
"Farel, ini benaran kau? Kata Kevin kaget. Dia sedang berjalan menuju ruangan nya dan melihat Farel sedang bersama Zeje.
"hay bro kenapa kaget begitu?
"kemana kau selama setahun ini? Kenapa menghilang begitu saja?
"Cerita nya panjang nanti kalau ada waktu datang lah kekantor ku.
"intinya saja ceritakan" kata Kevin penasaran.
"yang pasti berkat siswa mu aku bisa bertemu keluarga ku lagi, oke aku pergi dulu ya.
"Ya baik lah, nanti aku mampir ketempat mu.
Farel pun kemudian pergi menuju kantornya. Sedangkan Zeje dan teman-teman nya menuju kelasnya.
"kita permisi masuk kelas dulu ya pak" kata Zeje, dan meninggalkan Kevin seorang diri.
Kevin yang melihat mereka pergi langsung tersadar jika tiga cewek itu sudah tidak kelihatan. Jam pelajaran pertama pun dimulai, Kevin masuk kedalam kelas Zeje seperti biasa Kevin akan bersikap cuek dan cool seperti dosen killer saja.
Kevin menerangkan materi pelajaran tapi pandangan nya tak lepas dari Rani.
"nih dosen kenapa melihat gue terus sih bikin risih saja" batin Rani.
"kenapa Rani terlihat cuek ya" batin Kevin yang terus menjelaskan materi.
"baik lah, apa kalian sudah mengerti? Tanya Kevin pada mahasiswa nya.
"sudah pak" jawab mereka.
"oke pelajaran hari ini sampai disini, dan selamat datang kembali buat kalian yang sudah menyelesaikan tugas lapangan nya" ujar Farel dan dia pun langsung keluar dari kelas menuju ruangan nya.
"Huh..kenapa dia aneh sekali ya"batin Rani.
"Ran, lo kenapa? Tanya Sinta.
"Gak, gue heran, kenapa pak Kevin terus lihatin gue tadi ya"jawab Rani.
"munkin dia kangen kali dengan lo"
"ah, bercanda lo gak lucu Sin"
"udah biarin saja, kantin yuk" ajak Zeje pada teman nya.
Ting...sebuah pesan masum ke ponsel Rani.
Dosen killer "Bagai mana kabar mu?
"hah..nih anak salah makan obat kali ya" gumam Rani membaca pesan dari Kevin.
"balas saja coba apa tanggapan nya" kata Zeje.
Rani pun membalas pesan tersebut
Kelinci nakal "Seperti yang anda lihat pak"
Dosen killer "apa kamu ada waktu sepulang kuliah?
Maharani "maaf pak, saya sibuk hari ini"
Dosen killer" baik lah laik kali saja.
Rani heran membaca pesan dari Kevin, "aneh deh ni dosen" gumam Rani yang masih bisa didengar sahabat nya.
__ADS_1
"kenapa Ran? Tanya Sinta.
"gak tau, dia nanya gue ada waktu apa gk, gue jawab saja sibuk"
"bagus, buat dia yang ngejar ngejar lo" kata Sinta.
Sementara digedung perkantoran yang menjulang tinggi sedang terjadi kericuhan akibat Farel yang tiba tiba datang kekantor. Semua karyawan dan staf kantor merasa heran karena setahu mereka bos mereka itu mengalami kecelakaan satu tahun lalu dan tidak di temukan zenajah nya.
Farel berdiri di lobi menyapa para karyawan nya yang terlihat keheranan. Sedangkan Andri berdiri di samping Farel.
"Selamat pagi semuanya, senang bertemu dengan kalian lagi, munkin kalian bertanya tanya tentang saya dan kejadian satu tahun yang lalu.
"Ya pak, kemana anda selama ini menghilang? Tanya karyawan kantor.
"Selama ini saya berada didesa yang jauh dari kota dan saya mengalami amnesia sehingga saya tidak bisa kembali kemari.
"jadi bagaimana anda bisa kembali lagi pak?
"tiga minggu yang lalu tunangan saya dan teman teman nya melakukan kkn didesa tempat saya tinggal, sehingha saya bisa bertemu dengan mereka. Berkat mereka juga lah ingatan saya kembali lagi.
"Apakah kecelakaan itu benar benar murni kecelakaan pak?
"kecelakaan itu akibat sabotase dari rekan bisnis saya yang tak terima karena sudah saya penjarakan. Tapi kalian tenang saja semua nya sudah beres, para tersangka juga sudah diaman kan oleh pihak yang berwajib. Baik lah sekarang mulai lagi bekerja" kata Farel dan dia pun memasuki lif menuju ruangan nya.
para karyawan tidak menyangka bahwa bos mereka selama ini menghilang akibat ulah seseorang.
Seminggu sudah berlalu, Farel sudah rutin memeriksakan keadaan nya ke rumah sakit. Nenek dan kakek Deso saat ini berada di rumah Zeje bersama orang tua Farel.
"Maaf ya besan kami mengganggu waktu istirahat kalian" kata mama Sofi.
"ah..tidak apa, santai saja. Tapi kenapa besan datang tidak mengabari saya sebelum nya kan kalau saya tahu saya bisa siapkan hidangan yang lain" kata ibu Zeje.
