Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 78


__ADS_3

Senja berlalu, bintang dilangit telah menampakan dirinya. Malam itu Zeje dan teman-teman nya masih berada dirumah kakek Deso.


Mereka makan malam bersama, duduk dilantai dengan menggelar tikar.


"makanan nya enak ya" kata kakek Deso.


"Ya kek, ini yang masak semua Zeje kek" ujar Sinta.


"ternyata nak Zeje pintar masak ya, calon mantu idaman"gurau nenek membuat pipi Zeje bersemu merah.


"Makasih nek, ibu saya yang mengajarkan saya masak.


"itu harus walaupun kita seorang wanita karir sekali pun, kita sebagai perempuan juga harus bisa masak bisa ngurus rumah dan suami. Ujar nenek dan mereka pun kembali melanjutkan makan nya.


Selesai makan malam mereka berkumpul diruang tamu.


"Kapan acara pernikahan kalian dilangsungkan? Tanya kakek.


Farel dan Zeje saling menatap,mereka bingung harus menjawab apa.


"Lah, malah saling lirik, jawab dong kakek nanya kalian tuh" ujar Rani.


"Kita belum tahu kek, tapi saya berharap secepatnya" jawab Farel.


"Ya, tidak baik menunda sesuatu yang baik lebih cepat lebih baik kan. Kakek dan nenek berdoa semoga kalian salalu bersama selalu bahagia.


"Amiin..makasih ya kek. Nanti kalau saya nikah kakek dan nenek datang ya. Kalau perlu kakek dan nenek tinggal dirumah saya" ujar Farel.


"insyaallah nak Farel, semoga kami berdua bisa melihat kamu dan Zeje menikah. Maklum lah kami ini sudah ujur udah bauk tanah" ujar nenek terkekeh kecil.


Jangan tanya dimana Andri dan Seno saat ini. Mereka sedang asik bermain game online diteras rumah kakek Deso. Ini kesempatan yang langka untuk Andri bisa menikmati bermain game online.


"Nak Ardi nak Sofi makasih ya kalian sudah membawakan kami oleh oleh begitu banyak.


"Seharusnya kami yang berterima kasih nek, karena kakek dan nenek sudah menolong anak kami " ujar mama Sofi.


"Ya kek, nek, kebaikan kalian berdua tidak bisa kami balas dengan apa pun. Walau pun kami memiliki segalanya tapi kami belum bisa membayar apa yang sudah kalian lakukan kepada anak kami. Berkat kebaikan kalian kami bisa bertemu lagi dengan anak kami" ujar pak Ardi.


"Kakek, nenek, kalian berdua sudah kami anggap sebagai pengganti orang tua kami. Apa kalian mau tinggal bersama kami dikota untuk selamanya? Dan apa bila kalian ingin berkunjung kedesa ini kami akan ijinkan dan kami akan mengantar kan kalian kedesa ini" ujar mama Sofi.

__ADS_1


Kakek dan nenek saling melemoar pandang kemudian merwka tersenyum.


"Nak Sofi, nak Ardi kami sudah memikirkan nya kami berdua bersedia tunggal dengan kalian. Tapi apakah kami tidak akan merepotkan kalian?


"tidak nek, kami sangat senang kakek dan nenek bersedia ikut tinggal dengan kami. Selama ini Farel dan Amanda tidak pernah merasakan kasih sayang dari kakek dan nenek nya karena mereka sudah lama meninggal sejak Farel masih kecil.


"Baik lah kami akan ikut kalian.


"yeee..asikkk...aku punya kakek dan nenek. Nanti kakek dan nenek tidurnya dekat kamar aku saja. Masih ada kamar tamu yang kosong.


"Manda, kamu mau buat kakek dan nenek capek naik turun tangga? Masa kakek dan nenek mau apa-apa harus turun naik. Ujar Farel memberitahu adik nya itu.


"oh iya juga ya, ntar kakek dan nenek bisa capek dan ntar jatuh dari tangga" kata Manda memegang dagu nya seperti memikirkan sesuatu. "kalau begitu kakek dan nenek tidur dikamar bawah aja deh gak usah kamar atas.


"Manda kamu ada ada saja masa orang tua yang sepuh kamu suruh naik tangga" ujar Sinta.


"Aku lupa kak Sinta, sakin kan senangnya punya kakek dan nenek.


"Kamu lupa Manda kamar atas itu punya siapa? Ujar Sinta.


Manda nampak berpikir " oh iya kamar atas itu kan punya kak Sinta" kata Manda menepuk jidat nya.


"Manda...kata Sinta menatap tajam Manda. " kalau kamu butuh sesuatu aku tidak akan mau bantu kamu apa lagi minta uang sama kak Farel buat kamu foya foya.


"hehehe...maaf kakak ku yang cantik, aku cuma bercanda kok, tapi beneran deh aku lupa kamar itu punya kakak. Pliess jangan ngambek ya" kata Manda merayu Sinta.


"maaf ya nek, mereka kalau udah kumpul emang seperti itu gak pedulu dimana mereka berada" kata mama Sofi malu melihat tingkah anak dan keponakan nya itu.


"Gak apa-apa nak Sofi, nenek senang melihat nya merasa terhibur.


"nek, ntar kalau nenek tinggal dikota nenek harus stok sabar melihat tingkah Manda, rada-rada...."Zeje tidak melanjutkan ucapan nya karena dipotong oleh Manda.


"Kak Zeje...Manda masih waras ya gak gila" kata Manda cemberut.


"Manda yang bilang kamu gila siapa? Kamu udah main potong aja ucapan kakak.


"Oh ya, bukan nya tadi kakak mau bilang kalau aku itu kurang waras ya.


"Gak, kakak mau bilang kalau kamu itu rada-rada manja seperti anak kecil" ujar Zeje tersenyum.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam.


"Guys, kita pulang yuk udah malam nih" kata Seno mengajak tiga teman cewek nya itu kembali pulang kerumah singgah.


"Ya kita keasikan ngobrol jadi lupa waktu" kata Rani.


"ma, pa kita pamit pulang dulu ya, nanti pagi kita kesini lagi" ujar Zeje.


"Ya sayang, tapi tempat kalian jauh gak dari sini?


"Gak kok tan, dekat kok cuma diujung jalan itu" jawab Rani.


"Ya tan, besok pagi kita kesini sekalian ngajak Manda dan kak Farel jalan-jalan keliling desa.


"Ya mas kamu mau ikut kita besok sebelum pulang kekota" kata Zeje berharap Farel mau ikut dengan mereka.


"Ya sayang, mas mau ikut kalian.


"bang Andri mau ikut kita gak, kamu bisa tidur dikamar saya" ujar Seno mengajak Andri.


"Baik lah, karena kamu yang menawarkan maka saya akan ikut. Kata Andri dengan gaya datar nya itu.


"Ayo kita berangkat" kata Seno.


"ya udah ayo, tante, om, nenek , kakek kami pulang dulu ya " kata Zeje dan teman-teman nya.


Mereka pun keluar dari rumah kakek Deso. Mobil mereka pun membelah kesunyian malam itu. Hanya ada beberapa orang yang masih berada diluar munkin karena malam itu udara lumayan dingin sehingga banyak warga yang memilih dirumah lebih awal.


"Bang Andri" panggil Seno pada Andri yang duduk di samping nya.


"Ada apa?


"gak, cuma manggil doang"


"hhmmm"


"Sepi ya malam ini seperti hsti ku yang lagi sunyi" kata Sinta menatap layar ponsel nya.


Tak berselang lama mereka pun tiba di rumah tempat mereka menginap.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2