Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 55


__ADS_3

Malam yang telah ditentukan pun tiba, rombongan keluarga Wijaksana tiba dikediaman keluarga pak Risman. Mereka disambut oleh ayah dan ibu Zeje. Sedangkan Zeje masih di dalam kamar nya dia tidak menyadari bahwa keluarga Farel telah sampai.


"Selamat datang di kediaman kami pak Ardi"


"Terimakasih pak Risman telah menerima kehadiran kami".


"sama-sama pak, mari silahkan duduk.


Ibu Zeje pergi kedapur membuat minuman tak berselang lama ibu Siti pun tiba dengan nampan berisikan minuman dan kue yang di bawa Pasha.


"Silahkan diminum pak, buk" kata buk Siti.


"Terima kasih buk sudah merepotkan" jawab buk Sofi.


"Tidak apa apa buk, ini hanya minuman saja ala kadar nya. Karena kita juga tidak tahu kalau keluarga nak Farel akan datang, seperti nya Zeje lupa memberi tahu kami untung ada Randi yang memberitahu kan" jawab ibu Siti.


"Maaf ya buk, pak kedatangan kami ini juga mendadak, seperti nya Farel sudah tidak tahan membujang" kata pak Ardi.


Mereka semua tertawa mendengarkan penuturan pak Ardi membuat Farel salah tingkah.


"Begini pak Risman buk Siti, sebenarnya tujuan kami datang kesini ingin meminang putri kalian Zeje untuk anak kami Farel. Bagaimana pak, apa lamaran kami di terima? Tanya pak ardi.


"Saya sungguh bahagia pak, karena kalian mau berbesan dengan keluarga kami yang tidak setara dengan keluarga Wijaksana.


"Pak Risman, saya dan keluarga saya tidak pernah membedakan seseorang dari status sosial nya. Kami sudah menyukai Zeje sejak dia datang dalam keluarga kami. Saya dan istri saya sudah menganggap Zeje sebagai anak kami. Kami ikhlas dan tulus menjalin sebuah keluarga dengan keluarga pak Risman.


Bagai mana pak, apa lamaran kami diterima?


"Kalau kami menerima nya tapi kita tanyakan saja langsung pada Zeje. Buk panggil Zeje nya buk".


"Baik yah" jawab buk Siti bangkit dari duduk nya.


Tok tok tok


Masuk lah ibu Siti kedalam kamar Zeje. Ze, kamu kenapa belum keluar? Ayo ikut ibu ke depan orang yang mau lamar kamu sudah datang".


"Tapi buk, aku gak mau dengan anak teman ayah itu.


"Sudah kamu ikut ibu saja, nanti katakan sendiri kalau kamu tidak menerima lamaran nya.


Zeje pun akhirnya ikut kedeoan dimana tamu nya duduk. Zeje berjalan sambil menundukkan pandangan nya tidak mau melihat ke arah tamu tersebut.


"Zeje bagaimana, kamu mau kan menerima lamaran mereka? Kata Pak Risman.


"Maaf yah Zeje menolak lamaran ini" kata Zeje tanpa melihat sedikit pun kearah tamu itu.


"Mendengar jawaban Zeje keluarga Wijaksana terkesiap.


"Tapi kenapa nak? Tanya ibu Siti.


"Zeje tidak mencintai nya yah, maaf aku sudah memiliki cinta yang lain" jawab Zeje dengan pandangan ke bawah.


Ayah dan ibu Zeje tersenyum mendengar jawaban Zeje sementara Farel dan orang tua nya terdiam karena kaget.


"Ze, kamu yakin tidak menerima lamaran ini? Tanya ibu Siti.

__ADS_1


"Ya buk aku yakin". Jawab Zeje.


"Sayang" kata Farel membuat Zeje mendongak melihat ke arah Farel.


"Mas Farel, ujar Zeje kaget.


"Sayang, benar kau tidak mau menerima lamaran mas?


"Bu..bukan begitu mas. Ayah tadi ayah bilang kalau yang lamar Zeje itu anak dari teman ayah tapi sekarang kenapa ada keluarga Wijaksana? Tanya Zeje bingung.


"Ayah dan ibu hanya mengerjai kamu, habis kamu gak bilang sama kita kalau nak Farel dan keluarga nya mau datang buat melamar kamu. Untung ada kakak mu yang ngasi tahu ibu.


"Maaf buk, Zeje tadi ketiduran"kata Zeje.


"Jadi gimana nak Zeje apa kamu menerima lamaran Farel? Tanya Buk Sofi.


"Bismillah saya menerima lamaran mas Farel"jawab Zeje malu-malu.


