
"Selamat sore semuanya" kata seorang wanita yang masuk menggunakan pakaian seksi.
Farel dan mama nya langsung menoleh kearah suara tersebut.
Begitu juga dengan para wanita yang berada di dapur, mereka langsung melihat siapa yang datang.
"Ya ampun si ulat bulu datang kak Sin" kata Manda.
"Ulat bulu? Tanya Zeje bingung.
"ini gak bisa di biarin, nanti akan ada perang dunia ke tiga Manda" kata Sinta.
"Maksud kalian apa sih, gue jadi bingung" kata Zeje menatap Sinta dan Manda.
"Lo lihat aja Ze drama yang di buat si ulat bulu itu".
"Drama apaan sih Sinta?
"udah lo diam saja dan lihat aja".
"Siska ngapain kamu kesini? Tanya Farel.
"Hai tante Sofi apa kabar? Siska kangen loh sama tante.
"tante baik, kamu sama siapa?
"aku sendiri saja tan"
"hay Farel sudah lama ya kita tidak bertemu" kata Siska langsung memeluk Farel.
"Wah...berani banget dia meluk-meluk kakak gue, mau minta hajar munkin si ulat bulu itu" kata Manda kesal.
"Siapa wanita itu apa dia mantan nya Farel? Tanya Zeze pada Manda".
"itu bukan siapa-siapa kak Farel, dia itu wanita yang tergila-gila dengan kak Farel" jawab Manda.
Zeje memperhatikan Siska yang memeluk Farel dengan erat, "siapa sih wanita itu kenapa Farel tidak pernah bilang sama aku ya, lihat mau aja dia di peluk seperti itu" batin Zeje.
"Siska lepasin" kata Farel mendorong tubuh Siska.
"Farel aku kangen sama kamu loh"
Mama Sofi melihat Siska yang sangat agresif jadi sangat infil.
"Siska ayo silahkan duduk.
"Ya tante" jawab Siska lalu duduk di samping Farel.
Farel yang risih dengan sikap Siska langsung bangkit dan pindah ke tempat lain. Saat akan duduk tanpa sengaja melihat kearah dapur dan mata nya bersetatapan dengan Zeje.
Zeje menatap Farel dengan sangat tajam sehingga Farel menelan saliva nya.
"gawat, pasti Zeje tadi melihat Siska lagi meluk gue" batin Farel.
"Siska ada keperluan apa sehingga kamu datang kemari?
"Gini tante, aku cuma mau nanya kapan perjodohan aku dan Farel di langsung kan? Dulu kan tante pernah cerita sama mama aku kalau aku dan Farel akan di jodohkan.
"tante gak pernah bilang kalau tante akan menjodohkan anak tante sama kamu. Dulu tante sama mama kamu berteman bahkan kami sepakat akan menjodohkan anak kami kalau anak kami sama-sama menerima tapi didasari dengan cinta. Beda hal nya kamu dan Farel, Farel tidak pernah mencintai kamu dan mama kamu juga sudah tahu kok.
__ADS_1
"Tapi tante aku mencintai Farel, aku gak munkin bisa melupakan Farel tante. Farel kamu mau kan sama aku? Aku sangat mencintai mu".
"Dasar wanita gak punya harga diri banget sih. Sudah ditolak malah ngemis" gerutu Manda.
"Hus..gak boleh ngomong gitu. Nama nya saja cinta gak bisa memilih harus berlabuh kehati yang mana" kata Zeje menasehati Manda.
"Ya kak, tapi gak harus gitu juga kan sampe ngemis-ngemis cinta.
"Ya sih, kita jadi perempuan itu harus punya harga diri. Jawab Zeje.
Manda datang membawakan beberapa minuman dan snak buat mama nya dan Siska.
"Ini mah minuman nya, kak Siska silahkan diminum".
"Terima kasih calon adik ipar" kata Siska dengan pede nya.
Manda tersenyum kecut dan memalingkan wajah nya ke samping "uwekkk...mau muntah gue di panggil adik ipar sama nih ulat bulu"batin Manda.
Manda duduk di samping mama nya dan ikut mengobrol dengan mereka. Sedangkan Zeje dan Sinta mendengarkan dari balik tembok dekat dapur.
