Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 102


__ADS_3

Rani masih saja menatap layar ponsel nya mencari bagai mana etika seorang putri kerajaan.


"susah banget ya, ini mah gak sesuai dengan gue, secara gue itu orang nya bar bar. Tapo gue harus bisa belajar menjadi wanita peminim yang lembut" gumam Rani.


Sedang kan saat ini di restoran keluarga besar Farel dan Zeje sedang merayakan kelulusan Zeje dan Sinta. Mereka menikmati menu makanan yang istimewa.


"Randi, kapan Sinta nya di lamar, kan Sinta sudah lulus kuliah" tanya pak Ardi.


"ya loh Ran, biar kita mengadakan pesta lagi, cepat di halalin kalau emang udah klop" kata mama Sofi menimpali.


Yamg dibicarakan malah saling lempar pandang tidak ada yang mau menjawab. Akhir nya Randi membuka suara.


"insyaallah bentar lagi Tan, nunggu orang tua nya Sinta kembali dari luar negeri.


Mendengar jawaban Randi, Sinta langsung menoleh ke arah nya.


"bagus dong, dicepati saja ntar Sinta nya di culik orang"ujar tante Sofi.


"emang ada ma, yang mau culik kak Sinta. Takut nya yang menculik itu dikarate sama kak Sinta" kata Manda.


"kamu bisa karate? Kata Randi melihat Sinta.


"ya elah kak, Sinta itu dari dulu bisa karate kan kami satu perguruan" ujar Zeje yang menjawab pertanyaan Randi, dan diangguki Sinta.


"hati hati bro, ntar malam pertama loe kena karate" kata Farel menggoda Randi.


"bearti kak Farel sudah pernah di banting kak Zeje dong" ucapan Manda membuat semua yang ada di meja itu memandang Farel.


"eh..gak kok, Zeje kan sayang banget sama aku, mana berani dia membanting kakak" jawaban Farel membuat Zeje melotot.


"yakin mas, gak pernah aku banting? Kata Zeje.


" jadi kak Farel pernah di banting sama kak Zeje? Hahah...rasain tuh belagu banget sih loe kak" kata Manda mentertawakan Farel.


"sayang, jangan buka kartu dong, malu dilihat yang lain" kata Farel memasang wajah memelas.


"jadi gimana rencana nya Ran, mau langsung menikah atau tunangan saja, nanti kami akan mengabari pada orang tua Sinta agar secepat nya mereka pulang.


"kalau aku sih mau nya langsung menikah Om.


"wah, bearti bentar lagi kita pasti mengadakan pesta dong" kata Amanda yang sangat suka jika ada pesta.


"girang banget loe, kelihatan yang suka makan gratis dipesta" kata Pasha yang selalu seperti kucing dan anjing jika bertemu dengan Manda.


"huss..Pasha, gak boleh ngomong gitu" kata ibu.


"gak apa apa besan, emang Amanda emang suka ke pesta karena kata nya banyak makan an enak enak gratis pula" jawab mama Sofi.


Semua yang mendengar memjadi tertawa, kecuali Manda yang kelihatan cemberut.


"mama, gak usah buka kartu napa? Ih..aku kan jadi malu" ujar Manda dengan wajah yamg kesal dan mulut di monyongkan.

__ADS_1


"hahaha....katahuan yang suka makan gratis dipesta" goda Pasha kembali.


"ih..Pasha nyebelin deh" ujar Manda cemberut.


"sudah sudah, ayo dilanjut makan nya, Manda gak usah cemberut lagi ya, nanti cantik nya hilang mau seperti wajah nenek" kata nenek Deso.


"ih..gak lah nek, Manda masih muda masa di suruh keriput, gak mau ah.


"ya udah gak usah cemberut lagi, senyum dong" kata nenek lagi.


Manda pun menarik ujur bibir nya tersenyum


"gitu dong, kan cantik kelihatan masih imut" kata nenek menghibur Manda.


Siang itu mereka menikmati makan siang nya dengan hati yang gembira. Berkumpul dengan keluarga dan bisa menikmati momen indah bersama sama. Setelah acara makan siang bersama selesai, mereka kembali pulang menuju rumah masing- masing. Sedang kan Sinta ikut pulang kerumah tantenya.


"capek nya" ujar Zeje membaringkan tubuh nya ditempat tidur".


"sayang ganti dulu baju nya, biar leluasa kalau mau istirahat.


