Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 64


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, hari ini adalah hari dimana acara pertunangan Zeje dan Farel akan berlangsung.


Zeje sedang berada di kamar hotel tempat acara pertunangan mereka di gelar.


"Wah...ternyata kau begitu cantik Ze" kata Sinta saat memasuki kamar Zeje.


"Aku emang sudah cantik sejak lahir.


"Ini yang gue suka daribmu Ze, narsis mu gak pernah hilang" ujar Rani.


"hahaha...kalian juga sangat cantik" kata Zeje.


"Aku sangat gugup guys, jantung ku dari tadi memacu dengan cepat.


"Santai saja lagi Ze, lebih gugup saat lo unboxing dimalam pengantin" ujar Rani.


Plak


"Auww...sakit tau Sin"


"emang lu udah pernah unboxing duluan" kata Sinta.


"Gak sih, hanya dengar kata orang".


Tok tok tok


"Ze, ayo turun acara sudah dimulai" kata Randi.


"Ganteng aku kapan dilamar? Kata Sinta menggoda Randi.


Randi hanya tersenyum menanggapi omongan Sinta. Dia lalu keluar dari kamar menuju tempat acara.


"senyum mu membuat aku tak bisa tidur"


"jangan kebanyakan menghayal, ntar jatuh sakit tau" kata Zeje menarik tangan Sinta.


Mereka keluar kamar menuju ruangan tempat acara. Zeje di apit oleh dua teman nya, semua mata tamu undangan tertuju pada mereka. Terutama Zeje dia jadi pusat perhatian malam ini. Zeje menggunakan gaun yang senada dengan Farel. Mereka pasangan yang serasi dan cocok itu lah kata para tamu undangan.


Mc pun memulai acara nya, tuan Ardi memberi kata sambutan dan ucapan terima kasih kepada para tamu dan terutama para kolega bisnis yang sudah mau hadir. Acara tukar cincin pun berlangsung, para wartawan tidak mau ketinggalan informasi, mereka mengambil gambar kedua pasangan yang sedang berbahagia. Bahkan cincin pertunangan mereka jadi topik pembicaraan.


"Wah...lihat cincin nya sangat indah dan berkilau"


"Ya, tunangan saja udah semewah ini bagaimana kalau mereka menikah?


"Benar, aku tidak akan melewatkan kesempatan kalau aku dapat undangan pernikahan mereka.


Begitulah obrolan tamu yang hadir.


Zeje tidak mengundang teman kuliah nya, karena dia tidak ingin membuat teman kampus nya menjadi panas dan histeris.


"sayang kau sunggub cantik" ujar Farel.


"mas juga tampan, aku bahkan merasa cemburu"

__ADS_1


"Sayang kenapa kau cemburu dengan mas?


"Lihat banyak para wanita muda bahkan yang tua memuji ketampanan mas" kata Zeje cemberut.


Farel tersenyum mendengar ungkapan hati Zeje.


"Mas senang kalau kau cemburu, itu tandanya kau sangat mencintai mas, tapi mas juga cemburu melihat kau cantik malam ini.


"kenapa?


"Banyak mata lelaki yang menatap mu penuh na**su" kata Farel mengedipkan sebelah matanya.


"Ini bukan salah ku, tapi ini salah mua nya yang merias aku menjadi seperti ini.


"Zeje, selamat ya"


"Rayen, kau juga ada disini? Ujar Zeje kaget.


"ya, aku datang dengan orang tua ku. Selamat ya, aku tunggu undangan pernikahan kalian"


"Ya , makasih ya" jawab Zeje.


Rayen tersenyum dan turun dari panggung tempat Zeje dan Farel berdiri.


Aku terlambat untuk menyatakan nya, aku memang pengecut tidak berani menyatakan perasaan ku pada mu Ze, semoga kau bahagia dengan pilihan mu" batin Rayen sendu.


Berbeda dengan Sinta yang selalu menempel dengan Randi. Sinta punya banyak cara agar selalu tetap didekat Randi.


"Sinta apa kau tidak ada kegiatan yang lain?


