Kisah Yang Belum Usai

Kisah Yang Belum Usai
Ceraikan Aku!


__ADS_3

...BAB 25...


...Ceraikan Aku!...


Dika terus menyahut dan menggedor pintu dengan kencang dari luar kamar. Berharap Vira akan membukanya dan mendengarkannya bicara. Namun tetap tak ada jawaban dari Vira sehingga membuatnya sangat kesal dan marah. Tak ada cara lain untuk memaksa Vira membuka pintunya, selain Dika membukanya sendiri dengan paksa. Dika pun buru-buru pergi ke belakang, mengambil obeng di lemari dekat gudang, terpaksa dia harus membobol lubang kuncinya.


Bruaaaak


Dika mendobrak kasar pintu itu hingga terbuka lebar. Vira terlonjak kaget karenanya. Dahinya berkerut seraya memincingkan mata ke arah suaminya. Dika melangkah cepat mendekati Vira dengan nafasnya tersengal berat.


"Kenapa kau tak mendengar perkataanku dulu, kau malah mengunci dan mengurung dirimu di kamar! Apa kau tidak bisa sedikitpun menghargai suamimu untuk bicara?! hah!" pekiknya, berusaha menahan amarahnya, yang sudah naik ke ubun-ubun.


Wajahnya memerah padam, kedua netranya menyorot tajam ke arah Vira. Ini kali pertamanya Dika memarahi Vira selama dalam pernikahan mereka.


Bukannya takut namun Vira malah tersenyum miris melihat kelakuan Dika, seharusnya dialah yang marah di sini. Bukannya Dika.


"Apa katamu. Menghargai?" Vira tersenyum mengejek. Lantas dia berdiri menghadap Dika walau badan terasa letih, dengan maniknya yang tak lepas dari menatap wajah suaminya yang sok tidak berdosa itu.


"Lalu, lalu apa yang kau katakan tadi di depan kekasih gelapmu itu, Heh?! Apa itu juga termasuk kau sebut menghargai?! Kau katakan padanya kalau aku ini adalah Tantemu dan bukan Istrimu sendiri!" sindirnya tertawa sumbang. "Kaulah yang tak pernah menghargai aku sebagai istrimu, Mas!" spontan Vira mendorong tubuh Dika kencang hingga terjatuh ke ranjang.


"Kau itu pembohong besar! Kau sudah bohongi aku dan juga dia! Begitu bodohnya diri ini yang terus mempercayai semua perkataanmu, Mas!" sentaknya lagi dengan menahan isakan yang sesak di dalam dadanya.


Vira menggeleng sambil berurai air mata, ia tak peduli lagi dengan rasa tak hormatnya pada suaminya. Dari sejak menjalin hubungannya dengan Vicky, Vira memang paling benci jika dirinya di bohongi. Dulu pun ketika menjalin hubungan dengan Vicky, Pria itu tak pernah terus terang padanya soal dia yang akan di jodohkan oleh orangtuanya. Vira merasa, dirinya adalah wanita paling bodoh di dunia ini. Sudah di bohongi dua lelaki dalam hidupnya. Kini suaminya pun dengan tega, telah menyembunyikan statusnya yang sudah menikah dengan Vira. Demi untuk mempertahankan hubungannya dengan wanita simpanannya tersebut.


Dika memenjamkan matanya sejenak, sebelum dia kembali menatap Vira. Menarik dalam-dalam nafasnya, lalu perlahan mengeluarkannya.

__ADS_1


"Baiklah, sebelumnya aku meminta maaf padamu..." Dika kembali berdiri dan menatap sendu istrinya. "Ya, aku akui... Aku memang salah sudah membohongimu selama ini. Tapi asal kamu tahu, Vira. Sindy memang kekasihku, dan sebelum aku menikahimu. Kami memang sudah pacaran sejak lama." ungkapnya dengan tak ada beban di hatinya, Dika akhirnya berterus terang mengakuinya. "Dan aku sangat mencintainya..." ungkapnya lagi tanpa ada rasa gamang di hati.


Vira terhenyak mendengarnya. Hatinya berdesir kembali nyeri, membuat kedua netranya kembali memerah panas dan berkaca-kaca. Tubuhnya mendadak lemas dan nyaris saja terjatuh mundur, namun dengan sigap ia segera menyenderkan punggungnya di dinding kamar.


"Ke-kenapa kau baru katakan itu padaku sekarang, Mas?!" tanyanya dengan suara lirihnya. Vira menggeleng kepalanya cepat, tatapannya nanar padanya, air matanya terus berlinangan. "Kalau memang dia kekasihmu dan kau sangat mencintainya, kenapa tak kau nikahi dia dulu, dan kenapa kau malah menikahi aku, Mas Dika?!" isaknya, Vira pelan melangkah maju, lalu mendorong lagi dan memukul-mukul kencang dada lebarnya Dika.


"Katakan padaku! Kenapa kau menikahiku!" sentaknya lagi. Dika menggenggam kedua tangan Vira, menghentikan gerak tangan istrinya, tatapannya getir pada wajah Vira yang sudah berurai air mata.


