
Saat ini usia kandungan Zeje sudah memasuki enam bulan. Dan bertepatan hari ini juga adalah pernikahan Rani dan Kevin yang diselenggarakan di hotel WJS Group.
"mas, gimana penampilan aku? Kata Zeje bertanya pada suami nya.
Farel yang sedang duduk disisi ranjang, langsung mendingak kan kepala nya melihat penampilan istri nya. Untyk sesaat Farel termenung.
"mas, kenapa diam aja, gimana penampilan aku, bagus gak?" kata Zeje menyadarkan suami nya dari lamunan nya.
"cantik" kata Farel yang masih menatap istri nya.
"kamu sangat cantik sayang, mas jadi gak rela jika kamu jadi pusat perhatian nanti saat acara pernikahan mereka. Kita gaknusah pergi kesana deh" kata Farel mulai cemburu.
"mas, gimana sih, masa ia aku gak hadir. Mereka itu teman kita loh mas, kesel deh" kata Zeje cemberut, membuat Farel tak berani berkutik lagi jika istri nya sudah marah.
"sayang, kamu ganti baju saja ya, gak usah pakai baju ini. Ini terlalu terbuka" kata Farel memberi alasan.
"mas, ini baju sudah samaan sama Sinta dan mama juga yang lain nya, masa aku sendiri yang lain. Lebih baik gak pakai baju aja sama sekali" kata Zeje yang mulai emosi.
"sayang, masa kamu gak pakai baju, maksud mas pakai baju yang lain" kata Farel yang sudah melihat istri nya mulai membuka resleting baju nya.
"biarin saja pakai bekini, biar semua orang lihat" jawab Zeje.
"ya ya, sudah pakai yang ini saja. Dari pada gak pakai baju sama sekali" kata Farel yang memasang kembali resleting baju istrinya dari belakang.
"mas ini aneh deh, cburu nya gak beralasan" kata Zeje
"mas, gak mau orang lain menatap kamu dengan penuh nafsu. Kamu itu terlalu cantik sayang".
"mas, masih banyak wanita cantik diluaran sana yang melebihi diri ku.
"tapi sayang..."ucapan Farel terhenti.
Tok tok tok...
Zeje berjalan kedepan pintu dan membuka nya.
"Manda, ada apa?
"kak cepetan kata mama, yang lain sudah ngumpul, kalian saja yang belum keluar dari tadi, ngapain aja sih?
"tau tuh kakak mu, sensian amat. Bilang dengan mama, bentar lagi kita turun" kata Zeje.
"baik deh, aku turun dulu ya" kata Manda berlalu pergi.
__ADS_1
Zeje pun kembali menutup pintu dan menghampiri suami nya.
"mas, ayo kita berangkat, yang lain sudah nunggu" ujar Zeje sambil mengambil tas tangan nya.
"ya, gak ada yang tertinggalkan?
"gak mas, wajah nya jangan gitu dong. Tolong tinggali wajah mas yang jelek itu.
"maksud kamu mas jelek sayang?
"ya wajah mas jelek kalau ditekuk gitu. Jadi jelek nya tinggalin aja di kamar ini jangan di bawa ke tempat kondangan. Kata Zeje berjalan mendahului suami nya.
"sayang tunggu, hati-hati turun nya" kata Farel yang berlari mengejar istri nya.
"ayo ma, kita sudah siap" kata Zeje menghampiri mertua nya.
"Farel, kenapa kamu lama banget" kata mama
"habis ninggalin wajah jelek ku dulu ma" jawab Farel ambigu, membuat yang lain bingung, sementara Zeje tersenyum kecil mendengar ucapan suami nya.
Farel pun berjalan duluan menuju mobil nya.
"Ze, suami kamu kenapa? Tanya mama.
"hahaha...kak Farel wajah jelek nya ikut tuh dibelakang" teriak Manda menggoda kakak nya.
"kalian ini sudah mau punya anak masih bisa cemburu juga ya" kata kakek Deso.
