Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 108


__ADS_3

Saat ini mereka sedang berada di restoran seafood. Zeje sangat semangat saat melihat bermacam macam makanan laut yang masih segar. Mereka segera memesan makanan yang disukai Zeje.


"sayang, ini sangat banyak, siapa yang akan menghabiskan nya? Kata Farel yang melihat hidangan didepan nya itu.


"ya kita la mas, masa orang lain" kata Zeje yang sudah tidak sabar menyantap makanan nya.


Zeje segera mengambil nasi dan cumi asam manis, dengan sangat lahap dia menyantap nya. Farel yang melihat istri nya makan seperti orang yang tidak makan berhari hari merasa heran.


"sayang, pelan-pelan tidak akan ada yang mengambil nya" ujar Farel melap mulut istri nya dengan tisu.


"ya mas, kamu kenapa tidak makan? Tanya Zeje yang masih asik menyantap makanan nya.


" ini mas mau makan " kata Farel mengambil makanan nya.


"gimana mas, enak kan?


"ya sayang, ini sungguh enak, rasanya gurih, manis dan asin apa lagi cumi nya dimasak saat masih segar. Coba ini kepiting nya" kata Farel memberi kan kepiting kepada istri nya yang sudah dia kuliti.


"ini juga enak mas, kapan kapan kita kesini lagi ya mas".


"ya, kamu makan yang banyak ya"


Selesai makan Farel membayar makanan mereka di kasir, selesai membayar mereka pun pulang kerumah. Tak lupa mereka membeli kan untuk orang yang dirumah.


"mas, apa kau tidak sedang sibuk dikantor?


"tidak sayang, semua nya sudah di tangani Andri.


"mas, apa kau mau anak laki-laki atau perempuan?


"laki-laki dan perempuan sama saja kedudukan nya sayang. Jadi mas tidak masalah apa pun jenis kelamin nya nanti yang penting bayi nya sehat dan juga istri mas ini bisa kuat saat melahirkan" ujar Farel mencubit gemes pipi istri nya.


Saat perjalanan pulang Zeje tertidur di dalam mobil, sesampai nya dirumah, Farel menggendomg istri nya masuk kedalam kamar.


"Farel, zeje kenapa? Tanya mama cemas


"Zeje baik kok ma, hanya saja tadi dia ketiduran di mobil, munkin kekenyangan, oh ya ma, tolong ambilin dimobil bungkusan, tadi kami beli saat makan siang.


"bungkusan apa Rel? Kata mama bingung.


"ada cumi asam manis, dan kepiting ma, itu buat mama dan yang lain"


"wahh...kedengaran nya enak, baik mama akan ambil" kata mama dan berlalu menuju mobil Farel.


Farel kembali melangkah menaiki tangga menuju kamar mereka. Dengan sangat pelan Farel membaringkan tubuh Zeje di atas ranjang. Setelah memastikan Zeje tidur dengan nyenyak, Farel segera masuk kedalam ruang kerja nya, untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.


Eeuuugghh..


Zeje bangun dari tidur nya saat sudah sore. Dia melihat tidak ada suaminya disamping nya.


"kemana mas Farel ya, kok gak ada" ujar Zeje yang mencari suaminya di dalam kamar mandi juga balkon kamar.


Zeje kemudian turun ke bawah, dan melihat mama mertuanya dan juga adik ipar nya yang sedang bersantai.

__ADS_1


"Ma..


"ya ada apa Ze? Kata mama menoleh


"apa mama melihat calon ayah dari anak ku?


"wiiiss diihh...kata katanya itu membuat hati ku bergetar" kata Sinta yang tiba-tiba muncul dibelakang Zeje.


"apaan sih Sin, kamu lihat mas Farel gak?


"gak, aku saja baru datang" jawab Sinta sambil berjalan menuju sofa.


"Farel ada di ruangan nya sepertinya sedang bekerja dari tadi dia gak keluar" jawab mama.


"aku kesana dulu ya ma" kata Zeje berlalu pergi menuju ruang kerja suami nya.


"ya, hati-hati jangan lari Ze, kamu sedang hamil" teriak mama yang melihat Zeje berjalan dengan cepat.


