
"Pak Andri sebenar nya kita mau kemana?
" Kita akan menemui tuan Farel nona"
"Ya tapi kemana?
"Nanti anda juga tahu sendiri nona"
"Pak Andri bolehkan saya bertanya?
"Silahkan nona, anda mau nanya apa?
"Sudah berapa lama anda kenal dan bekerja dengan bos anda?
"Kami sudah kenal sejak kecil dan saya sudah bekerja dengan tuan Farel selama lima tahun lebih nona"
Mendengar jawaban Andri, zeje terdiam hanya ber oh ria saja.
"Kita sudah sampai nona" kata Andri membuyarkan lamunan Zeje.
"Wah..ini kan restoran mahal" gumam Zeje.
"Mari nona ikuti saya"
Zeje hanya mengangguk dan mengikuti langkah Andri.
Disebuah taman restoran itu seorang pria tampan sudah menunggu kedatangan pujaan hati nya. Dari kejauhan Farel dapat melihat kekasih hati nya itu datang berjalan di belakang asisten nya.
"Tuan saya sudah membawa nona, nikmati lah malam anda saya permisi dulu". Kata Andri menunduk dan pergi meninggalkan mereka.
"Sayang, kamu sangat cantik sekali rasa nya aku tidak ingin orang lain melihat kecantikan mu itu" kata Farel mulai posesif.
"Mas, sebenarnya kenapa kita di sini?
"Aku hanya mau makan malam bersama mu dan ada sesuatu yang mau aky kasi tahu"
"Tentang apa mas? Tanya Zeje tak sabar.
"nanti aja kita bahas, lebih baik kita makan dulu" kata Farel dan datang lah pelayan membawa makanan yang sudah di pesan Farel terlebih dulu.
Mereka menikmati makanan nya di taman yang sudah di dekor seromantis munkin, sesekali Farel menyuap kan makanan nya ke pada Zeje. Selesai makan Farel mengutarakan isi hati nya.
"Sayang, sebenarnya aku mau mengatakan sesuatu"
"Mas, mau mengatakan apa?
Farel bangkit dari duduk nya dan berjongkok di hadapan Zeje
"Aku tidak bisa merangkai kata menjadi sebuah kalimat, aku tidak tahu bagai mana cara nya bersikap romantis. Yang aku tahu, aku hanya mencintai mu menyanyangi mu sepenuh hati ku. Aku bukan pria yang baik tapi aku akan belajar menjadi yang terbaik untuk mu. Aku akan belajar menjadi pendamping yang baik untuk mu.
"Zeje, mau kah kau menjadi istri ku? Menjadi makmum ku, menjadi pendamping hidup ku, menjadi ibu dari anak-anak kita kelak, dan menjadi bidadari syurga ku?
Mendengar penuturan Farel, Zeje tak kuasa menahan air mata nya. Dia sangat senang dan terharu karena Farel melamar nya dengan sangat romantis.
"Mas berdiri dong" kata Zeje mengangkat bahu Farel.
__ADS_1
"Mas, aku sangat senang mendengar nya, aku menerima lamaran mu mas, aku mau jadi istri mu" kata Zeje.
"Terima kasih sayang" kata Farel
Dan Farel menyemat kan cincin emas bertahtakan berlian yang sangat indah ke jari manis Zeje.
"Mas, ini sangat indah" kata Zeje menutup mulut nya tak percaya.
"Apa kau menyukai nya ?
"Ya mas, aku sangat suka, tapi mas ini harga nya pasti sangat mahal?
"Sayang, jangan pernah lihat harga nya, mas sangat senang jika mas bisa membahagia kan mu dari segi apa pun itu.
"Makasih ya mas, tapi mas aku tidak mengharapkan harta dan uang nya mas, aku hanya berharap kita bisa selalu bersama dan menua bersama sampai akhir hayat.
"Itu pasti sayang, mas akan selalu berdoa agar kita selalu bersama sampai tua kelak.
Selesai acara lamaran yang hanya mereka berdua yang tahu, Farel mengajak Zejs ke suatu tempat.
"Ayo sayang kita masuk" kata Farel.
"Mas, ini kan gedung kantor WJS Group, mau ngapain kita ke sini?
