
Sementara di kediaman Wijaksana terjadi kericuhan yang dibuat Amanda.
"Aduh..manda,cepatan sedikit dong, mama sudah gak sabar nih kamu mau ikut gak?
"ya ma, bentar. Emang nya kita mau kemana sih pakai naik pesawat segala?
"kita mau menemui Sinta dan Zeje"
"Ma itu jauh banget ma, ngapain juga kita kesana? Manda gak mau ikut ah bosan nanti Manda disana.
"kamu benaran gak mau ikut?
"ya mama saja pergi nya sama papa.
"yakin, kamu gak mau bertemu dengan kakak mu.
" bosan Manda lihat kak Sinta, ntar kita kok ketemu berantem mulu.
"ini bukan Sinta tapi kakak mu Farel yakin gak mau ikut?
"gak. Apa kak Farel? Kata Manda terkesiap
"ya Farel kakak kamu ada ditempat Sinta kkn.
"mama gak bercanda kan?
"gak, mama sudah vidio call tadi dengan kakak kamu.
"oke, bentar ma Manda bersiap dulu. Kata Manda dan berlari menuju kamar nya.
Satu jam kemudian mereka sampai di bendara, keluarga Wijaksana berangkat dengan menggunakan pesawat pribadi mereka. Tak lupa Andri juga ikut dengan mereka.
Sesangkan ditempat kakek Deso, Zeje menelpon keluarga nya mengabarkan kalau Farel sudah ketemu.
"Assalamu'alaikum kak, "
"Wa'alaikumsalam Ze, ada apa kamu nelpon kakak.
"Kak, aku asa kabar behagia kak"
"apa kamu dapat cowok ganteng disana?
"Ya kak" jawab Zeje sumringah.
"Sayang,apa kamu punya pacar baru disini? Kata Farel cemburu.
"Ze, sepertinya kakak mendengar suara yang sudah lama kakak rindukan.
"Ya, kakak tidak salah dengar"
"maksud kamu apa Ze?
"nih lihat sendiri" kata Zeje memberikan ponselnya pada Farel.
"Hay kakak ipar apa kabar? Kata Farel.
"Farel, ini benaran kamu? Kenapa kamu tidak pulang?
"Maaf kak, aku sempat hilang ingatan selama setahun ini, dan aku koma selama tiga bulan. Beruntung aku bertemu dengan calon istri ku disini sehingga perlahan ingatan ku kembali.
"Syukur lah, kamu tahu gak, selama kamu menghilang, Zeje sangat menjadi pendiam kerjaan nya cuma melihat taman yang kau buatkan dulu.
"Kakak, jangan buka aib deh"
"itu bukan aib tapi kebenaran. Apa orang tua Farel sudah mengetahui nya Ze?
"Sudah kak, mereka bentar lagi sampai bersama Andri. Udah dulu ya kak. Salam buat ayah dan ibu.
__ADS_1
"Ya, nanti kakak sampai kan kabar bahagia ini. Kalian jaga kesehatan disana ya"
"Ya kak" jawab Zeje dan menutup ponsel nya.
Dirumah kakek Deso mereka semua berkumpul menunggu kedatangan prang tua Farel.
"Jadi kalian semua ini sengaja kkn di desa ini? Tanya nenek Deso.
"ya nek, kami berharap bisa bertemu dengan kak Farel"Jawab Sinta.
"Diantara kalian bertiga siapa yang calon istri nya nak Farel.
"Saya nek" jawab Zeje tersenyum
"Kamu cantik sekali nak, nenek bisa lihat kamu itu tulus orang nya.
"Makasih nek pujian nya"ujar Zeje
"itu bukan pujian tapi nenek bisa membaca aura seseorang hanya dengan melihat wajahnya" ucap nenek melihat mereka satu persatu.
"Kamu siapa nama nya" tanya nenek pada Seno.
"saya Seno nek"
Nenek memandang wajah Seno " nenek tahu kamu menyukai gadis ini kan? Kata nenek menunjuk Seno.
Semua mata melihat kearah Seno.
"Berani kamu ya dekati tunangan aku" kata Farel menatap tajam Seno.
"santai bos, itu dulu sebelum gue tahu dia punya tunangan, tapi sekarang gak lagi, gue bukan pebinor" kata Seno dengan santai.
"Assalamu'alaikum"
Sepertinya ada yang datang, biar aku yang lihat" kata Sinta bangkit dari duduk nya.
"Tante, om, kalian sudah sampai.
"Ya sayang, dimana Farel?
"Dia ada didalam tan bersama yang lain, mari masuk"
Mereka masuk kedalam menemui yang lain nya.
"Farel" kata Mama Sofi.
