apa kamu benaran mau buka toko pakaian, mas akan membuatkan toko yang bagus buat kamu. Andri kamu cari tempat dan distributor yang bisa menyediakan berbagai macam pakaian wanita" kata Farel membuat Zeje jadi bengong.
"mas, aku tadi cuma asal bicara kenapa malah dianggap serius"
__ADS_1
"perkataan mu adalah perintah buat ku sayang,
"tapu gak begitu juga mas, heran deh kenapa gak buka pabrik pakaian aja sekalian" kata Zeje berjalan menuju kasir.
"baik mas akan buatka pabrik pakaian untuk mu. Kata Farel yang sudah berdiri dibelakang istrinya.
"mas, benar benar deh, susah ngomong sama kamu. Kata Zeje sebel melihat suaminya.
Pelayan toko yang menghitung belanjaan mereka hanya bisa tersenyum.
"ini buk belanjaan nya semuanya enam puluh juta tujuh ratus" kata pelayan itu.
"apa enam puluh juta tujuh ratus? Kata Zeje kaget.
"ya buk benar apa mau bayar kes atau kartu.
"pakai ini saja" kata Farel yang mengeluarkan kartu atm nya yang berwarna emas.
"baik pak" kata pelayan itu mengambil kartu atm itu dari tangan Farel.
"ini pak kartu nya, jangan lupa berkunjung lagi kesini dengan pacarnya"
"ini mantan pacar saya lebih tepatnya istri saya" kata Farel.
"oh maaf pak"
Zeje mengambil belanjaan nya dari atas meja kasir dan memberikan nya pasa Farel.
"ini mas bawa semuanya".
"sayang ini kan banyak bagai mana mas membawanya
"terseeah mas bagai mana cara mas membawanya, yang mau belanja utu kan mas bukan aku" kata Zeje tersenyum puas telah mengerjai suaminya.
"baik lah nyonya muda Wijaksana" kata Farel tersenyum.
Mereka kemudian memasuki toko pakaian khusus pria.
Zeje berjalan memilih baju untuk suaminya. Beberapa stel baju dan jas serta dasi yang dipilih Zeje.
"mas, dari tadi aku tidak melihat Andri dia kemana? Tanya Zeje saat mereka di depan meja kasir.
"ya mas juga gak melihat nya"
"permisi mbak, tolong semua ini di hitung ya" kata Farel.
"baik pak"
"hitung juga sekalian dengan belanjaan saya, "kata Andri yang datang tiba-tiba.
Pelayan itu mentap Andri lalu menatap Farel.
"ya hitung saja dwngan belanjaan nya saya yang bayar" kata Farel.
"terima kasih bos, kalau sering sering seperti ini aku akan tambah semangat bekerjanya.
"ya, tapi selesaikan kontrak dengan klien tadi.
"baik bos, itu masalah kecil" jawab Andri tertawa bahagia.
"dasar asisten soplak" gumam Farel.
Begitulah asisten dan bos selalu bercanda mereka berdua tidak pernah berselisih paham. Bahkan Farel sangat beruntung mempunyai teman seperti Andri.
__ADS_1
Bersambung