Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 71


__ADS_3

Orang tua Farel segera terbang menuju tempat terjadi nya kecelakaan. Stelah mereka sampai, mereka langsung menemui polisi yang menangani kecelakaan tersebut.


"Pak, bagaimana dsngan korban kecelakaan?


"Kami sudah menemukan salah satu korban Pak Ardi, tapi kami tidak mengetahui identitas nya.


"salah satu korban, maksud nya korban yang satu nya lagi belum ditemukan?


"Ya nyonya"


"Apa kami bisa melihat korban tersebut pak, karena anak kami berada di dalam mobil tersebut.


"Silahkan datang kerumah sakit Kasih Bunda pak.


"terima kasih pak polisi.


Keluarga Wijaksana langsung menuju kerumah alit yang dimaksud pak polisi. Mereka langsung melihat keadaan korban yang berada dikamar mayat.


"Pa, ini bukan Farel anak kita pa.


"Ya ma, tapi dimana anak kita ma? Apa polisi belum menemukan nya.


"Pa, ayo kita tanya polisi itu pa, dimana Farel anak kita" kata mama Sofi sambil menyeka air mata nya.


Mereka kembali kekantor polisi untuk menanyakan keadaan korban yang satu lagi.


"Maaf pak, kami masih melakukan pencarian korban yang belum ketemu.


"berapa lama pihak kepolisian akan mencari anak saya?


"Perkiraan kami selama satu minggu untuk menyelusuri jurang dan hutan tempat terjadinya kecelakaan tersebut.


"Ya Allah pa, dimana Farel berada, gimana keadaan nya sekarang pa? Kata mama histeris.


"Nyonya sabar saja dan berdoa semoga anak anda bisa kami temukan.


Dikampus nya Zeje merasa cemas, hari ini perasaan nya tidak karuan pikiran nya tertuju pada Farel.


"Ze, kau kenapa, apa ada masalah?


"Aku gak tahu Ran, aku mencemaskan Farel. Sampai saat ini dia tidak ada menghubungi ku.


"Cieee...yang bentar lagi mau nikah kepikiran pangeran nya terus.." goda Rani.


"Entah lah Ran, tapi aku merasa Farel saat ini tidak baik-baik saja.


"Itu hanya perasaan mu saja Ze, tapi ngomong-ngomong Sinta kemana, tadi kata nya cuma kekantin bentar.

__ADS_1


"Ze, Zeje" tiba-tiba Sinta datang berlari.


"Ada apa Sin, kenapa lu lari-lari kayak dikejar setan aja" ujar Rani.


"Ze, tadi tante Sofi nelpon gue kata nya...katanya Farel.."Sinta tak sanggup melanjutkan ucapan nya.


"Ada apa Sin, Farel kenapa?tanya Zeje


"Ya Sin, lu buat kita deg degan aja" ujar Rani.


"Farel...Farel kecelakaan Ze, mobil yang dia tumpangi masuk jurang" kata Sinta menangis.


"Apa? Lo gak lagi bercanda kan Sin, ini cuma prank lo aja kan" kata Zeje yang sudah menangis tanpa suara.


"Gue serius Ze, barusan tante Sofi yang bilang. Kalau lo gak percaya lo telpon saja tante Sofi mereka sekarang berada ditempat kecelakaan.


Zeje segera mengabil ponsel nya dari dalam tas dan menghubungi calon mertuanya itu.


"Halo ma"


"Ya sayang"


"Ma, apa betul berita itu ma kalau mas Farel..


"Ya Ze, mama sekarang lagi ditempat kejadian, sampai sekarang Farel belum ditemukan. Kata mama Sofi


"Ze, lo gak apa-apa kan?


"Mas Farel Sin...mas Farel" kata Zeje menangis sambil memeluk Sinta.


"Lo yang sabar ya Ze, saat ini kita hanya bisa berdoa serahkan semuanya pada Allah.


"Gimana nasib mas Farel sekarang. Pasti dia sangat kesakitan sekarang Sin.


"gue mau pergi kesana Sin, gue mau lihat langsung.


"Lo tenang dulu ya, gue akan hubungi tante Sofi agar meminjamkan pesawat pribadi nya untuk kita.


"ya cepat Sin..