"kakek juga gitu, waktu nenek ke kebun sendirian, kakek juga cemburu takut nenek ketemu sama cowok lain" kata nenek membuat mama dan Zeje tersenyum.
"Nenek dan kakek sudah tua tapi tetap mesra ya" kata Zeje.
"Ze, keharmonisan rumah tangga itu tidak diukur dari seberapa banyak nya uang kita, tapi seberapa besar nya cinta kita hingga apa pun masalah yang di hadapi tidak membuat hubungan suami istri itu retak. Terkadang di dalam rumah tangga pasti ada masalah dan perbedaan pendapat, tergantung kita menghadapi nya bagai mana. Tidak semua masalah itu harus berakhir dengan perceraian. Kita suami istri harus bisa saling menghargai, memahami satu sama lain, dan yang penting selalu terbuka dan jujur. Itu lah kunci keharmonisan berumah tangga" ujar nenek.
"terima kasih ya nek, semoga aku dan mas Farel selalu bersama sampai tua dan maut yang memisah kan" ujar Zeje menggandeng lengan nenek berjalan keluar rumah.
"aamiin...kamu jaga kandungan mu ya jangan letih saat disana nanti"
"ya nenek ku sayang"
Mereka pun masuk kedalam mobil, dan pergi menuju tempat acara resepsi pernikahan Rani dan Kevin.
Serengah jam kemudian mereka pun sampai di lobi hotel. Acara pernikahan Rani dan Kevin sangat mewah. Dan banyak dari kalangan orang penting dan petinggi kekuasaan yang menghadiri acara pernikahan mereka.
__ADS_1
"wahh...dekor nya sangat cantik dan mewah ya mas" kata Zeje yang menggandeng suami nya.
"ya sayang, semua ini permintaan dari orang tua nya Kevin, dekorasinya harus modern tapi ada sentuhan kerajaan nya.
"aku merasa berjalan di dalam istana putri dongeng mas, lihat sebelah sana mas, panggung pelaminan nya saja seperti bentuk rumah istana" kata Zeje yang merasa takjub dengan dekorasi nya.
"ya sayang kamu benar, apa kamu mau kita membuat resepsi sekali lagi? Tanya Farel dengan serius.
"kamu ini mas, ada ada saja. Mana ada orang melakukan resepsi lebih dari satu kali.
"ada sayang kalau kamu mau"
"mas, nanti kalau anak kita lahir perempuan, aku mau kamar nya di dekor seperti itu ya mas berbentuk princess. Kata Zeje, yang membayang kan kamar anak nya nanti.
"ya, terserah kamu saja may bagai mana, kita kesana dulu menyapa orang tua nya mempelai" kata Farel menggandeng istri nya menuju orang tua Kevin dan Rani.
Setelah berbasa basi dengan orang tua mempelai, Zeje dan Farel menghampiri pengantin.
"selamat ya Ran, kamu cantik banget persis seperti putri istana. Ntar kalau anak ku lahir perempuan, aku akan mendekor kamar nya seperti pelaminan ini" kata Zeje membuat Kevin dan Rani tersenyum.
"makasih ya Ze, sudah mau datang"
"pasti dong aku datang, masa aku melewat kan hari bahagia teman ku, itu tidak munkin.
"terima kasih ya, oh ya kita selfi dulu ya, biar ada pajangan nanti" kata Rani.
Mereka pun berswaffoto, sehingga kedua para lelaki itu menyingkir.
Tiba tiba Sinta pun datang untuk ikut bergabung berselfi ria.
"tungu tunggu, aku juga mau ikut" kata Sinta berlari menuju pelaminan.
"kalian gak ngajak ngajak gue ya, main foto berdua aja"
"loe sih kemana aja buk, mojok ya? Kata Zeje.
"hehehe...tadi lagi ngerumpi sama ayang beb" jawab Sinta cengengesan.
Mereka pun berfoto bersama mengabadikan momen yang bersejarah itu. Sesekali mereka mengajak pasangan masing masing umtuk berswaffoto.
Bersambung
Maaf ya, author jarang up soal nya author lagi lemes besty maklum lah lagi hamil muda😁
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak ya.