Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 112


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Sinta dan Randi. Pesta pernikahan mereka taknkalah megah dari pernikahan Rani dan Kevin. Semua keluarga sudah berkumpul di aula untuk menyaksi kan ijab dan qabul nya. Sinta saat ini sedang berada di dalam kamar ditemani Zeje dan Rani. Mereka bertiga menyaksikan acara sakral itu melalui televisi yang di sediakan di dalam kamar pengantin.


Detik-detik menegang kan akhirnya berlalu.


Sah


Sah


Sah


"Alhamdulillah" ucap mereka semua.


Randi dengan semangat empat lima dan tanpa kesalahan mengucap kan ijab qabul nya dengan lancar dan lantang. Sinta yang menyaksikan dari dalam kamar tersenyum bahagia, tanpa dia sadari air mata bahagia menetes di pipi nya.


"sudah jangan nangis, masa pengantin baru menangis" kata Zeje.


"selamat ya Sin, akhir nya loe soul out juga" kata Rani.


"loe kiesa gue barang apa? Dasar loe" kata Sinta. "tapi makasih ya kalian sudah mau jadi teman gue selama ini"


"ya, kita akan jadi besti selama nya" jawab Rani.


"Loe tenang saja, gue akan selalu dukung loe, kalau kakak gue macam-macam kasi tau saja sama gue, biar gue yang beri pelajaran" kata Zeje, lalu memeluk Sinta.


"sudah, sekarang bersihin air mata loe, kita turun sekarang" kata Rani.


Akhir nya mereka bertiga pun keluar dari kamar. Semua mata tertuju pada mereka bertiga yang terlihat sangat cantik dan anggun. Sinta diapit oleh dua sahabat nya. Randi yang melihat istri nya menuruni tangga, tanpa sadar dia sudah berjalan menuju tangga untuk menyambut pengantin nya.


"honey, kamu cantik sekali"


Ucapan Randi membuat wajah Sinta bersemu merah. "makasih honey, kamu juga tampan"


Randi kemudian menuntun istri nya untuk kembali duduk di meja depan penghulu. Acara demi acara berlalu, banyak tamu undangan yang hadir begitu juga keluarga dan kerabat mereka. Sampai lah mereka dipenghujung acara. Satu persatu tamu undangan sudah pulang, hanya tinggal keluarga inti saja.


Karena sudah merasa lelah, Zeje dan Farel juga masuk kedalam kamar mereka, begitu juga Rani dan Kevin yang sudah masuk kamar. Mereka memasuki kamar masing-masing di gedung hotel yang mereka sewa.


Karena semua anggota keluarga sudah berada di kamar masing masing akhirnya Sinta dan Randi pun memutus kan untuk istirahat.

__ADS_1


Sekarang sepasang pengantin baru itu sudah memasuki kamar nya.


"honey, bantu aku melepas gaun nya, seperti nya resleting nya tersangkut" kata Sinta


Randi pun segera bangkit membantu istri nya tersebut, saat resleting itu sudah bisa dilepas, Randi menelan saliva nya dengan kasar. Punggung istri nya yang putih terekspos dengan sempurna.


Tanpa menunggu persetujuan Sinta, Randi mengecup punggung istri nya. Sinta yang merasa ada sentuhan lembut dibelakang nya langsung menegang. Tubuh nya seperti ada aliran listrik yang kuat.


Randi yang tidak menerima penolakan langsung melancar kan aksi nya. Dengan sangat buas tapi lembut dia menciumi punggung istri nya sampai menggigit daun telinga Sinta dengan pelan. Sinta merasa merinding di buat suami nya.


"honey...aku mau mandi, nanti saja ya"


"honey... Aku sudah lama menunggu waktu ini" jawab Randi.


Dengan perlahan Randi membalik kan tubuh Sinta menghadap nya, karena Sinta tidak siap, akhir nya gaun itu terlepas dan mengekspos semua lekuk tubuh nya.


Randi yang melihat nya membali menelan saliva nya


"honey, kamu sungguh cantik"


Sinta ingin mengbil kembali gaun nya, tapi di tahan oleh Randi.


"tapi aku malu honey" jawab Sinta.


"kenapa harus malu, kita sudah sah suami istri. Tubub mu ini milik ku dan begitu juga sebalik nya"


"Aku tidak terbiasa didepan pria tanpa menggunakan pakaian"


"mulai sekarang biasa kan tanpa memakai apa pun di depan suami mu ini" kata Randi lalu mengecup bibir Sinta yang kecil.


Sinta menikmati tiap sentuhan yang diberi kan suami nya. Sinta yang tidak pernah merasakan bagai mana cara ciuman akhir nya mengerti akibat ulah suami nya. Perlahan Sinta membalas ciuman Randi yang semakin lama semakin panas. Tangan Randi sudah bergerilya kemana-mana. Randi sudah tak sabar untuk merasakan nikmat nya syurga dunia. Akhirnya dia menggendong tubuh istei nya ke tempat tidur dan mengungkung tubuh istri nya. Lalu Randi melepas pakaian nya satu persatu dan terpampang lah tongkat bisbol yang keras.


"honey..i...itu...besar sekali" kata Sinta gugup.


"honey...kamu akan menikmati nya saat sudah bertamu ke rumah mu nanti"


"tapi apa itu bisa masuk?"

__ADS_1


"tentu sayang"


"apa tidak sakit, itu terlalu besar"


"munkin sedikit sakit, tapi setelah kamu menikmatinya rasa sakit itu akan hilang"


Randi pun memulai aksinya, dia sungguh perkasa jika di atas ranjang. Sifat nya yang kalem dan pendiam ternyata menyimpan sejuta kejutan.


"honey, kamu siap kan"


"ya, aku siap"


Dengan tidak sabar Randi membuka penutup yang masih menempel di bagian bawah tubuh Sinta.


"honey, kenapa segituga mu ada bercak merah? Aku saja belum menjeblos nya kenapa sudah ada tanda merah? Kata Randi dengan wajah bodoh"


"apa, bercak merah?" Sinta langsung bangkit dan melihat segitiga nya yang ada warna merah"


"maaf honey, sepertinya kita tidak bisa melanjut kan nya"


"kenapa apa kamu sudah tidak virgin lagi?


"bukan begitu, tapi seperti nya aku sedang datang bulan? Jawab Sinta menunduk kan wajah nya. Dia merasa kasihan melihat wajah suami nya yang audah tegang.


"apa? Kamu menstruasi? Kata Randi kaget"


"ya, maaf"


"sial. Sepertinya aku harus solo karir" gumam Randi.


"honey, maaf kan aku ya, aku gak tahu kalau aku sedang haid"


"tidak apa, aku tidak marah. Itu sudah kewajiban mu sebagai wanita, berapa lama itu akan berakhir?"


"hanya satu minggu"


" apa, satu minggu. Baik lah aku akan menunggu" jawab Randi lalu masuk kedalam kamar mandi untuk menuntaskan hasrat nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2