Kepentok Cinta Pembantu Ku.

Kepentok Cinta Pembantu Ku.
part 82


__ADS_3

Zeje dan pria yang dicari itu pun berjalan menuju mobil mereka. Tanpa rasa curiga pria itu mendekati mobil. Disaat pria itu mendekat, Farel dan Andri sudah bersiap-siap ingin melumpuhkan nya. Pria itu membuka kap mobil dan memeriksanya, saat dia asik dengan kerjaan nya Farel dan Andri datang dari samping mobil dan memukul belakang pria itu sehingga pria tersebut pingsan.


Kedua pria itu langsung membopong pria yang pingsan itu kedalam mobil dan mengikat nya. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan nya menuju desa. Saat di pertengahan perjalanan pria itu bangun dan dia sangat kaget melihat tubuh nya yang sudah diikat.


"Siapa kalian, kenapa kalian mengikat ku, aku akan laporkan kalian kekantor polisi" kata pria itu mengancam Farel dan yang lain nya.


Farel menepikan mobil nya


"Andri lihatkan vidio itu" ujar Farel kepada Andri yang duduk disebelah pria itu.


"Baik bos" jawab Andri membuat pria itu heran.


"Kami tidak mau basa basi, jelaskan maksud dari vidio ini" ujar Andri dengan wajah yang menyeramkan penuh dengan amarah.


Pria itu memperhatikan vidio itu, raut wajah nya berubah ya g tadi garang sekarang menciut tak bernyali.


"Jawab" kata Farel membentak pria itu. Membuat yang lain nya juga ikut terkejut.


"Mas, sabar jangan marah marah" kata Zeje menenangkan Farel dengan mengelus tangan Farel.


"Maaf sayan sudah membuat mu kaget"


"Tidak apa mas"


"Bisa anda jelaskan apa maksud anda merusak rem mobil itu? Kata Zeje dengan nada yang lembut.


Pria itu memandang Zeje "maaf saya hanya dibayar seseorang"


"Siapa yang sudah menyuruhmu untuk mencelakai bos saya?


"saya tidak tahu, tapi saya hanya diperintahkan anak buah nya"


"Jangan berbohong, kami sudah punya bukti kejahatan mu kau akan membusuk dipenjara" kata Andri.


"tolong jangan masukkan saya kepenjara, kasihanilah saya dan keluarga saya.


"Kalau kau tidak mau bekerja sama kau akan menanggung akibat nya" ujar Farel.


"Baik, baik saya akan memberi tahu kalian"


"Katakan siapa bos mu?


"saya pernah dengar kalau orang menyuruh saya itu, bos nya ada dipenjara.


"dipenjara?" kata Farel


"Ya bos mereka ada dipenjara, dia dijebloskan kepenjara karena berusaha membunuh keluarga Wijaksana, tapu sumpah saya tidak pernah bertemu dengan nya.

__ADS_1


"Apa kamu tahu siapa nama bos mereka?


"nama nya Baskoro"


"Kurang ajar, sudah dipenjara masih berani bermain-main dengan diriku" ujar Farel geram.


"Kenapa kamu mau disuruh oleh anak buah nya untuk merusak rem mobil itu? Ujar Andri.


"Saya terpaksa saat itu saya butuh uang untuk biaya persalinan istri saya.


"Apa kamu kenal dengan anak buah Baskoro itu?


"Ya, dia satu kampung dengan saya.


"bagus, kalau kau mau berkata jujur dikantor polisi kau akan kami jamin keselamatan mu.


"Tapi siapa kalian sebenarnya?


"Aku adalah orang yang mobil nya kau rusak sehingga mengalami kecelakaan satu tahun yang lalu itu dan masuk jurang" ujar Farel menatap tajam pria itu.


"Apa, jadi kau adalah pewaris Wijaksana itu? Tanya pria tersebut dengan wajah yang kaget.


"Ya, Andri sekarang kita kekantor polisi. Aku ingin masalah ini cepat selesai.


"baik bos, tapi bagaimana dengan Baskoro?


"Andri ayo jalan" kata Farel yang masuh menatap ponselnya.


