Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 83


__ADS_3

Malam pun tiba, Farel, Zeje, dan Andri baru sampai didesa tempat kakek Deso.


Mereka merasa lelah seharian ini mereka bertiga pergi mencari orang yang sudah berusaha ingin membunuh Farel. Semuanya membuahkan hasil, kini para penjahat itu sudah di amankan polisi.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam, kalian dari mana saja? Mama dan yang lain sangat khawatir"


"seharian ini kita mengungkap sebuah kebenaran ma" kata Farel yang duduk disamping mama nya.


"Kebenaran apa nak Farel?


"kebenaran tentang pembunuhan berencana kek"


"pembunuhan berencana" beo mereka semua.


"maksudnya pembunuhan siapa kak? Tanya Amanda.


"ya nak siapa yang akan dibunuh? Kata mama bingung.


"begini ma, kecelakaan Farel satu tahun yang lalu itu ternyata sudah direncanakan oleh Baskoro.


"Baskoro, tapi dia kan ada di dalam penjara" kata pak Ardi.


"Dia menyuruh kaki tangan nya yang menjalan kan rencana nya pah. Beruntung Farel memiliki bukti diponsel Farel yang rusak itu. Sehingga kami bisa mencari dalang nya pah.


"Apakah mereka sudah tertangkap?


"sudah ma, sekarang mereka ada dipenjara".


"oh syukur lah, mama merasa lega kalau penjahatnya sudah tertangkap.


"maaf ma, kita tidak jadi pulang hari ini".


"tidak apa Rel, kita berangkat besok siang saja"


"Tapi pah, munkin Farel tidak akan bisa ikut pulang, karena harus ke kantor polisi lagi.


"ya sudah, kamu selesaikan dulu urusan kamu yang disini, mama dan papa yang akan pulang. Jika urusan kalian sudah selesai kami akan menjemput kalian semua.


"terima kasih ma, pa.


"Kakek nenek, apa kalian akan ikut besok pulang dengan kami?

__ADS_1


"lebih baik kami ikut nya nanti bersama anak-anak. Biar kan kami dulu disini agar ada teman mereka disini" ujar kakek Deso.


"baik lah kek, Farel kamu bersih bersih dulu gih. Apa kalian bertiga sudah makan?


"kita sudah makan ma waktu diperjalanan" jawab Farel.


"Ze, kita pulang yuk, kita sudah mengumpulkan materi hari ini" ujar Rani.


"Ya Ze, hari sudah semakin larut lebih baik kita pulang dulu besok pagi kita kesini lagi" ujar Sinta menimpali.


"Baik lah ayo kita pulang. Mas kami pulang dulu ya" ujar Zeje.


"Ya sayang, makasih ya sudah menemani mas seharian ini.


"Ya mas, mama, papa, kakek, nenek kami pamit dulu ya besok kami kesini lagi.


"Ya nak kalian hati-hati ya" ujar nenek.


"Andri, jaga calon istri ku, awas kalau sampai lecet" ujar Farel memperingatkan asisten nya .


"tenang bos, selama setahun ini saya sudah menjaga nona dari kejauhan" ucapan Andri membuat Zeje terkejut.


"Maksudnya pak Andri selalu memata matai aku? Ujar Zeje.


"Mama, makasih ya sudah menjaga aku selama ini" ujar Zeje memeluk calon mertuanya itu.


"Ya, kalian pulang gih besok pagi kalian kesini ya, mama buatkan nasigoreng spesial buat kalian.


Mereka semua pun pamitan pada orang tua tersebut.


Drettt...dreeettt...


"Assalami'alaimum mas Randi" kata Sinta


"Wa'alaikumsalam, kamu lagi dimana? Tanya Randi pada Sinta.


"kita lagi dijalan mas mau pulang kerumah singgah.


"oh, apa Zeje juga bersama kalian?


"ya mas, emang kenapa? Tanya Sinta lalu melirikn ke arah Zeje. Zeje yang melihatnya mengangkat alis nya sebelah.


"Gak, tadi siang mas telpon ponselnya tapi tidak diangkat.

__ADS_1


"Oh..bentar ya mas. Ze nih kakak li mau bicara" kata Sinta memberikan ponselnya pada Zeje.


"Ya kak, ada apa?


"kamu baik-baik sajakan, kenapa tadi siang ponsel kamu susah banget dihubungi.


"oh, aku lagi dengan mas Farel dan pak Andri mengurus sesuatu kak.


"mengurus apa?


"nanti aku ceritakan ya kak, bentar lagi kita mau nyampe nih".


"oh baik lah, nanti kakak tanya saja sama Sinta. Udah dulu ya istirahat yang cukup jaga kesehatan ya Ze" kata Randi perhatian pada adik nya.


"Ya kak, bayy.." hari yang sangat melelahkan" gumam Zeje.


Sinta sudah berada di tempat tidurnya begitu juga dengan Zeje. Sinta sedang berbalas pesan dengan Randi. Sedangkan Zeje mencatat materi yang sudah disediakan teman-teman nya saat dilapangan siang tadi. Berbeda dengan Rani yang tampak diam dari tadi tidak seperti biasa nya yang selalu ricuh.


Zeje yang memiliki kepekaan terhadap teman nya langsung menghampiri Rani yang sedang duduk di meja rias.


"Ran, apa ada masalah?


"gak kok Ze" jawab Rani melihat Zeje dengan senyuman tipis.


"tapi dari tadi gue perhatikan lu diam aja. Cerita saja sama aku munkin aku bisa bantu.


Rani menatap Zeje " gue bingung Ze, kenapa pak Kevin terus terusan neror gue ya.


"neror gimana maksud lu Ran? Tanya Zeje bingung.


"disaat gue sudah bisa melupakan nya, kenapa dia malah bertanya tentang gue seolah olah gue ini kekasih nya.


"munkin pak Kevin sudah menyadari perasaan nya terhadap lu.


"Tapi Ze, gue gak mau berharap lebih Ze. Gue takut sakitt hati lagi setelah dia menolak gue waktu itu.


"Gini saja Ran, untuk saat ini lo diamin saja dulu gak usah lo balas pesan dari nya, kita lihat nanti reaksinya saat kita masuk kuliah lagi. Dia tetap diam atau ngejar-ngejar lo.


" kau benar Ze, gue akan tunggu saat itu tiba. Gue akan beri dia sedikit pelajaran hidup tentang cinta" ujar Rani yang mood nya sudah mulai kembali.


"bagus gitu dong ceria lagi. Kita tidur yuk, gue udah ngantuk nih. Ujar Zeje kepada Rani. Mereka pun mulai merebahkan tubuh nya diatas kasur ukuran kecil itu. Perlahan mata mereka terpejam di iringi dengan suara suara jangkrik yang berada disawah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2