"dasar bucin" kata Sinta.


"bucin teriak bucin" kata Amanda membuat Sinta mendengus.


"biarin, iri bilang bos" kata Sinta membalas ucapan Amanda.


"idihhh..siapa yang iri" kata Amanda sambil mengunyah keripik nya.


"sudah jangan ribut, kalian ini kalau ketemu sudah seperti kucing dan tikus" kata mama menengahi kedua gadis itu.


"kucing dan anjing mama / tante " kata Amanda dan Sinta berbarengan.


Tok tok tok


Masuk"jawab Farel


"mas, sedang apa? Kata Zeje menongol kan kepala nya di balik pintu.


"masuk sayang"


Zeje melangkah mendekati suami nya "mas sedang sibuk ya?


"tidak, cuma mas hanya mengecek email saja, ada apa mencari mas? Kangen ya?


Zeje mengerucutkan bibir nya" aku dari tadi nyariin mas"


"kenapa nyariin mas, gemes deh lihat bibirnya? Kata Farel mencubit bibir istri nya.


"mas sakit, aku mau makan martabak telor buatan mas"


"ohh..mas kirain mau telor nya mas" kata Farel menggoda istrinya.


"emang mas punya telor, bisa dimakan gak? Tanya Zeje dengan wajah polos nya.


"bisa dong sayang, apa kamu mau mencoba? Kata Farel menaik turun kan alis nya.

__ADS_1


Emang mana telor nya mas, apa telor ayam nya masih di kandang?


"haha...sayang mana ada telor ayam" kata Farel tertawa mendengar ocehan istrinya.


"jadi telor nya dimana mas, aku sudah kepengen makan martabak telor"


"disini sayang kata Farel menunjuk bawah celana nya menggunakan mata nya"


Zeje pun mengikut arahan pandangan suami nya " massss...mesum deh. Kata Zeje yang sudah mengerti maksud suami nya.


"haha..sayang wajah mu merah,


"mas, kesel deh, kiraun tadi betulan punya ayam yang bertelor. Udah ah, cepat mas buat kan aku martabak telor.


"ya, ayo kita kedapur. Mas akan buat kan martabak telor yang banyak.


Mereka pun kedapur untuk membuat martabak telor. Farel segera menyiapkan bahan-bahan nya sedang kan Zeje hanya duduk melihat suami nya yang sedang memasak. Farel sangat lihat memotong bawang dan cabai.


"huumm...harum nya" kata Zeje menghirup aroma masakan suami nya.


"pasti dong, jawab Farel yang sedang mengangkat masakan nya dan memindahkan kedalam piring.


"tadaa..martabak telor nya sudah siap" kata Farel meletak kan piring dihadapan Zeje.


"mas, ini banyak banget"


"ini porsi jumbo sayang buat kamu dan calon anak kita, ayo di makan"


Zeje segera mengambil sendok dan garpu lau memakan makanan nya.


"mas ini enak banget, kata Zeje dengan mulut yang masih penuh.


"sayang pelan makan nya, kamu seperti tidak makan berhari hari" kata Farel melihat istri nya yang lahap.


"apa orang dirumah ini tidak memberi mu makan sewaktu mas kerja, biar mas marahi mereka".


"bukan aku yang lapar mas, tapi anak mu ini yang selalu minta makan" kata Zeje ngeles.


Farel sedikit membungkuk mengelus perut istri nya. "sayang, apa kamu tidak di beri makan oleh mama mu, sehingga kamu lapar?


"ya diberi makan lah mas, kalau gak gimana cara dia bisa besar di dalam perut aku?


"dia besar karena mas selalu memberi nya nutrisi setiap malam" kata Farel tersenyum menggoda istri nya.


"enak aja kalau ngomong, selalu benar" kata Zeje tertawa.


"sayang, awas keselek"


"ya mas, ini udah habis loh"


"cepat banget kamu makan nya sayang"


"iya dong, mas, aku mau kedepan bantu aku bangkit"

__ADS_1


Farel segera membantu istri nya itu menuju taman di depan.


Bersambung


__ADS_2