Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 79


__ADS_3

Sesampai nya di rumah singgah, Zeje segera membersihkan tubuh nya yang seharian sudah lengket. Selesai mandi Zeje merebahkan tubuh nya diatas tdmpat tidur yang cukup untuk dirinya saja. Zeje, Sinta dan Rani tidur dalam satu kamar yang cukup besar dan ada tiga tempat tidur.


Zeje segera memberi tahu Farel kalau dia sudah sampai dirumah.


πŸ‘© Mas, aku sudah sampai, mas lagi apa?


❀ Mas lagi mikirin kamu sayang"


πŸ‘© kenapa mikirin aku, tadi kan kita sudah ketemu seharian.


❀ Mas sangat merindukan mu, mas masih belum ingat sepenuh nya tentang kita.


πŸ‘© dengan berjalan nya waktu mas pasti akan mengingat kembali memori tentang kita. Mas gak usah khawatir.


Zeje mengirim sebuah vidio saat mereka jalan-jalan dimall dan diberbagai tempat.


❀ Sayang makasih ya kamu sudah mau menunggu mas sampai saat ini.


πŸ‘© mas dulu kita pernah berjanji akan saling menunggu apa pun yang terjadi. Dan aku sudah menepati janji itu.


❀mas beruntung mengenal wanita seperti diri mu yang kuat dan sabar.


πŸ‘© ☺☺😚😚 "Zeje mengirim emot tersenyum malu malu.


Mas, udah dulu ya, aku mau tidur udah ngantuk.


❀ya sayang semoga mimpi indah. Besok mas tunggu kamu serapan pagi disini ya.


πŸ‘© ya mas, selamat malam"


"Ciee...udah bisa tersenyum dia sekarang, kalau gak selama ini murung mulu" goda Rani.


"hehe..gue lagi senang tau" kata Zeje.


"Kita juga senang melihat lo kembali teesenyum"ujar Sinta merangkul Zeje dari samping.


"Hah..kira-kira apa kabar honey gue ya, tumben dia gak ada ngabri gue seharian" ujar Sinta yang menunggu kabar dari Randi.


"Kak Randi lagi sibuk, lo kan tau sendiri Farel dan Andri ada disini.


"Ya juga sih, tapi masa gak sempat ngirim pesan gitu.


"Munkin kerjaan nya lagi banyak Sin, positif tingking aja"kata Rani.


Ting..sebuah pesan masuk ke pinsel Rani.


Zeje dan Sinta melihat Rani.


"kenapa kalian ngeliat gue seperti itu?


"gak, tumben lo dapat pesan jam segini, dari siapa coba lihat" kata Zeje.


Rani membuka pesan yang dia terima


"OMG...kata Rani kaget.


"dari siapa sih Ran sampai lo kaget gitu? Tanya Sinta.


"dari pak Kevin Lee" kata Rani.

__ADS_1


"Apa..apa..? Jawab Zeje dan Sinta kaget.


"coba lihat dia ngirim pesan apa? Kata Sinta mulai kepo.


"Biasa saja cuma nanya kabar doang"


"tumben pak Kevin nanya kabar lo Ran"


"munkin dia kangen kali sama gue Ze".


"bisa jadi, dia kangen dengan lo Ran karena gak ada lagi yang ngerecoki dia" kata Sinta terkekeh geli.


"Udah ah tidur yuk" kata Rani yang merebahkan tubuh nya.


"lo gak mau balas pesan dari pak Kevin"


"Gak ah Sin, gue gak mau berharap lebih. Gue sudah mutusin buat melupakan nya.


"Ya terserah lo deh" kata Sinta yang ikutan berbaring.


Sememtara ditempat nya Kevin menunggu balasan pesan dari Rani. Semenjak Rani melakukan kkn dan tak pernah terlihat dikampus Kevin merasa seperti ada yang hilang. Tapi Kevin masih saja belum menyadari kalau dia mulai kehilangan sosok Rani yang selama ini mengganggu hidup nya. "kenapa dia tidak membalas pesan ku, lihat dia hanya membacanya, apa dia sudah tidur atau dia benar benar tidak ingin lagi mengganggu diri ku" batin Kevin. "coba deh aku telpon dulu" kata Kevin menghubungi nomor Rani.


Tuuut tuut tuut


"kenapa dia tidak mengangkat nya" Kevin kembali menghubungi Rani, tapi Rani merijek panggilan nya.


"ah sial dia merijek nya. Ada apa dengan gadis ini kenapa dia tidak mau mengangkat panggilan ku, lihat saja kalau dia nanti ke kampus akan aku beri hukuman" gumam Kevin merasa kesal.


