
Pagi itu Zeje dan teman-teman nya datang ke rumah kakek Denso. Mereka serapan bersama. Orang tua Farel akan kembali pulang kekota pagi itu juga.
"Farel, Manda, kami pulang dulu ya kalian jaga diri baik-baik.
"ya ma, kalian hati-hati dijalan ya. Secepatnya kami akan menyusul" ujar Farel.
"Zeje, Sinta, Rani, kalian tolong jaga Manda ya, dia itu anak nya manja susah diatur.
"Tante, Manda itu adik aku pasti aku jaga. Kalau dia bandel ntar aku aduin sama tante dan om agar uang sakunya dipotong.
"Kak Sinta, ih..mana boleh ngadu ngadu pake ngancam segala lagi" ujar Manda cemberut.
"Zeje, mama dan papa pulang dulu ya. Mama tunggu kamu dan yang lain segera pulang. Kita akan umumkan hari pernikahan kamu dan Farel.
"Ya mama, empat hari lagi kita akan pulang. Mama dan papa hati-hati dijalan ya.
"Ya sayang" kata mama.
"kakek, nenek kami pamit dulu, tolong jaga anak anak selama mereka disini ya kek. Dan kami juga menunggu kedatangan kakek dan nenek" ujar pak Ardi.
"insyaallah..kami akan segera menyusul jika urusan anak anak sudah selesai" ujar kakek Deso.
Mama Sofi dan papa Ardi pun berangkat menuju bendara diantar Farel dan Andri. Sedangkan yang lain nya berangkar menuju perkebunan.
Sepulang dari bandara Farel dan Andri pergi ke kantor polisi untuk menyelesaikan urusan mereka.
"Selamat siang pak Farel" kata anggota kepolisian.
"siang pak, bagai mana kelanjutan kasus nya? Apa berkasnya sudah diproses?
"Sudah pak, tersangka juga sudah mengakui kesalahan mereka. Dengan begini dalang daru semua kejadian akan mendapat hukuman nya.
"Apa hukuman Baskoro akan bertambah pak mengingat saat ini dia berada dipenjara.
"Ya pak, hukuman nya akan bertambah. Menurut dari keterangan para tersangka Baskoro lah yang mendalangi kecelakaan itu.
"Baiklah pak, kami permisi dulu, jika ada sesuatu yang dibutuhkan segera hubungi saya.
"Terima kasih pak Farel"
Farel dan Andri pun meninggalkan kantor polisi.
"Bos, kita kemana sekarang apa anda mau singgah kesuatu tempat?
Farel berfikir sejenak. "Apa disini ada toko yang bisa membeli hadiah?
"saya juga kurang tahu bos, tapi akan saya cari disepanjang jalan ini.
Andri membawa mobil nya membelah jalanan mencari toko hadiah.
"berhenti Ndri" kata Farel tiba tiba.
"Ada apa bos?
"Kita singgah ketoko perhiasan itu"kata Farel menunjuk sebuah toko emas.
Andri membelokan mobil nya ke toko tersebut.
__ADS_1
"Permisi" kata Farel saat berada didalam toko.
"Ya pak, ada yang bisa saya bantu? Kata pemilik toko.
"Saya mau cari kalung untuk hadiah"
"oh mari pak, sebelah sini" kata pemilik toko menuju etalase tempat kalung.
"ini pak kalung nya, anda bisa lihat sendiri.
Farel melihat berbagai macam model kalung tapi tidak ada yang sesuai keinginan nya. Saat dia memalingkan wajah nya, dia melihat kalung yang dipajang di lemari.
"boleh ambilkan yang itu" kata Farel menunjuk kalung tersebut.
"Maaf pak, itu kalung berlian harganya sangat mahal.
"apa anda menganggap saya tidak sanggup membelinya? Kata Farel menatap tajam pemilik toko tersebut.
"Maaf pak, bukan begitu tapi...
"Buk, jangankan hanya kalung itu, toko anda ini juga sanggup dibeli bos saya beserta isinya" kata Andri geram melihat sikap pemilik toko itu.
"Baik lah buk kalau anda tidak mengijinkan saya melihat nya, saya permisi dulu" kata Farel melangkah keluar meninggalkan toko tersebut.
"coba anda lihat di internet siapa orang yang sudah anda remehkan itu" kata Andri kepada pemilik toko.
"emang nya kalian siapa?
