
Sudah satu tahun Farel menghilang, keluarga nya sudah mengikhlaskan kepergian nya. Tidak ada yang tahu dimana keberadaan nya sekarang.
"Ze, gimana kkn kita apa kamu sudah menemukan tempat untuk kita melakukan kkn.
"Aku belum tahu Sin, cuma aku sudah punya referensi sih. Kita bisa kkn sambil bersosialisasi bersama warga.
"Apa kamu sudah menentukan jadwalnya Ze?
"belum sih, gimana kalau dua minggu lagi kita mulai, biar cepat selesai dan kita cepat sidang meja hijau nya.
"Aku sih oke oke aja, kamu gimana Ran"
"Oke dua minggu lagi jadi kita bisa mempersiapkan tempat nya.
"Oke deal ya" kata Zeje.
"deal" jawab Sinta dan Rani.
Mereka berjalan menuju kantin menunggu jadwal kuliah selanjutnya.
Sinta memesan makan untuk mereka bertiga.
"Hay Ze, apa kabar"
"Hay Sen, gue baik" jawab Zeje sambil menyendok makanan nya.
"Ze, malam ini kamu ada acara gak?
"Gak, aku gak ada acara emang kenapa?
"Aku mau main kerumah kamu"
"oh datang aja gak apa apa kok.
"Benar Ze, aku boleh main kerumah kamu?
"ya, boleh"
"Makasih ya Ze, karena hari ini aku lagi senang jadi aku yang traktir kalian makan.
"Benaran Sen, ntar lo bangkrut lagi.
"Ya benar lah Ran, masa gini aja bangkrut.
Seno adalah teman sekelas Zeje, dia laki-laki yang baik dan pintar. Seno juga tertarik dengan Zeje tapi perasaan itu hanya bisa dia pendam.
Waktu pelajaran kuliah selanjutnya sudah dimulai mereka segera menuju ruang kelas nya. Dosen masuk untuk memulai pelajaran selanjutnya.
__ADS_1
"Anak-anak mulai besok kalian sudah bisa mengajukan judul skripsi kalian dan menentukan dimana kalian akan melakukan kkn. Jika kalian tidak memiliki tempat kalian boleh menanya kepada dosen pembimbing kalian masing-masing. Jika kalian sudah mengajukan judul skripsi, kalian bisa langsung menuju tempat kkn kalian.
"Ze, kamu pulang dengan siapa hari ini?
"aku bawa motor sendiri Seno.
"Oh, kirain gak bawa motor kan bisa aku antar pulang.
"Lain kali saja ya Sen"
"baik lah Ze, aku duluan ya"
Zeje tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan Seno.
Zeje mengendarai motor nya dengan santai sambil menikmati jalanan yang ramai dan padat. Zeje berhenti dilampu merah, dia melihat kekanan dan kekiri memperhatikan anak-anak yang sedang mengamen. Saat Zeje fokus melihat anak pengamen itu tiba-tiba didalam sebuah angkutan umum yang sedang lewat, Zeje melihat seorang yang sangat familiar.
"Mas Farel, apa itu munkin mas Farel" gumam Zeje.
Angkutan umum itu berbelok sementara Zeje masih terjebak lampu merah. Saat lampu sudah hijau Zeje langsung membelokkan motor nya mengejar angkutan tersebut. Tapi angkutan itu sudah tidak ada.
"kemana angkutan umum itu pergi ya? Apa aku salah lihat, tapi seperti nya itu mas Farel deh. Batin Zeje, dia kembali melanjutkan perjalanan nya pulang menuju rumah nya.
* * * * * *
Setahun yang lalu saat kejadian kecelakaan itu, Farel bisa menyelamatkan diri nya sehingga dia tidak ikut terbakar dengan mobil yang dia tumpangi itu. Farel keluar dari dalam mobil dan berjalan menjauh memasuki hutan di dasar jurang itu. Farel berusaha mencari jalan agar dia bisa keluar dari hutan tersebut. Saat Farel menemukan jalanan setapak Farel sudah tidak kuat lagi bertahan karena dia juga mengalami luka yang cukup serius sehingga dia jatuh pingsan tak sadarkan diri.
"ini dirumah siapa, auw..."kata Farel sambil memegang kepalanya yang sakit.