Sinta menelpon tante Sofi dan mengatakan kalau dia ingin kesana melihat langsung tempat kejadian itu bersama Zeje. Beruntung tante Sofi mengijinkan mereka memakai pesawat prubadi nya.


"gimana Sin" tanya Zeje setelah Sinta selesai menelpon.


"Kita berangkat sekarang Ze, aku akan antar kamu pulang untuk mengambil barang yang diperlukan, kamu mau ikut Ran?


"Gak usah Sin, aku disini saja, nanti aku akan urus surat ijin kalian berdua.

__ADS_1


"Makasih ya Ran, kita pergi dulu" kata Zeje dan mereka pergi meninggalkan Rani dikampus.


Sinta mengantar Zeje kerumah nya mengambil perlengkapan yang diperlukan dan berpamitan pada orang tuanya. Setelah itu Sinta kembali kerumah nya mengambil kopernya yang sudah dusediakan pembantu nya. Barulah mereka berangkat menuju bandara. Sekitar setengah jam mereka sampai dilokasi kecelakaan, disana mereka mendapati tante Sofi yang terduduk lesu menunggu informasi dari kepolisian yang masih mencari Farel.


"Mama, tante" kata Zeje dan Sinta.


"Sayang kalian sudah sampai" kata calon mertua Zeje dan memeluk Zeje, air mata nya sudah mengalir deras.


"tante bagaimana pencarian Farel tan?


"Belym ada kemajuan Sin, tante berharap Farel selamat dimana pun dia berada.


Tiba-tiba salah satu dari anggota kepolisian datang menghampiri mereka.


"permisi nyonya, kami menemukan dompet korban jauh dari tempat jatuh nya mobil. Kuat dugaan kami korban masih selamat, dompet nya kami temukan sekitar tiga ratus meter dari mobil yang jatuh. Sepertinya setelah jatuh korban berusaha menyelamatkan diri karena kami menemukan jejak kaki korban. Tapi sampai sekarang kami belum menemukan keberadaan korban, munkin dia ditolong oleh seseorang, itu masih dugaan kami.


"Farel kamu dimana nak, jangan tinggalkan mama, bagaimana pernikahan kalian yang sudah menunggu hari" raung mama Sofi menangis dipelukan Zeje.


Zeje hanya bisa berdoa didalam hati, sebenarnya dia sudah ingin menangis tapi dia tak sanggup menangis didepan calon mertuanya itu. Zeje hanya bisa menguatkan dirinya sendiri.


"Zeje, apa pun terjadi kalau kalian tidak jadi menikah sekarang, kamu tetap mama anggap sebagai anak mama.


"Mama, aku yakin Mas Farel akan selamat. Aku tidak memikirkan bagaimana nasib pernikahan kami yang penting buat ku sekarang mas Farel bisa bertahan hidup dimana pun dia berada.


Dua minggu sudah berlalu tapi Farel belum ditemukan. Keluarga Wijaksana sudah ikhlas tapi mereka masih berharap Farel bisa selamat dan pulang kemnali kerumah.


Begitu juga dengan Zeje dia masih berharap Farel selamat. Hari hari berganti dengan bulan, Zeje menjalani hari nya seperti biasa, pergi kuliah setiap hari dan pulang kuliah Zeje selalu mampir kerumah calon mertuanya itu untuk menemani mama Sofi yang selalu murung.


"Assalamu'alaikum ma"


"Zeje kamu datang, sini sayang"


"Mama lagi ngapain?


"Mama lagi melihat album waktu Farel kecil, dia sungguh manis dan lucu".


"Ya ma, nih lihat mas Farel gak pakai baju waktu bayi" kata Zeje tersenyum melihat foto kecil Farel.


"ya, andai saja pernikahan kalian terjadi pasti kalian akan punya anak seperti ini.


"Ma, semua itu sudah takdir Allah, mama jangan sedih ya. Sebenar nya aku masih berharap mas Farel kembali pulang kesini. Batin Zeje dengan mata yang sudah buram menahan air mata.


"Kamu benar Ze, tapi firasat mama Farel masih hidup, mama berdoa semoga dia segera kembali.


Mas kamu dimana, kenapa kamu melupakan janji mu untuk selalu bersama ku. Aku selalu menunggu mu mas, aku berharap kau segera kembali. Sudah setahun kau pergi meninggalkan kami mas" batin Zeje menatap sendu foto Farel.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2