* * * * * * *


Pagi pun tiba suasana pedesaan yang sejuk dan asri membuat Zeje betah berlama lama di desa itu. " rasanya aku pengen tinggal disini saja, bosan dengan keadaan kota yang banyak polusinya" batin Zeje yang berdiri di depan beranda.


"sayang" kata seseorang yang ternyata Farel datang menjemputnya pagi itu.


"mas Farel" jawab Zeje yang sadar dari lamunannya.


"Mas perharikan dari tadi kamu melamun aja, apa ada yang mengganggu pikiran mu?


"Tidak kok mas, aku hanya menikmati udara didesa ini. Aku sempat berfikir ingin tinggal didesa yang sejuk ini" jawab Zeje tersenyum manis kearah Farel.


"Mas ada keperluan apa sampai kemari? Kata Zeje.


"Mas mau menjemputmu"


"Oh tunggu bentar ya mas, aku ambil tas kedalam dulu, mas ayo masuk"


Farel ikut masuk kedalam rumah bersama Zeje dan dia duduk di kursi tamu.


"mas tunggu disini saja ya aku kekamar dulu"


"ya sayang" jawab Farel.


"loh kak Farel, kata Sinta yang datang dari dapur.


"Sinta kamu ngagetin aja"


"kakak kenapa ada disini?


"kakak lagi nunggu Zeje.

__ADS_1


"oh..aku kekamar dulu ya kak"


Farel menganggukan kepala nya. Tak berselang lama Zeje keluar dari kamar dan kembali menemui Farel.


"mas, ayo kita berangkat aku sudah siap.


"kita jalan saja ya,mas gak bawa kenderaan.


"ya mas, jalan pagi didesa itu menyehatkan bisa menghirup udara segar.


Mereka berdua berjalan menuju rumah kakek Deso. Sekitar sepuluh menit mereka pun tiba dirumah kakek.


"Assalamu'alaikum" ucap Zsje dan Farel.


"wa'alaikumsalam" jawab Mama Sofi yang keluar menyambut mereka berdua.


"sayang kalian sudah sampai, mari kita makan mama sudah memasak serapan untuk kita semua. Mana yang lain nya?


"mereka masih dijalan munkin ma, kita pergi lebih dulu" jawab Farel.


"ya sudah ayo masuk munkin mereka sebentar lagi sampai.


Tak berapa lama yang lain pun tiba dengan mengendarai mobil. Mereka segera masuk dan serapan bersama. Setelah selesai serapan mereka pamitan ingin melanjutkan kegiatan mereka selama berada didesa. Farel dan Andri juga ikut dengan mereka. Seno menyetir mobil bersama para cewek, sedangkan Farel dimobil satu lagi bersama Zeje dan Andri. Mereka pergi menuju perkebunan teh yang ada didesa itu.


"sayang, ini pertama kalinya mas melihat kebun teh didesa ini?


"kenapa bisa seperti itu mas, apa selama ini mas gak pernah keluar rumah?


"ya, selama ini mas dirumah saja fokus pada kesembuhan mas. Kalau pun mas keluar rumah hanya untuk ke klinik periksa dan berobat.


"mas, apa selama disini mas gak pernah ingat dengan mama, papa atau dengan yang lain nya?


"gak, mas hanya mengingat nama kamu. dan kamu selalu hadir dalam mimpi mas" kata Farel menatap penuh kerinduan pada Zeje.


"masa hanya aku yang mas ingat" ujar Zeje kurang percaya.


"kalau kamu gak percaya tanya saja dengan kakek. Mas selalu cerita sama kakek kalau mas memimpi kan seorang gadis yang bernama Zeje.


"ya deh aku percaya dengan mas, tapi mas ada sesuatu yang mengganjal dihati ku.


"kata kan saja sayang, mas akan dengarkan.


"apa mas merasa kecelakaan itu tidak disengaja? Kenapa bisa mobil punya hotel bisa mengalami rem blong.


"mas juga merasa ada yang tidak beres sepertinya ada yang menyabotase mobil hotel itu.


"apa mas ada mengingat sesutu atau melihat orang yang mencurigakan?


"mas tidak ingat, karena ponsel mas juga berada di tempat servis dikota.


"Bos, gimana kalau kita ambil ponsel bos yang di servis itu kekota. Kata Andri menimpali obrolan Farel dan Zeje.


"ya mas, aku setuju"


"tapi sayang kamu kan ada kegiatan pagi ini.


"gak apa mas, teman-teman aku bisa mengerjakan semuanya nanti aku tinggal minta hasilnya saja".


"baik lah kita kekota sekarang tapi kita kembali dulu kerumah kakek mengambil notanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2