Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 114


__ADS_3

Usia kandungan Zeje sudah memasuki bulan ke tujuh, mereka sedang melakukan pemeriksaan dirumah sakit.


"dok, bagai mana kandungan saya?


"semuanya baik dan tidak ada yang perlu dikhawatir kan. Tetap jaga pola makan dan banyak istirahat" kata dokter kandungan.


"apa saya boleh bepergian jauh ke luar negeri dok?


"boleh, tapi harus periksa dulu lagi sebelum berangkat "


"baik dok, seminggu lagi kami akan datang kemari"


"ya, saya tunggu ya. Ini resep vitamin untuk kandungan nya"


"terima kasih dok, kami permisi dulu"


"ya, semoga sehat selalu" kata dokter itu tersenyum.


Zeje dan Farel menuju apotik dirumah sakit itu.


"sayang kamu tunggu disini dulu ya, mas mau menebus obat mu"


"ya mas, jangan lama-lama ya aku sudah laper banget"


"ya bentar kok, kamu duduk disini dulu, mas kesana dulu ya" kata Farel berlalu dari hadapan istri nya.


Zeje duduk dilobi sambil menunggu suami nya yang sedang antri membeli obat nya.


"Zeje" sapa seseorang.


"Rayen, sedang apa kamu disini?"


"aku sedang menebus obat papa ku, kamu sendiri ngapain disini?"


"aku baru periksa kandungan"


Rayen melihat kearah perut Zeje yang sudah membesar itu.


"kamu sendiri, mana suami kamu?"


"itu, mas Farel lagi menebus obat ku" kata Zeje menunjuk suami nya yang sedang antri.


"oh, kirain kamu sendiri, bagai mana kabar mu?


"aku baik, mana munkin aku sendiri kesini, mas Farel gak pernah ngijinin aku pergi sendirian takut aku kenapa-napa"


"seperti nya kalian sangat bahagia ya, aku senang melihat nya"

__ADS_1


"terima kasih ya Ray"


"ya, aku duluan ya, sudah di tunggu papa dirumah"


"ya hati-hati dijalan". Zeje memperhatikan Rayen yang keluar dari rumah sakit.


"sayang, lagi lihatin apa sih? Kata Farel yang datang mengagetkan Zeje.


"mas, kamu ngagetin aku aja" kata Zeje menimpuk lengan suami nya.


"kamu nya aja yang lagi serius, lihatin apa sih?


"lihatin orang lah, kamu lama banget sih mas"


"antrian nya panjang sayang"


"ya udah balik yuk, aku udah lapar mas"


"gimana kalau kita mampir dulu ke restoran, biar istri mas ini gak kelaparan. Apa kata orang jika tahu istri nya CEO kelaparan bisa malu lah mas" kata Farel mencubit pipi Zeje.


Akhir nya Farel memutuskan untuk makan siang di restoran langganan mereka. Zeje sangat senang menikmati makanan nya begitu juga Farel, yang sesekali menyuapkan makanan ke istri nya.


"Farel, ini beneran kamu kan?" kata seorang wanita yang menghampiri meja Farel.


"maaf kamu siapa?" kata Farel tidak mengingat siapa wanita itu.


Zeje tidak memperdulikan wanita itu, dia tetap menyantap makanan nya. Tapi dalam hati nya Zeje ngedumel juga.


"sepertinya wanita ini ingin mencari perhatian suami ku" batin Zeje.


"Farel, kamu beneran melupakan ku? Kata wanita itu lagi"


"kamu...Delia ya? Kata Farel mengingat nama nya"


"ternyata kamu masih mengingat ku, aku senang deh" kata Delia yang memegang lengan Farel".


Farel yang merasa risih langsung menurun kan lengan Delia, dan melirik istri nya. Zeje yang berpura-pura tidak melihat hanya diam saja.


"maaf, Delia bisa lepas kan tangan ku"


"Farel aku itu kangen sama kamu, oh ya gimana kabar tante, apa dia masih aktif di butik?


"mama sehat, ya mama masih sering ke butik" jawab Farel canggung.


"oh ya kapan-kapan aku boleh kan kerumah kamu?


Zeje yang mendengar ucapan Delia, terlihat kesal. Apa lagi Delia tidak menganggap dia ada.

__ADS_1


Tak


Zeje mengempas kan piring makan nya yang sudah kosong di atas meja beruntung piring itu tidak pecah. Farel dan Delia yang mendengar suara piring diletak kan dengan keras langsung menoleh ke arah Zeje.


"uupss..maaf kekencangan meletak kan nya" kata Zeje dengan santai.


"maaf, kamu siapa ya kenapa busa bersama Farel? Kata Delia"


"dia istri ku, kenal kan nama nya Zeje" kata Farel merangkul pinggang Zeje.


"istri? Sejak kapan kalian menikah, dan sekarang istri mu sedang hamil?" kata Delia


"kami sudah lama menikah, dan sekarang kami sedang menunggu kehadiran buah cinta kami"


"mas seperti nya aku ingin muntah"


"uweekk...uwekk...." Zeje memuntahi baju Delia.


"Delia maaf ya, baju kamu kena muntahan istri ku" kata Farel tidak enak hati.


"ya, gak apa-apa ini bisa dibersihin kok" jawab Delia dengan wajah yang tidak senang.


"maaf ya, sepertinya bayi ku sedang ngamuk" kata Zeje dengan wajah memelas. Mampus loe kena semprot sama bayi ku kan, maka nya jadi cewek itu jangan kegatelan goda-goda suami orang" batin Zeje.


"ya gak apa-apa, aku maklum kok, biasa nya wanita hamil tidak melihat tempat kalau mual" kata Delia. Gue tahu loe sengaja kan muntahin baju gue, awas saja loe nanti akan gue balas" batin Delia.


"Rel, gue duluan ya mau bersihin baju gue" kata Delia.


"ya, sekali lagi maaf ya"


"ya santai saja" kata Delia dan berlalu dari hadapan mereka.


"sayang kamu tidak apa-apa kan, apa ada yang sakit? Tanya Farel cemas melihat istri nya yang muntah.


"tidak mas, kita balik saja yuk aku sudah ngantuk"


"baik, tunggu bentar ya mas bayar dulu"


Akhirnya mereka pun meninggal kan restoran tersebut. Dari kejauhan sepasang mata memperhatikan interaksi sepasang suami istri itu.


"awas saja loe, berani nya ngerjain gue"


*****


Maaf ya author jarang up karena author lagi kurang fit. Tapi author lagi senang karena hari ulang tahun, author mendapat hadiah yaitu dengan bertambah nya momongan. Jadi dalam trisemester pertama ini author harus banyak istirahat karena author sering merasa lelah dan sakit pinggang.


Sekali lagi maaf ya belum bisa up date tiap hari, tapi akan author usahain up date selalu. Terima kasih telah mampir dikarya author.

__ADS_1


__ADS_2