Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 111


__ADS_3

Pagi yang indah diiringi dengan rintik hujan, membuat sepasang pengantin baru itu enggan beranjak dari pembaringan mereka.


Rani sudah terbangun,tapi dia masih betah menatap wajah suami nya dan memainkan jari nya di atas dada bidang suami nya.


"ternyata kalau diperhatikan, kamu sangat tampan mas. Kenapa coba aku duluan yang ngejar ngejar kamu mas, kenapa gak kamu yang tergila-gila pada ku. Aku pikir kamu cowok yang dingin tapi ternyata kamu itu hangat seperti kopi walau pun dingin atau panas masih enak untuk diminum" ujar Rani yang masih asik dengan kelakuan nya.


"kamu memiliki wajah tampan, hidung mancung, rahang yang tegas, banyak wanita yang ingin bersama mu, apa lah aku yang hanya butiran air mata..hehehe..lucu ya kalau kamu lagi tidur mas" kata Rani memainkan hidung Kevin.


Tanpa Rani sadari ternyata Kevin sudah bangun sedari tadi, tapi Kevin berpura-pura tidur hanya untuk mendengarkan ocehan Rani.


"sayang, apa sudah puas memandangi wajah ku yang tampan ini? Kata Kevin membuka mata membuat Rani terkesiap salah tingkah.


"mas Kevin kamu sudah bangun? Kata Rani menarik tangan nya tapi segera di tangkap Kevin.


"sudah sayang, bahkan aku mendengar semua ocehan mu itu"


"mas, ihhh...kamu berpura-pura tidur ya" kata Rani memukul dada Kevin.


"siapa bilang mas berpura-pura tidur, aku tidur beneran,tapi kamu yang sudah membangun kan mas dan juga dia, ujar Kevin menaik turun kan alis nya.


"dia siapa mas? Kata Rani bingung.


Kevin segera menuntun istri nya untuk merasa kan sesuatu dibawah sana


"dia yang ini sayang, kamu sudah membangunkan nya dan kamu harus bertanggung jawab" ujar Kevin.


Sontak membuat Rani kaget


"mas, kenapa ini keras sekali, kenapa tidak seperti sosis yang di jual itu mas yang kenyel-kenyel" Kata Rani ambigu.


"kalau sosis itu masuk kemulut sayang, tapi sosis punya mas istimewa bisa menghasil kan keturunan yang banyak. Apa kamu mau mencoba? Kata Kevin.


Tanpa menunggu jawaban istri nya, Kevin langsung menyerang bibir ranum Rani yang sudah menjadi candu buat nya.


Sehingga terjadi kah hal yang membuat badan panas dingin.


*****


Pagi itu dikediaman Wijaksana terjadi drama antara Farel dan Zeje.


"mas, aku mau ikut" kata Zeje cemberut.


"sayang, mas mau kekantor, kalau kamu ikut nanti kamu bisa bisan disana"


"gak mas, aku gak akan bosan"

__ADS_1


"sayang, dengerin mas ya, kamu harus istirahat dirumah. Kamu gak boleh lelah, lusa kita akan menghadiri pernikahan kakak kamu, kalau kamu kenapa-napa gimana kita nanti bisa menghadiri pernikahan mereka,apa kamu mau kita tetap dirumah? Kata Farel memberi pengertian"


"ya gak lah mas, aku mau pergi lah masa kakak aku nikah, adik nya gak hadir"


"karena itu kamu harus perbanyak istirahat, jangan kemana-mana, oke"


"tapi mas, aku mau tetap berada disamping kamu, nanti kamu digoda cewek cewek cantik lagi"


"siapa pun yang menggoda mas, tidak akan mempan. Mas hanya tergoda oleh kamu apa lagi kalau kamu memakai baju seksi "


"mas, tapi aku pengen kamu mas" kata Zeje memainkan dada suami nya.


Farel yang mengerti keinginan istri nya langsung menyambar bibir istri nya itu. Tidak ingin melewat kan kesempatan itu, Farel dengan sangat lincah membuka kembali stelan jas nya di depan istrinya. Zeje sangat puas dengan pemandangan yang diberikan suami nya.


"sayang, demi kamu dan anak kita, mas rela terlambat datang kekantor pagi ini"


"mas, aku akan tetap dirumah, tapi kamu harus servis aku" kata Zeje menggoda.


"baik lah tuan putri" jawab Farel.


Pagi itu akhirnya Farel kembali terlambat karwna ulah istri nya yang harus di senangkan dulu mood nya.


Beberapa hari ini Farel sangat kewalaham menghadapi tingkah laku istri nya, munkin itu hormon akibat kehamilan Zeje sehingga mood nya mudah berubah-ubah.


"Andri, kamu masih disini? Farel mana? Kata mama Sofi.


"sibos masih diatas buk" jawab Andri.


"kamu yang sabar ya, akhir-akhir ini mood nya Zeje sedikit aneh. Dia suka menyendera suami nya dikamar" kata mama Sofi tersenyum.


"iya Buk" jawab Andri.


"Andri kalau kamu butuh sesuatu jangan sungkan, pinta saja sama bik Jum, saya mau pergi kebutik dulu"


"baik Buk" jawab Andri, setelah nyonya besar pergi, Andri menuju dapur untuk membuat kopi.


"Dasar sibos, gak tau waktu kalau mau indehoy" gerutu Andri


Andri kemudian duduk di kursi meja dapur sambil menikmati secangkir kopi dan cemilan yang disedia kan bik Jum.


Menunggu sibos keluar kamar, Andri memeriksa ponsel nya dan dia menghubungi sekretaris Farel mengatakan rapat di tunda sampai waktu yang tak ditentukan.


"si Bos, lama banget sih, nasib gue yang jones" gerutu Andri lalu meminum kopi nya.


Hampir satu jam Farel baru selesai dengan drama yang di buat istri nya.

__ADS_1


"sayang, kamu istirahat saja dirumah ya, kalau butuh sesuatu pinta sama bibik.


"ya mas, aku capek banget"


"ya sudah kamu istirahat saja, nanti mas suruh bibik mengantar susu kamu dan makanan"


"makasih ya mas"


"ya, anak papa sehat-sehat didalamnperut mama ya jangan nakal" kata Farel mengelus perut buncit istri nya.


"mas, ingat jangan nakal ya, jaga tuh pandangan" kata Zeje memelotot kan mata nya.


" ya sayang, mas hanya memandang kamu saja, mas berangkat dulu ya. Seperti nya Andri sudah menunggu mas dari tadi"


"ya, hati-hati ya mas"


"ya sayang, kamu tidur saja"


Farel pun segera turun dan menuju dapur untuk mencari bik Jum.


"bik..bibik...kata Farel sambil berjalan kedapur"


"iya den Farel, ada apa?


"bik, tolong buat kan susu untuk istri saya sekalian bawa kan makanan nya"


"baik den" jawab bibik"


"loh, Andri ngapain kamu disini"


"ya nungguin bos lah, mereka yang enak gue yang sengsara" kata Andri melengos meninggalkan Farel.


"maka nya cari pasangan, biar merasakan indah nya dunia"


"emang gue bisa libur selama satu bulan bos"


"enak saja libur satu bulan, mau aku pecat loe"


"tapi kata nya si bos, aku harus cari pasangan, gimana mau dapat pacar, libur saja gak pernah"


Andri pun masuk kedalam mobil bersama Farel dan mereka pergi menuju kantor.


"dasar bos bucin" batin Andri, lalu melajukan mobil nya membelah jalan raya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2