"Pria itu adalah bos saya pewaris WJS Group. Coba anda cari tahu sendiri. Kata Andri lalu meninggalkan toko itu menyusul bos nya.
Pemilik toko tersebut mencari tahu tentang Farel sesuau yang dikatakan Andri. Betapa terkejutnya dia setelah tahu siapa pembeli yang sudah diremehkan nya.
Sore itu Farel baru tiba di rumah kakek Deso. Farel segera membersihkan tubuh nya sedangkan Andri beristirahat diruang tamu.
Farel berencana menemui Zeje dirumah tempat mereka menginap.
Selesai mandi dan berpakaian Farel keluar menemui Andri.
"Bos anda sudah siap, apa kita berangkat sekarang?
"Ya, aku sudah rindu dengan nya"
"baru tadi pagi kalian bertemu bos masa sudah rindu" cibir Andri.
"aku ingin menebus waktu yang satu tahun terbuang sia sia.
"ya ya, percuma juga gue ngomong dengan orang yang bucin.
Andri dan Farel pergi menuju rumah Zeje setelah pamit dengan kakek Deso.
"Assalamu'alaikum..
"Wa'alaikumsalam, kakak" ujar Amanda.
"Manda, kamu baik baik saja kan?
"Ya kak, ada apa kakak kesini?
__ADS_1
"kakak mau menemui kakak ipar mu, mana dia?
"oh kak Zeje lagi mandi, tunggu ya aku panggil kakak duduk dulu. Kata Manda berlalu pergi menuju kamar Zeje.
"bos, saya tinggal dulu ya mau mandi dulu" ujar Andri.
Farel hanya mengangguk dan dia duduk menunggu sang pujaan hati.
"Mas Farel, apa sudah lama menunggu? Tanya Zeje yang keluar dari kamar.
"baru kok, kamu sudah makan, nih mas bawakan untuk kalian makanan. Kata Farel memberikan bungkusan kepada Zeje.
"Banyak banget mas, makasih ya"
"ya, nanti kita makan dengan yang lain. Oh ya sayang mas punya sesuatu untuk kamu" kata Farel mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celana nya.
"Apa ini mas? Tanya Zeje melihat kotak yang sudah berada ditangan nya.
"buka saja pasti kamu suka.
"mas, ini indah banget" kata Zeje kaget melihat kalung berlian itu.
"sini sayang mas pakai kan" ujar Farel bangkit dari duduk nya dan memasangkan kalung itu dileher Zeje. " cantik, kamu sangat cantik sayang" puji Farek membuat Zeje bersemu merah.
"makasih ya mas, ini pasti sangat mahal".
"Jangan pikirkan harganya, mas senang bisa membuat mu bahagia.
Tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata yang mengabadukan momem tersebut. Sinta dan Rani mengambil foto dan vidio mereka secara diam-diam.
"wah..kalung nya cantik banget, kakak pilih kasih, buat Manda mana? Kata Manda yang datang menghampiri Farel dan Zeje.
"Ya, kalung nya cantik Ze" kata Sinta.
Farel mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. "nih buat adik kakak yang manja" kata Farel memberikan kotak tersebut.
Manda membuka kotak itu dan melihat isinya. "wah kakak terima kasih ya, aku sudah lama menginginkan cincin ini" kata Manda dengan girang nya dan memeluk kakak nya.
"Mas, bagaimana urusan mu dikantor polisi, apa kah sudah beres semuanya?
"sudah sayang, kalian kapan selesai kkn nya?
"besok hari terakhir kita mas, jadi lusa kita bisa pulang, aku sudah rindu dengan ayah dan ibu" jawab Zeje.
"Ya aku juga sudah rindu dengan orang tua ku" kata Rani.
"Kalau aku gak ada yang aku rindukan" ujar Seno
"kenapa bisa? Kata Sinta
"orang tua aku sedang du luar negeri gak tahu kapan pulang, mereka saja sepertinya gak rindu dengan ku" jawab Seno tanpa ada rasa sedih.
"lo yang sabar saja, munkin orang tua lo lagi sibuk, mereka juga pasti merindukan lo Sen" ujar Rani memberi semangat pada teman nya itu.
" yahh..mudah mudahan seperti itu.
"oh ya dari tadi kita ngobrol terus, gue jadi lapar nih kita makan dulu yuk. Mas Farel sudah membawakan makanan buat kita" ujar Zeje bangkit dan pergi menuju dapur diikuti yang lain.
__ADS_1
Bersambung..