"Nak, kamu sudah sadar alhamdulillah" kata seorang pria tua dan juga wanita tua yang datang menghampiri Farel.
"kalian siapa, kenapa aku bisa ada disini?
"kami pemilik rumah ini, kami menemukan mu di tepi jalan yang menuju hutan dengan keadaan terluka yang cukup parah.
"Terluka, Farel melihat tangan dan kaki nya tapi tidak ada bekas luka hanya saja kepalanya yang merasa sakit.
"Ya terluka, sepertinya kamu waktu itu sedang mengalami kecelakaan. Apa kamu ingat sesuatu?
"Aku tidak ingat apa pun kepaka ku masih sakit.
"Apa kamu ingat nama mu?
Farel terdiam sesaat "aku hanya ingat orang memanggilku Farel, selebih nya aku tidak ingat.
Kedua orang tua itu saling berpandangan.
"kakek, nenek sudah berapa hari aku berada disini?
__ADS_1
"Kamu sudah tiga bulan berada disini.
"Tiga bulan, sudah selama itu?
"ya, saat kami menemukan mu kau dalam keadaan yang mengenaskan, semua tubuh mu penuh dengan luka. Kami lalu membawa mu kerumah ini dan merawat mu serta mengobati luka-luka mu selama itu pula kau dalam keadaan koma.
"Apa koma selama tiga bulan?
"Ya nak Farel".
"Apa kakek dan nenek tidak menemukan identitas ku atau ponsel gitu?
"kami tidak menemukan apapun kecuali ponsel mu, tapi sepertinya ponsel mu sedang rusak akibat terjatuh itu. Sebentar kakek ambilkan dulu ponselmu.
Kakek tua itu pergi mengambil ponsel Farel yang dia simpan selama ini.
"Ini nak ponsel mu, maaf kakek tidak bisa memperbaiki nya.
"Tidak masalah kek, aku sangat berterima kasih karena kakek dan nenenk sudah mau menolong ku dari kecelakaan itu. Tapi aku tidak ingat dimana aku tinggal dan siapa keluarga ku. Kata Farel sendu dan menundukkan wajahnya.
"Kau tidak usah sedih,kakek yakin kau pasti akan sembuh seperti semula dan kau akan mengingat siapa keluarga mu. Kakek akan membantu mu.
"Terima kasih kek.
"Ya sekarang kau istirahat dulu ya, nenek akan siapkan makan siang untuk mu.
"oh ya kek, kalau boleh tahu desa ini apa namanya?
"ini desa semulajdi nak, berada di kota M. Dari desa hanya butuh waktu dua jam menuju kota.
"kek, apa disini ada klinik dokter untuk berobat?
"Disini ada klinik tapi dokternya selalu ganti dalam lima bulan dan terkadang banyak anak-anak remaja yang datang kedesa ini untuk melakukan kkn dan bersosialisasi bersama warga, seperti membatu warga yang sedang kesusahan, mengajari anak-anak kecil belajar dan membantu di klinik dekat desa ini.
"kenapq kamu mencari klinik?
"aku hanya ingin berobat kek, aku tidak munkin selama nya disini menyusahkan keluarga kakek.
"kakek akan bantu kamu dalam pengobatan, agar ingatan mu segera pulih.
Dirumah nya Zeje sedang memikirkan apakah yang dia lihat itu Farel atau tidak dia juga tidak yakin.
Mas kamu dimana kenapa sudah lebih satu tahun kau tidak pulang. Aku masih menunggu mas, pulang lah aku merindukan mu. Bahkan hari ini aku melihat bayangan mu di dalam angkutan umum tapi aku tidak yakin yakin itu kamu karena kamu mana munkin mau naik angkutan umum" kata Zeje tertawa getir dan dia tak bisa lagi menahan lajunya air mata nya.
Mas apa kamu tidak mau menikah dengan ku sehingga kamu menghilang begitu saja tanpa ada meninggalkan petunjuk tentang keberadaan mu. Mas aku rindu kamu, rindu kata-katamu mengatakan sayang pada ku. Aku rindu setiap apa pun yang ada pada dirimu. Mas Farel, sampai saat ini aku tidak bisa melupakan mu, aku harus bagai mana?
Semua isi hati nya di tumpahkan nya pada sebuah buku catatan nya. Zeje hanya bisa mengungkapkan perasaan nya lewat goresan tinta hitam.
__ADS_1