"Nanti kamu juga akan tahu"
Farel mengajak Zeje naik ke atap gedung perkantoran.
"Mas, aku takut dengan ketinggian nanti kalau gedung nya roboh gimana?
"Ya mas, kita ngapain disini mas?
"Sayang lihat lah langit itu begitu banyak bintang, tapi tidak ada satu pun yang bercahaya".
Zeje menatap bintang di langit.
"Mas itu bintang nya ada kok yang terang dan bercahaya.
"Tidak ada sayang"
"Ada loh mas"
"Buat mas tidak ada yang bercahaya terang selain kamu. Kamu lah bintang yang bersinar terang di hati mas" kata Farel menggenggam tangan Zeje.
Mendengar gombalan Farel membuat Zeje jadi salah tingkah.
"Mas,,,ih...gombalan nya garing. Kata Zeje mencubit lengan Farel.
"Aauuwww...sakit, sayang kita belum nikah kamu sudah melakukan kdrt, tapi mas suka kok.
"biarin siapa suruh ngejahilin aku" kata Zeje cemberut.
"Sayang kamu makin cantik kalau cemberut seperti itu.
Mereka menghabiskan waktu satu jam lebih di atas atap perkantoran.
__ADS_1
"Mas kita pulang yuk, udah malam nih nanti papa dan kak Randi marah.
"Ya udah, yuk kita turun. Farel pun mengantarkan Zeje pulang kerumah nya. Sampai di rumah Zeje, mereka sudah di tunggu Randi yang duduk di teras rumah. Farel dan Zeje keluar dari dalam mobil dan menghampiri Randi.
"Kak, ngapain di luar? Kata Zeje.
"Lagi nyarik angin" Kata Randi yang tidak mau jujur kalau dia lagi nunggu adik nya pulang.
"Mas, aku masuk dulu ya, mas pulang nya hati-hati jangan ngebut" kata Zeje.
"Ya, besok pagi mas antar ke kampus ya". Kata Farel dan di angguki Zeje.
"Makasih ya sudah mau menerima adik ku, ku harap kau tidak akan menyakiti nya" kata Randi.
"kau tenang saja, aku tidak akan menyakiti nya karena Zeje adalah sebagian jiwa ku" kata Farel.
Dan Farel pun pamitan kepada Randi ingin pulang.
Zeje masuk kedalam kamar nya dan membayangkan dan mengingat apa yang sudah di lalui nya bersama Farel malam ini. Zeje membolak balik telapak tangan nya melihat cincin yang sudah di sematkan Farel saat melamar nya.
"Ya Allah, semoga pilihan gue gak salah dan semoga mas Farel adalah calon suami yang di titipkan Allah buat gue" batin Zeje.
Sedangkan Farel, juga sama seperti Zeje. Farel senyum-senyum sendiri dikamar nya mengingat saat dia dinner sama Zeje. Dan tak berselang lama mereka pun berselancar ke alam mimpi.
Malam berganti dengan mentari yang sudah menyingsing. Pagi itu Zeje bersiap-siap akan ke kampus.
"Pagi semuanya" kata Zeje dengan semangat dan wajah yang berseri-seri.
"Pagi nak, seperti nya kamu bahagia sekali? Kata ibu.
"Ya pasti dong buk, ibu gak lihat kalau di jari manis nya anak kesayangan ibu itu ada sesuatu" kata Randi tersenyum.
Semua mata melihat ke arah jari manis Zeje.
"Kakak, apaan sih" kata Zeje
"Nak kamu dapat cincin itu dari mana? tanya ibu.
"Ibu ini mas Farel yang memberikan nya" jawab Zeje.
"Farel yang memberikan cincin itu buat kamu, tapi Ze, cincin itu sangat mahal"
"Ibu, gimana sih jelaslah Farel memberikan cincin yang sangat mahal buat calon istri nya" kata Randi membuat ayah dan ibu nya kaget.
"Calon istri? Kata ayah.
"Ya yah, malam tadi mas Farel melamar aku"
"Jadi kamu menerima lamaran nyaZe, apa dia sudah bicarakan dengan orang tuanya?
"Ya yah, mas Farel sudah mendapat restu dari orang tuanya..
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak, like komentar dan vote nya.
__ADS_1
Salam Mom Kayla❤