
"Auuww..jerit Zeje. Farel yang mendengar langsung siap siaga"
"sayang apa sakit lagi?"
"ya mas, ini sakit nya sangat terasa, seperti nya aku akan lahiran mas"
"kalau gitu kita kerumah sakit sekarang" kata Farel lalu menutup laptop dan mengambil kunci mobil dan dompet nya.
"bik..bibik" teriak Farel.
"ya denFarel, ada apa? Tanya bibik datang terburu-buru.
"bik, tolong bawakan tas bayi yang didekat lemari itu, seperti nya istri ku mau melahirkan"
"baik den" kata bibik berjalan masuk kedalam kamar Farel.
"bik, langsung bawa ke mobil ya"
"ya den, bibik ikut ya kerumah sakit"
"ya bik, ayo cepat"
Farel pun membantu istri nya masuk kedalam mobil duduk dibelakang ditemani bibik.
"non Zeje, ikuti arahan bibik ya, tarik napas dari hidung secara perlahan dan keluarkan pelan pelan"
Zeje mengikuti arahan sang bibik
"mas, perut aku tambah sakit mas, sepertinya ketuban aku sudah pecah" kata Zeje menahan sakit.
"sabar ya sayang kamu bertahan dulu ya, sebentar lagi kita akan sampai"
Drettt...dreet..ponsel Farel berdering.
"halo ma"jawab Farel.
"Rel, kenapa vidio call nya dimatikan"
"aku lagi dijalan ma menuju rumah sakit, Zeje mau lahiran ketuban nya sudah pecah"
Tut tut...Farel langsung mematikan sambungan telpon nya.
Mama yang mendengar ucapan Farel menjadi gelisah, tapi dia tetap menampilkan raut wajah yang tenang. Dia tidak mau merusak kebahagiaan Rani dengan memberitahu mereka kalau saat ini Zeje mau melahirkan.
Farel sudah tiba di rumah sakit dengan menggendong istri nya.
"suster...tolong istri saya mau melahirkan" kata Farel.
Lalu beberapa suster datang menghampiri membawa brangkar, dan Zeje pun dibaringkan diatasnya.
"sayang, kamu tenang ya mas akan menemani mu" kata Farel menggenggam tangan istrinya.
"mas ini sakit banget"
"kamu pasti kuat sayang, kamu harus bertahan ya demi anak kita, kita akan merawat nya bersama-sama"
Zeje pun dibawa keruang bersalin, dokter yang menangani Zeje segera memeriksa keadaan Zeje.
"ini sudah pembukaan sepuluh, ibu Zeje harus ngejen ya ikut arahan saya"
__ADS_1
"ya dok, tapi saya mau ditemani suami saya"
"baim buk, suster tolong panggil pam Farel kesini" kata dokter menyuruh seorang suster.
Suster tersebut keluar dari ruangan.
"Pak Farel silah ka ikut saya kedalam, istri anda ingin ditemani oleh anda"
"baik sus" jawab Farel berjalan dibelakang suster.
"sayang, kamu yang kuat ya"
"ya mas, aku kuat kok"
Dokter pun mengarah kan Zeje untuk mengejan.
Oweekkk...oweeekkkk. Suara tangisan bayi perempuan pun terdengar.
"alhamdulillah, bayi nya perempuan, sehat dan tidak kurang satu apa pun" kata dokter.
"alhamdulillah, terima kasih ya sayang kamu sudah melahirkan puteri cantik kita" kata Farel lalu mencium kening Zeje.
Selesai dibersih kan, suster memberikan bayi tersebut ke Farel untuk di azan kan.
Zeje yang melihat pemandangan itu meneteskan air mata nya terharu.
Selesai mengazan kan puteri nya, Farel memberikan anak nya kepada suster untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
"bik, bibik pulang saja ya, besok pagi tolong antarkan serapan buat Zeje dan saya"
"baik den, bibik pulang dulu ya"
*****
Selesai acara mereka semua masuk kedalam kamar masing-masing. Sebelum mereka masuk mama Sofi memanggil besan nya.
"Buk Siti, saya mau bicara sebentar" kata mama Sofi.
Buk Siti dan pak Risman langsung menghenti kan langkah nya dan menoleh ke arah besan nya itu.
"ya buk Sofi ada apa?"
"kita bicara di kamar saya saja ya" kata Buk Sofi kemudian masuk kedalam kamar di ikuti suami nya dan kedua besan nya.