"ya mas, bentar lagi, capek banget badan aku"


"mas mandi dulu ya, nanti selesai mas baru kamu mandi biar segar" kata Farel dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Farel sudah selesai mandi dan memakai baju santai, hari ini dia memang tidak masuk kerja karena ingin menghadiri acara wisuda istrinya.


"sayang, ayo bangun, mandi dulu sana" ujar Farel menggoyang goyang kan tubuh istri nya yang sudah tertidur.


"bentar lagi mas" jawab Zeje dengan suara khas orang bangun tidur.


Dengan gerakan cepat, Zeje pun bangun dengan menyingsing kebaya nya dan berlari kedalam kamar mandi. Melihat tingkah istri nya Farel menjadi tertawa, Farel hanya mengerjain istri nya saja supaya mau bangun.


****


Saat makan malam semua nya sudah berkumpul dimeja makan. Mereka makan dengan diam tak ada satu pum yang memulai obrolan. Selesai makan, Zeje dan Sinta masuk kedalam kamar Sinta dan melakukan panggilan vidio bersama Rani.


"hay guys, gimana acara makan siamg kalian, lancar kan" tanya Rani


"lancar dong" jawab Sinta.


"loe ikut juga Sin ?


"ya iya lah masa gue harus tinggal, gue kan keponakan tersayang" jawab Sinta dengan gaya centil nya.


"ya gue percaya" jawab Rani dengan memutar bola mata nya.


"gimana dengan loe Ran, makan siang bersama Kevin lancar kan.


"lancar banget, malah gue dapat kejutan"


"kejutan apa Ran?

__ADS_1


"kejutan tak terduga Ze, kalian tahu gak?


"gak" jawab Zeje dan Sinta kompak.


"ih..gue belum selesai ngomong udah main poting aja"


"kue kali Ran, di potong" ujar Sinta.


"kalian mau dengar gak, kabar mengejutkan dari gue,kalau gak mau dengar gue matiin ni"


"ya ya kita mau dengar"


"tadi saat Kevin dan orang tua gue ngobrol masalah hubungan gue tiba tiba orang tua nya Kevin datang bersama rombongan bodiguard nya" Rani pun menceritakan kejadian siang tadi dirumah nya dan siapa sebenar nya Kevin.


"oh..jadi Kevin seorang pangeran" kata Sinta yang belum konek.


"Apa? Kevin anak seorang Raja? Tanya Sinta yang langsung bangkit dari tiduran nya.


"loe beneran Ran, gak sedang ngeprank kita kan? Kata Zeje.


"gue serius Ze, tanya aja sama suami loe, pasti dia tahu.


"jadi orang tua nya Kevin sudah melamar loe secara resmi Ran?


"Ya Sin, nih cincin yang diberikan orang tua nya Kevin" kata Rani menunjuk kan cincin yang indah itu.


"wah...cincin nya indah banget. Gue mau juga seperti itu dilamar dengan cincin yang indah" ujar Sinta


"ya, ntar gue bilangin sama kak Randi, kalau loe mau cincin yang sangat indah, kalau perlu yamg tidak ada di pakai siapa pun" kata Zeje dengan jengah melihat tingkah teman nya itu.


"iss..gak gitu juga kali Ze, ntar Randi nya malah kerepotan nyari cincin yang limited edition.


"Ran, jadi kapan pernikahan kalian akan di ada kan?


"satu minggu lagi Ze" jawab Rani dengan wajah yang ceria.


"mepet banget sih waktu nya, kita kan belum siap siap. Belum nyari baju, belum lagi nyari kado buat loe" kata Sinta.


"Ya mana gue tahu, itu sih kemauan nya pak dosen" jawab Rani.


"dasar ya pak dosen, dulu aja menghindar, sekarang ngebet banget mau nikah" kata Sinta


"Ran, loe mau kado apa dari kita?


"apa ya Ze, gue belum kepikiran.


"ya udah kalau loe belum kepikiran, gue akan kasi loe kado yang bagus dan pasti nya loe akan suka" kata Zeje menaik turun kan alis nya.


"Ze, jangan aneh aneh ya, gue gak mau terima kalau kado kalian aneh bin ajaib.


"tenang saja Ran, gak akan aneh kok" jawab Zeje.

__ADS_1


Akhirnya sambungan panggilan vidio mereka pun berakhir, Zeje kembali ke kamar nya.


Bersambung


__ADS_2