Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 51


__ADS_3

Farel dan keluarga nya mengobrol di ruangan keluarga saat mereka berbicara datang lah Sinta dan Zeje yang keluar dari kamar tamu sementara Rani sudah pulang kerumah nya.


"Mas Farel" kata Zeje.


"Zeje kamu masih disini" kata Farel yang bangkit dari duduk nya mendekati Zeje.


"Mas gak apa-apa kan gak ada yang luka? Kata Zeje dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Mas dan Manda baik-baik saja kok, kamu gak usah nangis" kata Farel mengusap air mata Zeje dengan ibu jari nya. Farel menarik Zeje kedalam pelukan nya. Semua mata memperhatikan Zeje dan Farel.


"Aduh...serasa nonton drama korea deh" celoteh Sinta membuat pelukan Farel terlepas.


"Farel, ingat belum halal" kata mama. Mendengar ucapan mama mereka semua tertawa.


"Sayang kamu tunggu disini dulu ya, mas mau mandi dulu sudah gerah.


"Ya mas" kata Zeje tersenyum. Zeje dan Sinta kemudian duduk bersama anggota keluarga yang lain.


"Zeje, kamu di sini aja ya nginap sama Sinta. Ini sudah malam saya takut kalian kenapa-napa nanti di jalan.


"Ya buk, ya tante" jawab Sinta dan Zeje.


"Kalau gitu kalian Bantu saya membuat makan malam ya.


"Baik buk, ya tante. Jawab mereka.


Saat makan malam semua nya sudah berkumpul dimeja makantermasuk sang asisten.


"Wah..makanan nya banyak sekali kata Manda yang duduk di dekat Zeje.


"Ya dong yang masak kan calon mantu mama"


Mendengar ucapan buk Sofi membuat wajah Zeje memerah seperti kepiting rebus. Zeje hanya tersenyum saja menanggapi ocehan calon mertuanya.


"Ayo dimakan,jangan sungkan nambah juga boleh" kata mama Sofi.


Mama Sofi adalah ibu yang sangat perhatian penyayang, dia tidak pernah memandang tinggi rendah nya seseorang.


Selesai makan malam mereka kembali ngobrol di ruang keluarga membahas tentang kecelakaan itu.


"Rel, gimana kalian bisa berada dalam hutan sementara mobil kalian masuk jurang? Tanya tuan Ardi yang penasaran.


Sebenar nya pah saat itu kami di ikuti pak Baskoro saat keluar dari rumah. Farel sudah mengetahui nya karena Farel heran melihat Manda yang mau di antar kesekolah. Tidak seperti biasa nya Manda kekeh mau di antar. Waktu Farel keluar rumah Farel melihat seseorang yang sangat aku kenal yang memakai seragam kebersihan, maka nya aku meminta pak Satpam membuka cctv yang mengarah kejalan.


"Jadi bos kenapa kalian bisa selamat? Tanya Andri yang mendapat pelototan dari Farel.

__ADS_1


"Jadi maksud nya kau mendoakan kita mati? Kata Farel dengan ekspresi yang tak bisa di tebak.


"bukan bos bukan begitu mak..."


"Sudah..sudah lanjut" kata tuan Ardi menengahi.


"Jadi waktu dia mengejar kami, aku membelokkan mobil kearah jalan yang sepi dengan kecepatan penuh agar Baskoro tidak dapat melihat kami.


#Flash back


"Kak, kenapa kita lewat jalan ini, disini jurang nya dalam banget kak" kata Amanda takut.


"Kamu tenang saja, kakak punya rencana lain untuk mengkecoh situa bangka itu.


"Kak, kok berhenti di tepi jurang"


"cepat keluar sebelum orang itu melihat kita"


"Baik kak". Farel menarik tangan adik nya berlari ke dalam hutan di seberang jalan.


Mereka bersembunyi di balim pohon besar yang tidak dapat di lihat orang.


"Kak, lihat itu mobil yang mengikuti kita tadi.


"Kak, dia menabrak mobil kita sampai jatuh kejurang" ujar Manda kaget.


"Dasar manusia iblis, lihat saja Baskoro kau akan mendekam di penjara sampai kau tidak ingin hidup lagi" kata Farel.


