
Zeje masuk kedalam kamar nya, disana sudah menunggu suami nya yang sedang menatap layar ponsel nya.
"mas" panggil Zeje
"ya sayang, rindu ya sama mas"
"gak"
"terus, kenapa muka nya ditekuk kayak gitu?
"mas, kenapa gak bilang kalau pak Kevin itu keturunan kerajaan? Kata Zeje dengan memanyunkan bibir nya.
"kamu tahu dari mana sayang?
"dari Rani, tadi kami habis vidio call.
"oh,, jadi Rani sudah tahu kalau Kevin seorang pangeran"
"jadi mas sudah tahu, kenapa gak pernah cerita sama aku sih"
"sayang, kamu kan gak ada nanya, jadi buat apa mas cerita. Tapi kok Rani bisa tahu kalau Kevin itu seorang pangeran?
"siang tadi Kevin mau cerita sebenarnya tentang siapa dia, tapi keburu orang tua nya datang dengan pasukan nya mas".
"pasukan perang sayang?
"ih..mas ngapain bawa pasukan perang, pasukan bodiguard loh mas.
"oh..kirain. Tapi dari mana orang tua nya tahu alamat Rani?
"ternyata selama ini mama nya Kevin mengutus mata mata untuk menyelidiki Rani dan orang tua nya, dan itu semua sesuai dengan keinginan orang tua nya Kevin" jelas Zeje pada suami nya.
"sudah mas tebak, mereka pasti tidak akan melepaskan Kevin begitu saja.
"Dan mas tahu gak, kalau sekarang Rani dan Kevin sudah bertunangan. Dan orang tua Kevin sendiri yang melamar Rani. Dan Rani mendapat cincin yang sangat indah loh mas dari mama nya Kevin, kata nya cincin itu turun temurun untuk penerus kerajaan.
"oh ya, beruntung banget ya Rani".
"ya mas, dia akan menjadi menantu kerajaan. Hidup mewah, dihormati orang banyak, dan mendapat pelayanan yang istimewa" gumam Zeje dengan pikiran yang sudah melayang.
Mendengar ucapan istri nya, Farel duduk disamping istrinya dan memeluk nya.
"sayang, takdir seseorang itu sudah ada kadarnya, kamu juga sangat istimewa buat mas, apa kemewahan yang mas beri itu kurang, apa kamu mau memiliki rumah seperti istana? Mas akan buat kan jika kamu yang minta, buat mas kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan mas"
"menjadi seorang putri kerajaan dan menantu kerajaan tidak lah mudah. Semuanya ada aturan nya. Dari cara berjalan, bertutur sapa bahkan makan saja ada aturan nya. Makanya Kevin pergi meninggalkan kerajaan nya, dia tidak sanggup dengan aturan aturan istana.
"susah juga ya mas kalau hidup nya Rani seperti di kekang.
"ya sayang, maka nya setelah menikah, Kevin ingin menetap di sini bersama Rani. Dia tidak mau tinggal di istana yang penuh kemewahan itu. Jadi intinya, semua kemewahan yang kita dapat belum tentu membuat kita bahagia.
"ya mas, kamu benar, aku bersyukur bisa mendapat kan suami seperti kamu.
"mas juga bersyukur bisa mendapat kan wanita seperti kamu sayang" bisik Farel ditekinga Zeje, sehingga istri nya itu merinding.
"sayang, mas pengen" kata Farel menggesek gesekkan hidung nya di pundak Zeje.
"pengen apa sih mas, geli tahu?
__ADS_1
"pengen ini" kata Farel yang memegang area sensitif istri nya.
Entah siapa yang memulai bibir mereka berdua sudah bertaut, ciuman yang lembut itu mengalir seperti sengatan listrik. Tangan Farel sudah berkelana di mana mana. Zeje tidak menyadari jika suami nya itu sangat lihat untuk membuka sesuatu yang halal disentuh. ******* Zeje keluar dari mulut nya seperti alunan musik romantis yang terdengar ditelinga suami nya, sehingga Farel tambah bersemangat untuk berolah raga malam itu.
Aagghhhh...jeritan mereka berdua terasa syahdu.
Beruntung kamar mereka kedap suara, jadi tidak terdengar dari luar.
sayang kau sungguh membuat mas kehilangan akal" kata Farel yang sudah sampai pada pertarungan mereka. Farel terbaring lemas disamping istri nya.
"terima kasih ya sayang, semoga Zeje dan Farel junior segera hadir disini" ujar Farel mengelus perut istri nya.
Zeje hanya bisa tersenyum, dia sudah sangat lelah akibat kelakuan suami nya. Akhirnya mereka berdua pun tertidur didalam pelukan satu sama lain.
Pagi itu suasana rumah Wijaksana sangat ramai, karena semua nya pada kumpul dirumah kebetulan hari itu libur.
Zeje yang sudah bangun dan sudah bersih segera turun kebawah menemui yang lain.
"sayang ayo serapan dulu" kata mama mertuanya.