"ada apa ma, kenapa kita ngobrol nya di kamar?tanya pak Ardi"
"emm..begini buk Siti, saya merasa khawatir dengan Zeje, tadi saat saya vidio call dengan nya tiba-tiba sambungan telpon nya mati"
"maksud buk Sofi gimana ya, apa terjadi sesuatu pada anak saya? Tanya buk Siti khawatir"
"tadi setelah sambungan telpon nya terputus, saya langsung menelpon Farel, kata nya mereka lagi di jalan mau kerumah sakit"
"apa Zeje akan melahirkan ma? Tanya pak Ardi"
"ya pa, seperti nya begitu"
"ya Allah, gimana keadaan Zeje sekarang. Apa dia baik-baik saja? Kata buk Siti yang sudah menangis"
"tenang buk, gimana kalau kita telepon saja mereka" kata mama Sofi.
__ADS_1
"betul, lebih baik telpon saja mereka sekarang" kata pak Ardi.
Mama Sofi langsung mengambil onsel nya dan melakukan panggilan vidio.
"halo Rel, gimana keadaan Zeje sekarang? Kami semua sangat khawatir"
"Alhamdulillah ma, anak kami sudah lahir dan Zeje sekarang lagi istirahat, sepertinya dia sedang tidur" jawab Farel.
"Alhamdulillah" jawab mereka serentak.
"Farel apa jenis kelamin cucu ibu? Tanya ibu mertua nya"
"itu rahasia, kalau ibu dan yang lain ingin tahu, segera kembali kesini" kata Farel tersenyum.
"Farel kamu mau kualat sama orang tua ya, masa cucu kami lahir gak di kasi tahu jenis kelamin nya" kata papa Ardi.
"haha..papa, ancaman mu tidak mempan buat aku. Oh ya, besok kakek dan nenek Deso akan kembali kesini"
"apa mereka sudah memberi tahu mu?"
"sudah ma, makanya aku tahu, mama gimana sih, sudah dulu ya ma, anak ku lagi menangis sepertinya dia marah sama oma dan opa nya yang tidak menunggui nya saat lahir"
Tut tut tut
Sambungan telpon pun terputus.
"dasar anak durhakim, selalu saja membuat orang tua nya penasaran" gerutu mama Sofi.
"gak apa buk Sofi, yang penting cucu dan anak kita sehat dan selamat" ujar besan nya.
"benar kata buk Siti, yang penting mereka berdua sehat dan selamat"
Mereka pun berembuk merencanakan kepulangan mereka di percepat.
Saat sedang makan malam di kerajaan tersebut, pak Ardi mengutara kan maksud mereka yang ingin kembali besok kenegara mereka.
"kenapa kalian cepat sekali pulang nya, apa pelayan disini sudah membuat jalian kecewa? Kata kan saja aku akan menghukum mereka" kata Raja Gabriel.
"bukan, bukan seperti itu teman, sebenar nya menantu kami Zeje istri nya Farel sudah melahirkan tadi siang, makanya kami berencana kembali secepat nya"
"wah...selamat ya teman, kau sudah menjadi opa, baik lah aku akan mengijin kan kalian kembali besok. Kalian bisa memakai pesawat kerajaan"
"terima kasih ya sudah meringan kan langkah kami"
"om, tante, benaran Zeje sudah lahiran? Tanya Rani"
"ya, saat tante lagi vidio call sama dia tiba-tiba sambungan telpon nya terputus. Mama Sofi menceritakan kronologi tadi siang"
"selamat ya tante, selamat ya buk, aku jadi ikut senang keponakan ku sudah lahir, kira-kira cewek apa cowok baby nya"
"itu kami tidak tahu, karena Farel merahasia kan nya dari kami"
"dasar si Farel dari dulu suka banget bikin orang penasaran" kata Kevin.
"haha...dia memang seperti itu"kata pak Ardi.
"ma, benar kak Zeje sudah melahirkan? Bearti aku sudah punya keponakan dong" kata Amanda sangat senang.
"ya, kamu dan Pasha sudah menjadi aunty dan om. Jadi kalian berdua harus saling membantu untuk menjaga keponakan kalian ya" ujar mama.
__ADS_1
"siap ma" jawab Manda. Sedang kan Pasha hanya tersenyum saja".
Bersambung