"Tapi tidak harus juga selalu menempel dengan ku" kata Randi.


"Baik lah kalau mas Ramdi tidak suka dengan diri ku, aku akan pergi" kata Sinta melangkah menjauh dari Randi.


Randi jadi serba salah, dia tidak berniat mengusir Sinta tapi dia juga harus menemui beberapa rekan bisnis nya. Setelah selesai berbincang dengan rekan bisnis nya, Randi berniat mencari Sinta dan meminta maaf.


"Kemana dia pergi dari tadi aku sudah berputar di ruangan ini tapi dia tidak ada. Apa munkin dia keluar" batin Randi terus berjalan keluar mencari Sinta.


Akhirnya Randi menemukan Sinta di taman yang berada dihotel tersebut.


"Ternyata kau ada disini, aku sudah mencari mu dari tadi".


"Untuk apa kau mencari ku, biar kan aku sendiri temui lah Teman-teman mu didalam.


"Maaf, aku tidak bermaksud mengusir mu" kata Randi membalik kan tubuh Sinta.


"Tidak perlu meminta maaf aku yang salah. Aku akan berusaha pergi dari diri mu jika itu yang kau mau".


Sinta berbalik meninggalkan Randi, dia sudah bertekad tak akan mengejar cinta Randi lagi. Saat akan melangkah tangan nya Sinta ditahan Randi.


"Jangan pergi, teruslah disampingku" ujar Randi.


"Tidak mas, aku tak ingin menjadi wanita bodoh yang terus mengharap kan cinta seseorang, perjuangan ku sudah sampai akhir. Sinta menepis tangan Randi lalu kembali melangkah.

__ADS_1


Randi mengejar Sinta saat Sinta sudah mulai menjauh.


Greepp


"Jangan pergi,aku tidak ingin kehilangan cinta mu" kata Randi yang memeluk Sinta dari belakang.


"Lepas mas, nanti ada yang lihat"


"Biarkan saja mereka melihat nya, aku sedang memeluk kekasih ku".


"maksud mas"tanya Sinta berbalik menghadap Randi".


"Sebenarnya aku juga mencintai mu Sinta, tapi aku terlalu takut untuk mengatakan nya.


"apa? Mas juga mencintai ku?"


"Ya, apa kau mau jadi pacar ku?"


Sinta mengangguk "ya mas aku mau".


"Jadi malam ini kita resmi pacarankan?


Sinta dan Randi kembali masuk ketempat acara, Zeje yang melihat mereka datang saling bergandengan menjadi heran. Dia langsung menghampiri dua sejoli yang baru jadian itu.


"Kalian, apa maksud nya ini?


"Kita baru saja jadian, jawab Sinta.


"serius, kalian pacaran?


Sinta mengangguk dan Randi hanya tersenyum.


"Selamat ya, akhirnya teman aku ini udah gak jomblo"


"Ya dong" jawab Sinta.


"tunggu, dimana Rani, kenapa aku gak lihat dia dari tadi" tanya Zeje.


"Ya ya , aku juga gak ada lihat Ze"


Sementara Rani sedang berada di bar lantai atas hotel tersebut. Dia mengikuti Kevin diam-diam yang sedang bertemu teman nya.


"Mas, minum nya satu" kata Rani.


"Tapi mbak, ini minuman beralkohol"


"Ya, saya tahu berikan saya minuman nya.


Rani meneguk minuman itu perlahan hingga menghabiskan tiga gelas minuman beralkohol itu sehingga Rani pun menjadi mabuk.


"ah, ternyata sudah tengah malam, munkin acara nya sudah selesai" ujar Rani bicara sendiri. Aku harus kembali kesana. Kata Rani bangkit dati duduk nya dan berjalan keluar dari dalam bar.


Kevin yang melihat Rani dari kejauhan segera bangkit dari duduk nya.

__ADS_1


"bukan nya itu Rani, teman nya Zeje. Kenapa dia ada disini, apa dia mabuk? Batin Kevin.


Bersambung.


__ADS_2