"Mama,papa" kata Farel lalu bangkit dari duduk nya memeluk kedua orangtua nya yang sudah dia rindukan.
"Sayang, kamu kurusan ya, apa kamu sehat sayang? Tanya mama sambil mengusap air matanya.
"aku sehat ma, berkat nenek dan kakek Deso. Mereka berdua merawat aku seperti anak nya sendiri.
"papa, apa kabar pa?
"papa sehat bahkan sangat sehat setelah bertemu kamu" kata papa memeluk Farel.
"kakak, apa kakak sudah melupakan aku? Kata Amanda yang berdiri disamping Andri.
"mana munkin kakak melupakan adik kakak yang cerewet ini.
"kakak, aku rindu dengan kakak" Manda langsung menubruk dada kakak nya dan memeluk Farel dengan erat.
Sungguh pemandangan yang mengharukan semua yang ada disana menangis bahagia.
"Andri, apa kamu tidak merindukan bos mu ini. Kata Farel menatap Andri dengan tajam.
"Bos, kau juga mengingat diri ku? Kata Andri terharu.
__ADS_1
"kenapa kau cengeng sekali? Apa selama aku tidak ada kau juga menangis seperti ini. Kalau kau cengeng siapa wanita yang akan mau dengan mu?
"Bos, kau banyak bicara sekarang, apa setelah amnesia kau jadi cerewet.
"Kau...mau mati" kata Farel menatap Andri.
"tidak bos, aku hanya bercanda, sini bos peluk aku"
Melihat bos dan asisten itu membuat mereka bahagia seperti ada tontonan gratis.
"Nenek, kakek, terima kasih ya kalian sudah menyelamatkan anak kami"
"Ya tuan, itu adalah salah satu jalan takdir yang sudah digariskan Allah.
"jangan panggil saya tuan kek, panggil saja Ardi dan ini istri saya namanya Sofi.
"Baik lah nak Ardi. Kami senang akhirnya Farel bisa bertemu dengan keluarganya.
"kek, sebagai ucapan terima kasih kami, kami harap kakek mau menerima oleh oleh dari kami. Ini tidak seberapa dibandingkan jasa dan kebaikan kakek dan nenek yang sudah merawat Farel. Andri bawa masuk semuanya.
"Baik tuan" kata Andri lalu menarik Seno untuk membantunya.
Mereka membawa begitu banyak sembako untuk keluarga kakek Deso.
"Nak Ardi, ini sangat banyak. Kami hanya berdua yang tinggal dirumah ini"
"tidak apa nek, kalau nenek merasa ini kebanyakan, nenek bisa bagi-bagi rezeki dengan tetangga" kata mama Sofi.
"ya nek, jadi kita bisa saling berbagi.
"Ma, pa kita samapi kapan disini? Tanya Manda.
"kemunkinan kita pulang besok, kenapa emangnya Manda?
"Aku masih mau disini ma dengan kak Zeje dan yang lain nya, mau menikmati suasana desa.
"ya kamu boleh tinggal disini sampai mereka selesai kkn.
"asiikk..bearti aku punya waktu satu minggu lagi dong.
"Farel gimana dengan kamu apa kamu mau ikut pulang? Kamu harus melakukan pemeriksaan lanjutan dirumah sakit nak.
Farel melihat Zeje, Zeje menganggukan kepalanya.
"Sayang, kamu tidak keberatankan mas tinggal dulu. Setelah melakukan pemeriksaan mas akan jemput kamu disini.
"ya mas, mas pulang saja dengan mama dan papa, aku juga khawatir kalau mas tidak melakukan pemeriksaan kerumah sakit.
"Baiklah ma, aku ikut kalian pulang,setelah melakukan berbagai pemeriksaan, aku akan kesini lagi menjemput mereka semua. Bagai mana pun berkat mereka aku bisa mengingat semuanya, dan bisa bertemu kalian lagi.
Mama dan papa hanya mengangguk tersenyum tanda setuju.
"Kakek, nenek, kalian tidak keberatankan kalau aku ikut mama dan papa pulang?
"Kami tidak keberatan nak, kamu juga punya keluarga pulanglah dengan mereka.
"kakek, nenek kalian mau kan ikut dengan kami kekota. Kami sangat senang jika kalian berdua ikut dengan kami.
"Nak, kalau kami ikut bagaimana dengan rumah kami ini jika kami tinggal?
"kakek dan nenek bisa cari orang untuk menjaga rumah ini, kami yang akan membayar upah nya.
"Kami pikirkan dulu ya nak Sofi.
"Ya nek, kalau kalian bersedia ikut besok sore kita akan berangkat.
Bersambung..
__ADS_1