"Ya kak, manusia seperti dia memang tidak pantas untuk hidup.


Setelah menabrak mobil Farel Baskoro pergi meninggalkan lokasi kejadian, tak berselang lama seorang pengendara motor lewat dab melihat asap yang berasal daru jurang sehingga pengendara itu menelpon polisi.


Flash back selesai.


"begitu lah ma, pa kejadian nya. Aku harap polisi bisa menemukan persembunyian Baskoro.


"Jahat banget ya si Baskoro itu" kata Sinta.


"Ya kak, rasa nya aku pengen benyek benyek si Baskoro koro itu, gara-gara dia badan aku jadi merah semua" kata Manda kesal.


"Kenapa baskoro bisa dendam dengan kak Farel? Tanya Sinta.


"Dia adalah salah satu klien perusahaan tapi dia ingin menghancurkan perusahaan dengan mengirim mata-mata nya di kantor. Untung saja kita cepat mengetahui nya jadi sata perusahaan tetap aman.


Obrolan mereka pun berakhir, semuanya masuk kedalam kamar masing-masing dan Andri kembali pulang ke apartemen nya. Zeje masuk kedalam kamar nya dan menutup pintu kamar.

__ADS_1


"Astaghfirullah" mas ngageti saja kamu ngapain dikamar aku?


Farel mendekati Zeje yang masih berdiri di dekat pintu. " Mas mau tidur disini"


"Mas nanti ada yang lihat bisa berabe jadi nya,mendingan mas keluar deh" kata Zeje mendorong tubuh Farel. Tapi usaha nya sia-sia.


"Sayang mas kangen sama kamu, apa kamu gak kangen dengan mas?


"Sebenarnya aku juga kangen sama mas, seharian ini aku mikirin mas dan Manda, aku khawatir dengan kalian" kata Zeje menatap mata Farel.


"Melihat tatapan Zeje yang penuh kerinduan itu seakan ada maghnet yang menarik Farel. Dengan perlahan Farel mendekatkan wajah nya mencium bibir mungil Zeje. Ciuman yang lembut itu tidak dapat ditolak Zeje. Dia juga menikmati permainan lidah Farel semakin lama ciuman mereka semakin panas. Farel sudah tidak dapat mengkondisikan tangan nya yang sudah berselancar di balik gundukan itu. ******* halus pun keluar dari mulut Zeje membuat Farel semakin terbakar gairah. Tiba-tiba Zeje melepaskan pelukan Farel.


"Mas sudah cukup nanti ada yang datang"


"Sayang..kau sudah membuat mas gila".


"Mas lebih baik keluar"


"Sayang ini sudah tanggung, kau membuat mas kecanduan".


"Kalau mau lebih harus di halalin dulu mas"


"Baik besok mas akan melamar mu dan secepat nya kita akan menikah.


"Mas, bukan begitu juga, pernikahan itu bukan sekedar nafsu mas tapi komitmen untuk bisa menerima satu sama lain.


"Sayang, apa pun itu mas akan berkomitmen selama hidup mas hanya untuk mu.


Besok mas akan mengantar kamu pulang dan mas akan memberi tahu oramg tua mu kalau mas mau melamar kamu.


"Makasih ya mas"


"Jangan berterima kasih, kau adalah ratu di hati ku jadi tidak pantas seorang ratu mengucapkan terima kasih. Tidur lah mas kekamar dulu" kata Farel mengecup kening Zeje kemudian keluar dari kamar Zeje.


Zeje menutup kembali pintu kamar nya setelah Farel keluar. Dia berbaring di atas tempat tidur memikirkan ucapan Farel yang akan melamar nya seketika terlintas kembali apa yang sudah di lakukan nya tadi bersama Farel.."astaga kenapa aku tidak bisa menolak nya tadi seakan akan ada seshatu yang mengikat diri ku" gumam Zeje.


Begitu juga dengan Farel yang membayang kan apa yang sudah dia lakukan bersama Zeje " bibir itu sungguh manis, sayang kau sudah membuat diri ku candu diri mu sungguh memabukan ku" gumam Farel.


Malam semakin larut mereka pun sudah terlelap dan sampai ke alam mimpi.


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote.


Salam Mom Kayla.

__ADS_1


__ADS_2