"Alhamdulillah jawab mereka serentak.


"Jadi kapan kita adakan acara pertunangan mereka? Tanya pak Risman.


"Lebih cepat lebih baik, gimana kalau satu minggu lagi dari sekarang" jawab buk Sofi.


"Baik lah kami setuju, jadi kami bisa mempersiapkan semuanya dari sekarang" kata ayah Zeje.


" Pak Risman dan buk Siti tidak usah repot-repot semuanya sudah kami atur. Kita serah kan saja pada WO dan acara pertunangan nya akan di adakan di hotel keluarga Wijaksana. Tapi kalau ibu dan bapak mau lihat dan pilih tema nya seperti apa silahkan. Ujar buk Sofi.


"kami nurut saja buk, saya juga kurang ngerti yang gitu-gituan. Munkin Zeje mau memilih tema nya seperti apa"jawab buk Siti.


"Baik lah, Ze besok sepulang sekolah kamu datang kerumah ya. Kata buk Sofi.


"Tapi mulai besok kamu tidak kerja lagi"


"Jadi maksudnya aku dipecat ma?


"Ya karena bik jum sudah kembali, lagian calon mantu mama tidak munkin kan jadi pembantu dirumah sendiri.


"Kalo kak Zeje gak kerja lagi dirumah, kita gak bisa makan masakan nya lagi dong" kata Manda.


"Kamu tenang ja Manda, aku akan tetap masak kalau kamu mau, boleh kan ma?


"Boleh dong sayang, oh ya besan ni ada sedikit oleh-oleh dari kami.


"makasih ya buk" jawab buk Siti.


"Kalau begitu mari kita makan malam dulu sebagai tanda kita akan menjadi keluarga.


"Baik pak Risman kami setuju"kawab pak Ardi.


Mereka pun berjalan menuju meja makan. Semua makanan sudah terhidang.


"Wah..makanan nya banyak sekali" kata Manda.


"Ia ya, seperti nya ini semua sangat enak" kata buk Sofi.

__ADS_1


"Biasa saja besan, ini hanya makanan rumahan sederhana" jawab buk Siti.


"mari semianya makan jangan sungkan ya.


Mereka pun makan dengan lahap karena masakan buk Siti sangat enak seperti masakan restoran sehingga bakat memasak nya menurun ke anak gadis nya.


"Masakan ibu sangat enak pantesan aja kak Zeje jago masak. Kalau kak Zeje yang masak, kak Farel jadi banyak makan nya.


"Manda" kata Farel pelan dan menatap tajam adik nya.


"Sudah deh kak, gak usah menatap aku kayak gitu. Memang betulkan yang aku bilang.


Semua yang ada di meja makan tertawa mendengat pengakuan Manda.


"Sudah Manda jangan goda kakak mu seperti itu, ayo lanjut makan nya"


"Ya deh ma".


Malam semakin larut keluarga Wijaksana berpamitan untuk pulang.


Pagi itu seperti biasa nya kedua keluarga itu disibukan dengan rutinitas mereka. Pagi ini Zeje di antar kakak nya pergi ke kampus.


"Makasih kakak ku yang ganteng, gak mau turun dulu nyamperi pacar baru.


"Sudah sana turun cepat nanti kakak telat.


"Lihat tuh kak, Sinta datang kesini" kata Zeje menunjuk kearah Sinta.


Randi yang melihat nya hanya diam saja.


"Hai Mas, apa kabar? Kata Sinta melambaikan tangan nya kearah Randi.


"Baik, kamu apa kabar?


"Baik mas" jawab Sinta malu-malu.


"Sudah lah Sin, gak usah malu-malu gitu yang ada kamu tuh malu maluin. Kata Zeje membuat Sinta cemberut.


"Udah yuk kita masuk" kata Zeje menarik Sinta.


"Dasar adik ipar luknut lo Ze" kata Sinta kesal. Oh ya Ze gue dengar keluarga Farel datang melamar lo tadi malam?


"Ya, seminggu lagi kita akan bertunangan"


"Wah...selamat ya, gue doain semoga acara nya berjalan lancar.


"Aamiin...makasih ya".


"Tapi lo bantu gue dong buat dekati kakak lo.


"ogah, lo usaha sendiri lah".


"Dasar lo teman gak setia"


"biarin saja, usaha sendiri kalau mau dapat hasil yang sempurna".

__ADS_1


"Gue akan buktiin kalau gue bisa dapatin hati kakak lo. Kata Sinta yang masuk kedalam ruang kelas nya meninggalkan Zeje dibelakang.


Bersambung..


__ADS_2