"Bos, bukan nya kau yang menyetir" kata Andri.


"Kau..


"Mas, ayo jalan jangan marah marah mulu" ujar Zeje tersenyum menatap Farel.


"maaf sayang, ucap Farel lalu menjalankan mobil menuju kantor polisi.


Sesampainya dikantor polisi mereka masuk kedalam dan membuat laporan tentang kecelakaan satu tahun yang lalu.


Polisi yang pernah menangani kasus kecelakaan itu nampak terkejut melihat Farel yang masih hidup dan berdiri di hadapan nya. Beruntung pria itu mau berkata jujur saat di introgasi oleh petugas,dan dia juga memberi tahu alamat anak buah Baskoro itu. Sore itu juga polisi langsung menuju lokasi tempat tinggal anak buah Baskoro. Farel, Zeje dan Andri tidak mau kehilangan kesempatan mereka ikut melakukakn penyergapan.


Satu jam kemudian polisi sampai di lokasi tujuan, pria itu memberi tahu rumah nya.


Beberapa petugas polisi yang memakai baju biasa turun dari mobil. Mereka mengetuk pintu rumah anak buah Baskoro.


Tok tok tok


"permisi apa benar ini rumah pak Amran? Kata petugas polisi.

__ADS_1


"ya saya sendiri, bapak bapak ini siapa ya?


"kami dari kantor kepolisian membawa surat perintah penangkapan anda".


"Tapi pak apa kesalahan saya?


"anda bersekongkol dengan Baskoro untuk membunuh pak Farel Wijaksana".


"pak munkin kalian salah menerima berita, saya tidak tahu menahu tentang pembunuhan itu.


"sebaik nya anda jelaskan dikantor polisi, borgol dia" kata polisi tersebut memerintah bawahan nya.


Anak buah Baskoro itu memberontak dan mencoba melarikan diri, tapi polisi berhasil mengaman kan nya.


Farel keluar dari mobil nya dan menemui kaki tangan Baskoro itu.


"Kau, bukan nya kau adalah mata-mata yang pernah bekerja dikantor ku" kata Farel kaget.


"wah..ternyata anda masih hidup pak Farel, dan ingatan anda sangat kuat.


"jadi selama ini kau menghilang dan tinggal disini. Kenapa kau lakukan ini semua?


"karena aku benci dan dendam dengan mu. Karena kau dan asisten sialan mu itu aku kehilangan pekerjaan dan tidak diterima di perusahaan mana pun" kata pria itu menatap penuh dendam kepada Farel dan Andri.


"tapi kenapa nama mu bisa berubah bukan kah nama mu..


"ya aku merubah nama ku agar kau tidak tahu keberadaan ku. Saat aku mendengar kau menginap dihotel itu, aku dan Baskoro merencanakan semuanya" kata Amran tertawa puas seperti orang yang kehilangan akal.


"Pak polisi bawa dia, aku serahkan semuanya pada kalian"ujar Farel.


"Tak ku sangka ternyata dendam bisa membuat seseorang buta seperti cinta yang membuat bos bisa jadi bucin" gumam Andri pelan tapi masih bisa didengar Zeje dan Farel.


"Andri.." kata Farel menatap tajam Andri.


"hehe...maaf bos"


"cepat lah cari pasangan agar kau bisa merasakan bagai mana rasanya jadi budak cinta" ujar Farel.


Zeje yang mendengar nya ikut tersipu malu.


Mereka mengikuti mobil polisi yang membawa tersangka kekantor polisi. Farel berharap dia bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Sesampainya di kantor polisi, tersangka di introgasi dan dia mengakui semua perbuatan nya.


"Apa kah anda tidak menyesal atas perbuatan anda?" kata polisi tersebut


"tidak, saya tidak menyesal melakukan nya. yang saya sesalkan kenapa dia tidak lenyap dari muka bumi ini kenapa dia harus selamat? "Aarrggghh...teriak pria itu yang dipanggil dengan nama Amran.


"Karena Tuhan tahu mana yang salah dan mana yang benar" ujar petugas kepolisian itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2