Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 47


__ADS_3

Selesai makan siang Farel membawa Zeje ke toko perhiasan di sebuah mall terbesar. Mereka mencari cincin untuk acara pertunangan mereka. Zeje terkesiap melihat deretan perhiasan di etalase toko.


"Mas kita mau ngapain kesini?


"Kita mau beli cincin untuk hari pertunangan kita sayang"


"Mas, ini kan cincin nya udah ada" kata Zeje menunjukkan cincin di jari manis nya.


"itu beda sayang, yang ini khusus untuk bidadari syurga nya mas, kamu pilih saja yang mana kamu suka".


Zeje kembali melihat-lihat etalase perhiasan itu, dia binging mau pilih yang mana.


"Mas, aku bingung, semua nya terlihat cantik.


"Mbak, saya mau cari cincin untuk acara tunangan tolong lihatkan yang paling bagus. Kata Farel kepada pelayan toko.


"Baik tuan,tunggu sebentar. Kemudian pelayan itu meninggalkan mereka.


Tak berapa lama pelayan itu datang dengan membawa dua kotak perhiasan.


"Ini tuan perhiasan yang saya recomendasi kan sangat bagus, ini model terbaru dan baru sampai tadi pagi.


Zeje dan Farel mengambil kotak perhiasan itu dan melihat nya, decak kagum keluar dari mulut Zeje. Seumur hidup nya baru kali ini melihat perhiasan yang begitu indah.


"Sayang gimana, kamu mau yang mana?


"Yang ini saja mas, cincin nya pas di jari aku dan terlihat mewah tapi simpel juga mata berlian nya tidak besar.


Farel tersenyum menatap Zeje, " baik la sayang". Mbak saya ambil yang ini sepasang ya" kata Farel.


"Baik tuan, mohon di tunggu sebentar".

__ADS_1


Farel memudian membayar cincin itu dan mereka melanjutkan pergi belanja.


Sementara Sinta yang bersama Randi terlihat canggung dengan keadaan.


Mereka makan siang di sebjah restoran dekat kantor. Randi memesan menu makanan nya begitu juga Sinta.


Tak berselang lama pelayan datang membawakan pesanan mereka.


"Ayo dimakan, jangan dilihatin aja, gak bakalan kenyang kalau dilihat" kata Randi memecah kesunyian.


"Ya, jawab Sinta singkat dengan senyuman manis.


Sinta melahap makanan nya dengan cepat karena dia sudah merasa lapar. Buat apa jaim-jaim saat makan batin Sinta.


Sinta tidak menyadari kalau dia sedang di perhatikan Randi, tiba-tiba jari tangan Randi mengusap ujung bibir nya membuat Sinta kaget dan tersipu malu.


"Makan nya yang pelan, sampe belepotan gini".


"kamu lucu ya,kalau di perhatiin kamu itu gak ada jaim-jaim nya jadi cewek.


"Aku orang nya emang gitu mas...ups..maksud nya kak"


Randi melihat Sinta yang keceplosan memanggil nya dengan sebutan mas.


"Aku suka kalau kamu panggil mas, dari pada di panggil kakak seperti jalan sama adik sendiri jadi nya.


Kalau di panggil mas kan seperti jalan sama pacar,sambung Randi.


Mendengar penuturan Randi, Sinta mengangkat wajah nya melihat Randi yang sedang asik menyendok makanan nya.


"Mas Randi gak marah?

__ADS_1


"Kenapa aku harus marah, emang ada yang salah?


"Gak juga sih" jawab Sinta nyengir kuda.


"Kamu terlihat manis kalau tersenyum lepas gitu" gumam Randi pelan tapi masih bisa didengar Sinta.


"Mas bilang apa tadi?


"Gak, aku gak bilang apa-apa.


"Tadi aku dengar mas ada ngomong sesuatu.


"Munkin kamu salah dengar kali, yuk kita kembali kekantor, atau kamu mau langsung aku antar pulang?


"Ikut mas aja ke kantor, lagian mobil aku masih di kantor.


Mereka kembali ke kantor ,sepanjang perjalanan mereka bertukar cerita dan pengalaman. Tak lupa Randi meminta nomor ponsel nya Sinta.


\* \* \* \* \* \* \* \* \* \*


Disebuah ruangan terlihat seorang pria yang yang sedang marah-marah.


"Sialan aku akan balas perbuatan mu Farel, aku akan membunuh mu termasuk orang yang kau sayangi. Kata pria tua itu tak lain dia lah Baskoro yang sekarang sedang di ambang kebangkrutan. Aku tidak terima atas penghinaan mu karena kau perusahaan ku 7f4bangkrut, semua investor menarik saham nya itu semua karena hasutan mu Farel sialan teriak pria tua itu. Aku akan turun tangan langsung membalaskan sakit hati ku. Gumam Baskoro lalu mengambil kunci mobil nya pergi menuju suatu tempat.


Baskoro pergi mengintai kediaman Wijaksana dengan menyamar sebagai tukang kebersihan jalan. Dia menyapu jalanan dekat dengan kediaman Wijaksana, keadaan perumahan yang sepi karena penghuninnya kabanyakan bekerja membuat Baskoro leluasa mengintai keadaan rumah Farel. Bagus, sepertinya kawasan ini memang selalu sepi saat jam kerja,gumam Baskoro melihat kiri kanan jalan.


Baskoro melihat dari kejauhan ada sebuah mobil yang masuk. Baskoro dapat melihat siapa yang keluar dari mobil melalui pagar rumah.


"Siapa gadis itu, seperti nya dia adik Farel yang masih sma. Ya, tak salah lagi itu adalah putri bungsu keluarga Wijaksana, gumam Baskoro melihat Amanda masuk kedalam rumah. Sepertinya dia selalu diantar supir kesekolah. Aku harus menculik adik kesayangan nya itu.


"hahaha....kau lihatkan Farel aku akan membalas sakit hati ku kepada mu melalui adik kesayangan mu itu" kata Baskoro tertawa senang karena mendapat kan mangsanya.

__ADS_1


__ADS_2