"ya ma bentar, nunggu mas Farel dulu".
"apa Farel sudah bangun Ze?
"sudah ma, bentar lagi juga turun. Sini ma, Zeje tolong" kata Zeje yang ikut menghidangkan serapan pagi.
Tak berapa lama semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan.
Zeje mengambilkan nasi dan lauk untuk suami nya. Saat dia sudah selesai melayani suami nya, Zeje pun duduk kembali dan mengambil nasi nya. Semua nya makan dengan tenang dan di isi dengan obrolan santai.
Tiba-tiba Zeje merasa perut nya mual. Dia kemudian berlari kekamar mandi yang ada di dapur.
Zeje memuntah kan kembali nasi yang di makan nga itu. Farel yang merasa khawatir dengan istri nya segera menyusul.
"sayang, kamu kenapa?
"gak tahu mas, tiba tiba aku mual saat memakan nasi goreng itu.
"sayang, itu kan nasi goreng kesukaan kamu, mama sendiri kok yang masak"
"ya mas, tapi aku gak kuat mencium bau nya.
"sudah enakan belum? Kata Farel yang masih mengurut pelan tengkuk istru nya.
"sudah mas, antar aku kekamar saja ya, aku pusing"
"ya, ayo mas bantu jalan.
Saat melewati meja makan, mama dan yang lain merasa heran dengan Zeje, tapi sebuah senyuman terukir diwajah mama mertua nya.
"Rel, Zeje kenapa? Tanya papa
"Zeje, sedukit pusing pah, aku kekamar dulu ya mengantar Zeje.
"ya, hati hati naik tangga nya"
Farel pun berlalu dari hadapan orang tua nya, sesampai di dalam kamar, Farel membantu istri nya berbaring.
__ADS_1
"sayang kau mau makan apa?
"aku gak selera makan mas, aku mau istirahat saja, kepala ku terasa pusing, dan perut ku rasa nya tidak enak.
"apa mau mas bantu gosok kan minyak angin"
"ya mas" kata Zeje yang mata nya sudah terpejam
Farrl kemudian mengambil minyak angin dan mengoleskan nya keperut istri nya. Tak berapa lama Zeje pun tertidur. Melihat istri nya sudah tidur, Farel pum turun untuk melanjut kan makan nya. Semua anggota keluarga nya masih duduk di kursi makan.
"Rel, mana istri mu?
"dia sudah tidur ma setelah aku olesin minyak angin.
"mama curiga, apa istri mu itu hamil ya, kalau benaran hamil, rumah kita akan terdengar suara tangisan bayi" kata mama yang terlihat sangat senang dengan pemikiran nya sendiri.
"tidak usah senang dulu ma, mana tau Zeje cuma masuk angin" kata papa meluluh lantah kan kegembiraan istri nya.
"kita periksa kan saja ke dokter, mana tau yang di pikirkan istri mu itu benar loh Ardi" ujar kakek Deso kemudian.
"itu ide bagus, aku akan menghubungi dokter keluarga" ujar mama yang bangkit dari duduk nya menuju ruang keluarga.
Satu jam kemudian dokter Dewi pun datang
"maaf nyonya, siapa yang sakit ya" kata Dokter Dewi saat duduk di hadapan semua orang.
"begini Dok, tolong periksa menanfu saya, tadi pagi dia muntah muntah dan kata nya kepala nya pusing.
"oh, pengantin baru, boleh antar saya menemui nya"
"ayo dok,istri saya sedang tidur" jawab Farel yang langsung bangkit dan menuju kaar nya di ikuti dokter Dewi dan mama nya.
"sayang, bangun dulu ya ada dokter Dewi yang akan memeriksa mu" kata Farel membangun kan istrinya.
"mas, kepala ku sangat pusing jika aku membuka mata.
"ya sudah, tidak apa apa. Maaf ya saya periksa dulu"
"ya dok" jawab Zeje yang masih memejam kan mata.
Dokter Dewi pun memeriksa Zeje dengan teliti sesekali alis nha mengerut. Mama dan Farel merasa khawatir dengan keadaan Zeje.
"seperti nya dugaan saya benar, kalau Zeje sedang mengandung" kata Dokter Dewi setelah selesai memeriksa Zeje.
"alhamdulillah, itu artinya saya akan punya cucu dok?
" iya Nyonya, tapi untuk lebih memastikan lagi segera bawa kerumah sakit u tuk melakukan USG.
"Baik Dok, terima kasih ya"
"ya, ini ada obat pereda mual, agar Zeje bisa makan dan mual muntah nya bisa teratasi. Minum dua kali sehari pagi dan malam setelah makan. Jangan lupa bawa ke rumah sakit ya"
"ya dok, secepat nya kami akan kerumah sakit" jawab Farel.
Zeje yang mendengar obrolan mereka hanya diam dan mencerna ucapan mereka.
"apa ? aku hamil ? ya Allah terima kasih sudah menitip kan janin dirahim ku" batin Zeje tersenyum.
__ADS_1
Bersambung