"Dengarkan aku Vira, aku menikahimu karena keinginan Mamaku. Kau tahu Mamaku sangat menyayangimu. Bukankah Mama dan Ibumu adalah sahabat dekat." jelasnya.


Vira menggelengkan kepalanya lagi, baginya itu bukanlah alasan yang masuk di akal.


"Bukan, bukan itu alasan yang ingin aku dengar darimu Mas! Kalau memang pernikahan ini adalah keinginan Mamamu, lalu kenapa kau tak menolaknya saja dari dulu dan katakan pada orangtuamu saat itu kau sudah punya kekasih! Apakah itu begitu sulit bagimu?! Hah" timpalnya, Vira kembali terisak menahan rasa sakit.


"Lalu sekarang, setelah dia selesai dengan kuliahnya, apa kau ingin menikahinya begitu?" sela Vira, kembali menatap tajam manik Dika.


Dika menyunggingkan senyumnya tipis. "Iya, tentu saja, aku akan menikahinya! Sesuai dengan janjiku dulu padanya..." ucapnya mengangguk tertunduk.


Sontak Vira terbelalak, mendadak kepalanya berdenyut sakit. Vira terkulai lemah, tubuhnya merosot ke lantai.


"Kau ingin menikahinya lalu, lalu aku?! Bagaimana denganku? Apa kau tidak peduli dengan perasaanku Mas?" lirihnya.


"Jangan khawatirkan soal itu kamu tetap jadi istriku, Vira.. Aku akan tetap menafkahimu. Asalkan kau berjanji padaku jangan memberitahukan Sindy tentang siapa dirimu. Bantu aku bicara pada orangtuaku. Bekerja samalah denganku. Aku pasti penuhi semua keinginanmu." sahut Dika.


Sontak Vira mendongak, tatapannya bertambah getir. "Tidak, aku tidak bisa Mas.. Maafkan aku aku lebih baik mundur, dari pada harus menutupi siapa aku sebenarnya dari kekasihmu itu! Kalau kau lebih berat mencintainya daripada menjaga perasaanku. Lebih baik kita pisah saja, Mas. Ceraikan aku sekarang juga... Aku tidak apa-apa. Aku ikhlaskan kamu dengannya." tegasnya. Vira kembali bangkit walau tertatih. Lalu dia berjalan, membuka lemari dan mengambil kopernya di dalam lemari paling bawah.

__ADS_1


"Apa katamu?!" Dika kembali tercengang dengan permintaan Vira yang tiba-tiba. Dia semakin kelabakan ketika dengan nekadnya Vira tiba-tiba menggeser kopernya keluar, membukanya dan memasukan pakaian-pakaiannya yang ada di dalam lemari.


"Apa yang kau lakukan? Vira, Vira?!" sentaknya seraya menarik tangan Vira ke arahnya, menghentikan yang dia lakukan, sehingga wajah mereka sangat berdekatan


"Lepaskan aku Mas! Aku akan tinggal bersama Irfan! Kau tidak perlu lagi menahanku di sini! Jika kau ingin menikahi dia, nikahi saja dia. Tapi ceraikan aku hari ini juga!"


Dika menggeleng cepat. "Tidak! Tidak segampang itu. Aku tidak akan pernah menceraikanmu! Walaupun mungkin ini tak adil bagimu. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini Vira!" sentaknya. Dika sangat kalut dengan keputusan Vira yang tiba-tiba.


Vira lekas melepas kasar tangan Dika. "Aku akan tetap pergi dari sini!" kecamnya menatap lagi tajam manik suaminya, Vira lalu melanjutkan lagi memasuki pakaiannya ke dalam koper tak memperdulikan Dika yang mencegahnya.


"Hentikan kataku! Kembalikan itu semua pada tempatnya." Dika kembali marah dan mendekap tubuh Vira dari belakang. Memangku lalu melempar istrinya ke atas ranjang, dengan cepat ia memasuki lagi semua pakaian Vira ke dalam lemari walau berantakan dan tak tersusun rapi. Setelahnya di lemparnya koper itu keluar balkon kamar.


Setelah melakukannya, Dika menghela nafasnya dalam-dalam lalu menoleh lagi pada Vira yang wajahnya sudah bersimbah air mata.


"Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku! Walau nanti aku akan menikahi Sindy, tapi percayalah aku pasti akan tetap bersikap adil padamu. Maaf jika aku egois, tapi aku harus tetap menyembunyikan identitasmu padanya. Aku sudah terlanjur menyayangimu dan aku tidak mau ada kata perpisahan di antara kita berdua..." ucapnya menatap sendu wajah istrinya.


"Aku membencimu Mas, aku membencimu!!" teriaknya penuh kekesalan. Dika pun berbalik dan melangkah keluar, tak peduli dengan perkataan istrinya. Meninggalkan Vira di dalam kamarnya sendiri. Lalu dia pergi keluar apartemennya setelah menguncinya rapat.


Bersambung...


...****...


Terimakasih readers yang sudah menunggu kelanjutan ceritanya. Maaf dua hari ini saya telat update. karena dua anakku sedang sakit panas. Mohon doanya ya, agar kedua anakku cepat di berikan kesembuhan lagi... aamiin...


Makasih atas dukungannya yaa...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2