"Jadi gimana Rel, kamu mau kan sama aku. Aku janji akan merubah perilaku ku dan sifat ku" kata Siska dengan lembut.
"maaf Siska aku gak bisa menerima kamu"bahkan menjadi teman mu pun aku tidak bisa" tolak Farel dengan tegas.
"Tapi kenapa Rel?
"Karena kak Farel sudah punya pacar dan sebentar lagi mereka akan bertunangan" jawab Manda.
"Bertunangan, apa itu benar tante,kenapa aku tidak tahu?
"Untuk apa kak Farel memberi tahu mu?
"Baik lah, aku permisi dulu" kata Siska lalu pergi meninggalkan mereka yang masih diam menatap kepergian Siska. "Sial lihat saja Farel aku tidak akan melepas kan mu kau akan menjadi milik ku"batin Siska.
"hah, mama pusing di buat anak itu, mama istirahat dulu" kata mama Sofi memegang kepala nya dan pergi menuju kamarnya.
Farel kembali melihat kearah dapur tapi dia tidak melihat Zeje disana.
"Kemana Zeje ya apa dia sudah pulang? Batin Farel lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju dapur. Tapi Farel tidak menemukan Zeje dan Sinta.
Farel kembali ke depan menemui adik nya.
"Manda kamu lihat Zeje gak?
"Kak Zeje sudah pulang diantar kak Sinta, seperti nya kak Zeje marah lihat kakak.
Farel menaiki tangga menuju kamar nya sambil memcoba menghubungi ponsel Zeje.
Tapi Zeje tidak mengangkat nya.
Di dalam mobil Sinta menceritakan siapa Siska sebenarnya. Dan apa yang dilihat nya waktu di mall bersama Manda.
"Jadi maksud lo, Siska itu simpanan om om gitu? Tanya Zeje.
"Yah..begitu lah Ze yang gue dan Manda lihat dengan mata kepala gue.
Sementara Farel kalang kabut dikamar nya karena Zeje tidak mengangkat telpon nya. farel mengirim pesan kepada Zeje
🧑"sayang kamu dimana kenapa tidak mengangkat telpon dari mas?
__ADS_1
Ting sebuah pesan masuk ke ponsel Zeje, Zeje hanya membaca tapi tidak berniat membalas nya.
👨" sayang kenapa tidak dibalas, mas minta maaf atas kejadian tadi sore itu.
Zeje kembali melihat pesan dari Farel dia hanya tersenyum membaca nya.
"Kenapa zeje tidak membalas pesanku hanya di baca saja, apa dia benar-benar marah? Batin Farel.
Selepas sholat maghrib Farel bergegas bersiap-siap menuju rumah Zeje.
"Farel kamu mau kemana?
"Farel ke rumah Zeje dulu pah"
"nanti saja kita makan malam dulu"
"Farel gak lapar pah, Farel pergi dulu ya" kata Farel lalu masuk kedalam mobil nya.
"Kenapa Farel terburu-buru gitu?
"munkin kak Zeje lagi marahan sama kak Farel pah"
"Tapi kenapa Zeje bisa marah?
"Tadi kak Siska datang dan langsung meluk kak Farel,dan apa papa tahu tadi kak Siska ngajak kak Farel untuk nikah" kata Manda.
"Wah..berani bener tuh anak, apa Farel menerima nya.
"Papa gimana sih? Jelas jelas anak nya gak suka sama wanita rubah itu"kata mama Sofi.
Tidak sampai satu jam Farel sudah sampai didepan rumah Zeje.
Tok
Tok
Tok
Pintu terbuka ternyata Randi yang membukakan pintu.
"Kamu, kenapa kamu malam-malam kemari?
"Zeje nya ada didalam? Tanya Farel
"Ada, silahkan masuk.
"Gak usah, aku tunggu diluar saja".
"Baiklah, tunggu sebentar aku panggil Zeje dulu.
Lima menit kemudian Zeje keluar dan menemui Farel di teras rumah.
"Mas Farel ada apa? Tanya Zeje.
Farel bangkit dan langsung memeluk Zeje.
"Sayang, mas minta maaf ya sudah buat kamu marah".
bersambung..
__ADS_1