"kita juga tiba-tiba teringat dan langsung kesini. Begini besan kami ingin membahas tentang kelanjutan hubungan anak-anak kita".
"begini buk Siti, kami berencana melanjutkan pernikahan anak kita yang tertunda, kami sudah tidak sabar melihat mereka bersanding" kata pak Ardi
"kami juga setuju pak, tapi apakah anak-anak sudah tahu?
"belum pak Risman, kami berencana membuat kejutan untuk mereka.
"bagaimana kalau besok kita adakan pertemuan keluarga, biar semuanya bisa kumpul dan sekalian syukuran karena Farel sudah kembali.
"wah, ide buk Siti bagus saya setuju " ujar mama Sofi. "bagaimana menurut nenek dan kakek?
"nak Sofi kami sudah tidak sabar melihat cucu kami bersanding. Diusia kami yang tidak muda lagi kami berharap bisa melihat cicit kami lahir kedunia ini"
"Nenek, kau sungguh baik kami berhutang budi dengan kalian berkat kalian kami bisa kembali melihat anak kami, terima kasih ya nek kek" kata Mama Sofi.
"Sudah sudah jangan sedih sedih, mari silahkan nikmati kue nya" kata buk Siti".
Sedangkan dikampus Zeje dan teman teman nya sudah berada diparkiran kampus.
"Rani.."panggil seseorang.
Rani dan teman nya menoleh
"Pak Kevin, ada apa? Tanya Rani biasa saja.
"Saya mau bicaea dengan mu boleh ikut saya?
Rani melihat kedua teman nya, Zeje dan Sinta mengangguk.
"Baik lah, anda mau bicara dimana?
__ADS_1
"ikut saya" kata Kevin masuk kedalam mobil nya, mau tak mau Rani pun ikut masuk.
"Sebenarnya anda mau membawa saya kemana pak?
"kita makan siang dulu, saya sudah lapar.
Mobil Kevin melaju menuju restoran langganan nya, yaitu restiran punya orang tua Sinta.
"ayo kita turun"
"ini kan restoran orang tuanya Sinta" batin Rani. Dia keluar dari mobil mengikuti langkah Kevin.
Kevin memesan makanan begitu juga Rani, mereka makan tanpa ada yang membuka suara.
"Rani, bagaimana kabar mu?
"bapak kan bisa lihat sendri gimana keadaan saya? Kata Rani ketus.
"selama di luar kota kenapa kamu tidak pernah membalas pesan saya?
"buat apa, apakah selama saya tidak masuk kampus, anda merasa kehilangan saya? Tanya Rani dengan percaya dirinya.
"Ya, sejujurnya saya merasa kehilangan sosok kamu.
"kenapa kamu terus menghindar dari saya?
Rani meletak kan gelas jus nya dan menatap lekat Kevin. " selama ini saya berharap bapak mau melihat saya barang sedetik pun, saya selalu membuat diri saya seperti wanita yang tidak memiliki harga diri karena terus mengejar anda.
Tapi..setelah anda mengatakan kalau anda tidak tertarik dengan saya, saya terus mengejar anda berharap suatu saat anda membuka hati buat saya. Tapi sayang nya itu hanya angan-angan saya. Setelah anda menegaskan kalau saya bukan lah tipe wanita idaman anda, dari situ saya berpikir untuk melupakan anda, menghapus nama anda dari hati saya, yeah...walaupun itu sangat menyakitkan buat saya tapi saya tidak pernah menyalahkan anda. Saya tahu perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Jadi saya bertekad untuk menjauh dari hidup anda.
"Apa kamu merasa dengan menjauh membuat saya nyaman?
"Ya, saya merasa anda akan nyaman dengan tidak diganggu wanita seperti saya" ujar Rani menyeruput minuman nya.
"Kamu salah" ujar Kevin menatap Rani penuh harap.
"sebenarnya saya merasa kehilangan sosok dirimu. Maaf selama ini sudah mengabaikan perasaan mu.
Rani menatap Kevin dengan mata penuh keraguan.
"anda tidak perlu minta maaf pak, disini saya yang salah telah mengganggu anda. Oh ya, kalau tidak ada yang perlu dibahas, saya mohon undur diri karena saya sudah janji dengan mama saya mau cepat pulang.
"baik lah saya akan mengantar kamu"
"tidak usah pak, saya bisa naik grab".
"tidak, saya akan tetap antar kamu karena kamu pergi dengan saya jadi saya harus pastikan kamu selamat sampai rumah.
"baik lah jika anda memaksa" kata Rani yang bangkit dari duduk nya.
Kevin mengantar Rani pulang kerumah, selama di perjalanan mereka tidak mengobrol mereka asik dengan pikiran masung-masing.
"Rani, apa kamu ada waktu malam ini?
"maksud bapak?
"saya akan menjemput kamu nanti malam jam delapan.
"baik lah, kalau saya gak nurut ntar nilai saya bisa dikurangi" ujar Rani membuat Kevin tersenyum.
"Terima kasih ya pak sudah mengantar saya dengan selamat.
"Ya, jangan lupa nanti malam" kata Kevin memastikan lagi. Rani hanya menanggapi dengan senyuman nya.
__ADS_1
Bersambung